Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Startup Dianjurkan Tak Hanya Cari Cuan, Tapi Fokus Bisnis Keberlanjutan

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 08:12 WIB
Startup Dianjurkan Tak Hanya Cari Cuan, Tapi Fokus Bisnis Keberlanjutan
Ilustrasi startup (Unsplash/Israel Andrade)

Suara.com - Perusahaan rintisan atau startup kini menjamur dengan model bisnis berbagai macam. Namun, pelaku usaha startup juga harus fokus dalam ekonomi digital berbasis keberlanjutan lingkungan, seperti ekonomi sirkular dan energi terbarukan.

Hal ini yang ditekankan dalam program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) ke-8. GVV edisi ke-8 ini secara khusus ditujukan bagi startup tahap post-seed, yaitu perusahaan rintisan yang sudah memperoleh pendanaan awal, memiliki produk yang beroperasi, dan tengah bersiap untuk memperluas pasar (scale-up).

Dengan mengandalkan ekosistem digital Grab, program ini membuka jalan bagi startup untuk tumbuh bukan hanya lewat pencapaian profitabilitas, tetapi juga melalui dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, mengatakan program ini bertujuan mendukung startup dalam menjajaki peluang bisnis, baik melalui peningkatan efisiensi operasional hingga peningkatan daya saing dengan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.

Ilustrasi Pembinaan Startup
Ilustrasi Pembinaan Startup

"Inisiatif ini juga diharapkan menjadi solusi inovatif yang aplikatif yang menjawab kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap keberlanjutan," ujarnya seperti dikutip, Selasa (24/6/2025).

Melalui GVV, startup terpilih akan mendapatkan akses mentorship langsung dari para praktisi industri dan tim Grab, mendapatkan akses ke infrastruktur digital Grab, serta berkesempatan menjalankan pilot project bersama unit bisnis Grab, dan melakukan pitching di hadapan investor dan mitra strategis.

GVV ke-8 ini menekankan pentingnya bisnis berkelanjutan, mulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan, operasional yang lebih hijau dan efisien, hingga kolaborasi yang memperluas dampak positif sosial dan ekonomi.

Salah satu contoh sukses adalah startup Arummi, alumni GVV ke-7 yang bergerak di produk alternatif susu dan protein nabati. Mereka berhasil memperluas pasar melalui kolaborasi dengan merchant GrabFood, seperti Golden Black Coffee.

CEO Arummi, Nacita Kanyandara, menuturkan bisnis berkelanjutan berarti menciptakan dampak positif yang seimbang tidak hanya dari sisi profitabilitas, tetapi juga bagi komunitas dan lingkungan.

Berpartisipasi dalam GVV memberikan dampak bagi Arummi, melalui koneksi terkurasi, expert insight tentang tantangan scale-up, pilot program bersama mitra GrabFood untuk mengetahui preferensi konsumen, serta Tech in Asia Conference yang memperluas jejaring regional sekaligus mempercepat strategi go-to-market.

"Kolaborasi dengan mitra seperti Golden Black Coffee pun meyakinkan kami bahwa produk seperti susu kacang mede dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas," jelas dia.

Selain Arummi, startup Sayurbox juga menjadi contoh sukses dari program GVV. Dengan mengusung model “farm-to-table”, Sayurbox sukses memvalidasi pendekatan Direct-to-Consumer (D2C) yang sebelumnya belum tergarap secara maksimal, memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian lokal.

Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2017, GVV telah memberdayakan lebih dari 40 startup dari berbagai sektor. Tahun ini, Grab menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) serta mitra dari sektor publik dan swasta lainnya untuk memperkuat upaya akselerasi pertumbuhan startup berbasis keberlanjutan di Indonesia.

GVV tidak hanya menjadi ruang inkubasi bisnis, tetapi juga platform kolaboratif antara inovator, sektor swasta, dan pemerintah dalam mendorong transformasi hijau ekonomi digital. Program ini menunjukkan bahwa fokus terhadap dampak sosial dan lingkungan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis yang kompetitif.

Untuk diketahui, Grab Ventures Velocity adalah salah satu program akselerator startup yang mendukung pengembangan perusahaan rintisan untuk bisa memberikan dampak terhadap perekonomian yang didukung oleh Grab, salah satu perusahaan teknologi besar di Asia Tenggara dan sudah melantai di bursa saham Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:45 WIB

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 08:19 WIB

Intip Strategi Bisnis Buku Cetak Tetap Eksis di Era Digital

Intip Strategi Bisnis Buku Cetak Tetap Eksis di Era Digital

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 10:47 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB