Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Grab Klaim Kurangi Emisi Karbon 30.000 Ton Lewat Ribuan Armada Motor Listrik

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 14 Juni 2025 | 08:11 WIB
Grab Klaim Kurangi Emisi Karbon 30.000 Ton Lewat Ribuan Armada Motor Listrik
Pengemudi ojek daring menunggu penumpang di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perusahaan layanan transportasi dan jasa berbasis aplikasi, Grab mengklaim telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 30.000 ton dengan menggunakan kendaraan motor listrik GrabElectric.

Perusahaan pun menegaskan komitmennya mengupayakan kelestarian lingkungan melalui inisiatif "Langkah Hijau" untuk mencapai netral karbon 2040 dan menjaga kelestarian alam Indonesia.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menyatakan bahwa upaya keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Grab tidak hanya sebatas pemanfaatan teknologi atau infrastruktur.

"Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang dapat berdampak lestari bagi alam Indonesia, sekaligus untuk memberdayakan seluruh pihak di dalamnya, mulai dari mitra, komunitas, para pengguna dan masyarakat Indonesia," ujar Rivana Mezaya pada pekan ini.

Salah satu pilar utama "Langkah Hijau" Grab dalam mencegah emisi karbon adalah melalui perluasan armada kendaraan listrik GrabElectric. Sejak tahun 2019, Grab telah mengoperasikan lebih dari 11.000 unit kendaraan listrik di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya. Perluasan armada ini telah menempuh lebih dari 250.000.000 KM perjalanan, menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 30.000 ton, dan menghemat 11 juta liter BBM.

Selain pengembangan armada listrik, Grab juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui program konservasi alam. Sejak tahun 2021, setiap Rp200-Rp500 dari setiap perjalanan disalurkan ke berbagai proyek pelestarian alam, yang telah menghasilkan penanaman lebih dari 1,2 juta pohon di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia, Grab bermitra dengan EcoMatcher, Trees4Trees, dan Yayasan Bumi Hijau Lestari untuk menanam ratusan ribu pohon mangrove di pesisir Pati dan Cilacap, serta memulihkan lahan terdegradasi di Bandung.

Inisiatif lain yang dilakukan Grab adalah dalam upaya mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik. Sejak tahun 2023, Grab berkolaborasi dengan PlasticPay melalui penyediaan mesin Reverse Vending Machine (RVM) di sejumlah titik strategis. Hingga saat ini, lebih dari 4.000 kilogram botol plastik berhasil dikumpulkan, yang berkontribusi pada pengurangan lebih dari 20.000 kg jejak karbon dan melibatkan lebih dari 3.000 orang dalam mendukung ekonomi sirkular.

Rivana Mezaya lebih lanjut menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi erat antara berbagai pihak. Grab mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan ini, salah satunya dengan mengaktifkan fitur carbon offset di aplikasi Grab untuk berkontribusi mengurangi jejak karbon.

Disisi lain Grab Indonesia secara terbuka membantah adanya pembicaraan maupun kesepakatan terkait merger dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Pernyataan ini disampaikan melalui dokumen resmi Grab Holdings Ltd kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat (AS), serta ditegaskan langsung oleh Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi.

"Itu mengenai aksi korporasi mungkin saya mau menegaskan bahwa di Form 6-K kepada United States Security and Exchange Commission karena sebenarnya, di sini kami mengatakan bahwa ini terbuka kok, ini available, jadi bisa dilihat," kata Neneng

Neneng menjelaskan laporan tersebut telah disampaikan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (9/6) pukul 17.30 WIB dan dapat diakses publik.

"Kalau dilihat bahwa telah beredar laporan media bahwa kami terlibat dalam diskusi terkait kemungkinan transaksi dengan PT GoTo. Namun, saat ini kedua pihak tidak sedang melakukan pembicaraan apa pun, dan Grab belum menandatangani kesepakatan apa pun. Mudah-mudahan ini bisa menjawab bahwa tidak ada pembicaraan dan tidak ada agreement antara kami dan GoTo," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik untuk Ojol dan Kurir: Irit, Jarak Tempuh Jauh!

5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik untuk Ojol dan Kurir: Irit, Jarak Tempuh Jauh!

Otomotif | Jum'at, 13 Juni 2025 | 19:08 WIB

Darurat Sampah Elektronik, Erajaya Digital Daur Ulang 1.900 Gawai

Darurat Sampah Elektronik, Erajaya Digital Daur Ulang 1.900 Gawai

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:39 WIB

5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik di Indonesia: Irit, Canggih, dan Stylish!

5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaik di Indonesia: Irit, Canggih, dan Stylish!

Otomotif | Kamis, 12 Juni 2025 | 14:54 WIB

Terkini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:54 WIB

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:52 WIB

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Tekan Impor LPG, PGN Gagas Siap Garap CNG

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:20 WIB

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Indosaku Tindak Tegas Debt Collector Nakal, Putus Kerja Sama dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:54 WIB

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB