Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:23 WIB
Israel Serang Iran, Harga Emas Bisa Sentuh US$3.500
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat peluang menarik di pasar saham, khususnya pada emiten emas.

Suara.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat peluang menarik di pasar saham, khususnya pada emiten emas. Dengan potensi penguatan harga komoditas emas global, saham-saham terkait emas dinilai cocok untuk trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi dunia.

"Kami masih optimis harga emas masih bisa menguat hingga US$3.500 per troy ounce dalam jangka pendek, yaitu pada periode 1-3 bulan ke depan, karena ketidakpastian globalnya masih tinggi," ujar Farras Research Analyst Mirae Asset, Jumat (13/6/2025).

Harga komoditas emas global sendiri telah menunjukkan lonjakan signifikan. Per penutupan kemarin, harganya berada di kisaran US$3.340 per troy ounce, melonjak lebih dari 27% dibanding posisi akhir 2024 yang sekitar US$2.620 per troy ounce. Farras menambahkan bahwa potensi kenaikan ini didukung oleh prediksi rata-rata harga emas tahunan yang dapat mencapai US$3.100 per troy ounce, sementara rata-rata harga emas sepanjang tahun ini masih di bawah US$3.000 per troy ounce.

Beberapa faktor pendorong penguatan harga emas ke depan termasuk momentum 90 hari masa suspensi tarif dagang Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan perdagangan dan politiknya. Selain itu, permintaan emas juga diprediksi akan meningkat menjelang perayaan Diwali di India pada Oktober, yang biasanya turut mendongkrak harga emas global.

Namun, Farras juga mengingatkan bahwa harga emas diprediksi akan melemah pada akhir tahun ini karena adanya tambahan suplai produksi dari Australia dan penurunan permintaan emas dunia.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menegaskan bahwa risiko geopolitik dan makroekonomi global masih menjadi pendorong utama harga emas dunia sejak awal tahun. Sebagai instrumen safe haven, harga emas akan kembali naik jika kondisi global diliputi ketidakpastian atau bahkan jika terjadi sentimen negatif.

Terkait dengan kebijakan tarif dagang Donald Trump, Rully memprediksi pasar baru akan bereaksi jika keputusan tarif tersebut jauh di atas atau jauh di bawah acuan tarif yang sudah diwacanakan. "Kalau nanti keputusan tarif impor barang China ke AS jauh dari rencana awal 30% dan sebaliknya tarif impor AS ke China 10%, maka baru akan ada perubahan di prediksi ekonomi dan pasar keuangan. Pelaku pasar global sudah mengantisipasi level 30%-10% tersebut," jelasnya.

Menariknya, setelah tensi Perang Dagang semakin mereda sejak dua bulan terakhir yang ditandai melemahnya nilai tukar dolar AS (DXY) dan harga komoditas, terjadi aksi jual bersih investor asing pada pasar saham Indonesia. Ini terlihat dari aliran dana asing keluar (foreign capital outflow) di pekan pertama Juni dengan nilai setara Rp4,7 triliun, terutama dari saham bank-bank besar.

Asal tahu saja, harga emas naik pada perdagangan Jumat (13/6/2025) ke level tertinggi dalam satu bulan. Harga emas dunia menuju kinerja mingguan yang positif. Hal ini seiring investor mencari aset safe haven setelah serangan Israel terhadap Iran meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Jumat pekan ini, harga emas spot naik 1,3% menjadi USD 3.428,28 per ounce pada pukul 01.34 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 7 Mei pada awal sesi perdagangan. Harga emas batangan telah naik lebih dari 3,5% pada pekan ini.Harga emas berjangka AS menguat 1,4% menjadi USD 3.449,60.

Adapun ketegangan geopolitik meningkat setelah Israel menyerang Iran. Hal seiring ketegangan meningkat atas upaya Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan produksi bahan bom atom Iran.

"Lonjakan perselisihan terbaru di Timur Tengah ini telah mengalihkan fokus dari negosiasi perdagangan untuk saat ini, dengan investor beralih ke aset safe haven sebagai tanggapan,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

Adapun Israel mengumumkan keadaan darurat dengan alasan serangan rudal dan pesawat nirawak yang akan terjadi dari Teheran. Selain itu militer AS tengah mempersiapkan berbagai kemungkinan di Timur Tengah, termasuk kemungkinan bantuan untuk mengevakuasi warga sipil AS, menurut sumber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Perseteruan Israel dan Iran: Akar Masalah, Latar Belakang, dan Tokoh di Baliknya

Awal Perseteruan Israel dan Iran: Akar Masalah, Latar Belakang, dan Tokoh di Baliknya

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 16:14 WIB

Konflik Israel vs Iran Goyang Pasar Kripto, Investor Ikuti Pergerakan Global

Konflik Israel vs Iran Goyang Pasar Kripto, Investor Ikuti Pergerakan Global

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:37 WIB

Israel Gempur Iran, Bebarapa Tokoh Penting diduga Tewas

Israel Gempur Iran, Bebarapa Tokoh Penting diduga Tewas

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:32 WIB

Terkini

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB