Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pindar Easycash Raih Laba Bersih Rp 13,92 Miliar pada 2024

Achmad Fauzi

Selasa, 17 Juni 2025 | 18:23 WIB
Pindar Easycash Raih Laba Bersih Rp 13,92 Miliar pada 2024
Ilustrasi pinjaman online alias pinjol

Suara.com - Perusahaan pinjaman daring (pindar), PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) mencatatkan total pinjaman yang digelontorkan sebanyak Rp 77,02 triliun sepanjang 2024. Capaian itu alami kenaikan 29,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menjelaskan bahwa tahun 2024 menjadi momen penting bagi industri untuk memperkuat daya tahan, meningkatkan tata kelola, serta membangun fondasi jangka panjang.

"Easycash menyambut positif arah regulasi baru yang mendorong penguatan tata kelola dan industri yang lebih sehat. Meski ada berbagai penyesuaian, kami bersyukur bisa menjaga performa dengan tetap menyediakan layanan keuangan digital yang cepat, aman, dan andal bagi masyarakat," ujar Nucky dalam paparan publik yang dikutip, Selasa (17/6/2025).

Ilustrasi pinjaman online (Freepik)
Ilustrasi pinjaman online (Freepik)

Dalam laporan keuangan yang dipaparkan pada RUPST, Easycash membukukan laba bersih sebesar Rp 13,97 miliar, naik 22 persen dari laba tahun sebelumnya yang tercatat Rp11,39 miliar.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh strategi promosi yang lebih efektif, penguatan visibilitas merek melalui kampanye digital yang terukur, serta pengendalian biaya pemasaran yang signifikan, yaitu sebesar Rp 94,11 miliar.

Di sisi lain, perusahaan tetap mengalokasikan investasi untuk memperkuat infrastruktur dan meningkatkan mutu layanan, terlihat dari kenaikan biaya operasional. Investasi ini menjadi bagian dari komitmen Easycash untuk menjamin pertumbuhan berkelanjutan dan kepuasan pengguna.

Easycash juga terus mengadaptasi teknologi, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning yang memperkuat presisi manajemen risiko dan memperbaiki pengalaman pengguna.

Selain itu, Easycash terus menjunjung tinggi tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta kerja sama dengan mitra strategis dan para pemangku kepentingan sebagai pilar penting dalam menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami menjadikan kepatuhan sebagai prioritas utama di setiap lini operasional, termasuk dalam pelaksanaan ketentuan POJK Nomor 40 Tahun 2024. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam membangun tata kelola yang baik sekaligus menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan," kata Nucky.

baca juga

Sebagai upaya memperkuat tata kelola perusahaan, RUPST Easycash menyetujui pengangkatan Nadjib Riphat Kesoema sebagai Komisaris Independen dan Harza Sandityo sebagai Direktur, yang akan menjabat efektif setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan dari OJK. Kehadiran keduanya diharapkan memperkuat sinergi antara pengalaman diplomatik dan pemerintahan dengan keahlian teknologi serta manajerial.

Nadjib Riphat Kesoema merupakan diplomat senior dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di berbagai posisi penting, baik di dalam maupun luar negeri. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu (2012–2017), serta untuk Uni Eropa, Belgia, dan Luksemburg (2006–2010).

Nadjib juga pernah menjabat sebagai Deputi Menko Polhukam bidang Politik dan Hubungan Luar Negeri. Pengalamannya diyakini akan memperkuat fungsi pengawasan dan kebijakan strategis di Easycash.

Sementara itu, Harza Sandityo adalah profesional dengan latar belakang hukum dan pengalaman lebih dari 17 tahun di industri keuangan dan perbankan, termasuk sebagai pendiri dan direktur utama di salah satu perusahaan teknologi keuangan terkemuka di Indonesia.

Ia dipandang mampu memberikan perspektif menyeluruh untuk memastikan Easycash tetap adaptif menghadapi dinamika industri dan menjaga tata kelola yang integritas serta berorientasi pada keberlanjutan.

Nucky juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan terhadap pertumbuhan Easycash.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada OJK atas penguatan landasan regulasi industri, kepada mitra strategis yang terus mendukung ekosistem yang sehat, dan kepada para pengguna Easycash yang terus memberikan kepercayaan. Ke depan, kami siap berkontribusi lebih luas dalam membangun industri pindar yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," pungkas Nucky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:00 WIB

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Riset CORE Indonesia: Pinjol Bisa Kurangi Stres Jika Untuk Usaha

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 14:56 WIB

Pinjol Ilegal vs Legal: OJK Ungkap Fakta di Balik Bunga Tinggi dan Dugaan Kartel

Pinjol Ilegal vs Legal: OJK Ungkap Fakta di Balik Bunga Tinggi dan Dugaan Kartel

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB