Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

IHSG Berpeluang Bangkit dari Keterpurukan Hari Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 08:17 WIB
IHSG Berpeluang Bangkit dari Keterpurukan Hari Ini
IHSG BEI dibuka menguat 4,02 poin atau 0,06 persen menjadi 6.394,60. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin 23 Juni 2025, turun 1,74 persen ke level 6.787.

Koreksi tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak geopolitik Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi menekan ekonomi domestik.

Selain itu, pelemahan indeks juga diperberat oleh aksi ambil untung pada sejumlah saham yang memasuki ex date dividend.

Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan, secara teknikal, indikator Stochastic RSI sudah berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun demikian, indikator MACD masih menunjukkan negatif slope yang melebar, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, penguatan indeks di bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah memberikan peluang terjadinya technical rebound dalam waktu dekat.

“IHSG diperkirakan akan mengalami technical rebound di kisaran 6.800–6.850, dengan level pivot di 6.850. Level resistance berada di 7.000, sementara support kuat ada di area 6.700,” ujar Ratna Lim dalam riset hariannya, Selasa (24/6/2025).

Sentimen eksternal membaik setelah Iran melakukan serangan balasan terbatas ke pangkalan militer AS di Qatar atas serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran. Namun, serangan tersebut berhasil dicegat oleh pertahanan Qatar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Situasi ini meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang lebih luas, terutama potensi Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Langkah diplomatik dari Tiongkok dan Rusia yang mendorong resolusi damai di Dewan Keamanan PBB juga turut menenangkan pasar. AS bahkan meminta Tiongkok untuk mengambil peran aktif mencegah Iran menutup Selat Hormuz, mengingat Tiongkok merupakan pelanggan utama minyak Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa telah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang semakin memperkuat harapan akan stabilitas regional dalam waktu dekat.

Sentimen positif juga datang dari pasar Amerika Serikat. Ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada Senin (23/6), terdorong oleh turunnya harga minyak mentah dan ekspektasi redanya ketegangan geopolitik. Harga minyak WTI anjlok sekitar 7 persen menjadi USD 68 per barel, setelah sebelumnya sempat melonjak ke USD 78 per barel pada akhir pekan akibat kekhawatiran konflik AS-Iran.

Presiden Trump juga mengeluarkan pernyataan bahwa “setiap orang harus menjaga harga minyak tetap rendah,” yang memperkuat tekanan pada harga komoditas tersebut. Penurunan harga minyak dinilai positif oleh pelaku pasar karena dapat mengurangi tekanan inflasi global, termasuk di AS.

Merespons turunnya harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sebesar 3,9 basis poin ke level 4,336 persen, sementara harga emas menguat tipis 0,5 persen menjadi USD 3.384 per troy ounce, mencerminkan pergeseran minat investor ke aset safe haven.

Di kawasan Asia, indeks ditutup beragam karena investor masih mencermati perkembangan geopolitik dan belum jelasnya langkah lanjutan dari Iran. Indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak fluktuatif seiring meredanya kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz.

Dengan potensi technical rebound dan membaiknya sentimen global, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang berpeluang mencetak kinerja positif pada perdagangan Selasa (24/6), yaitu:

  • MEDC (Medco Energi)
  • PSAB (J Resources Asia Pasifik)
  • PGAS (Perusahaan Gas Negara)
  • RAJA (Rukun Raharja)
  • LSIP (PP London Sumatra)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia

Niat Baik Danantara Terganjal Aturan Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 19:35 WIB

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

IHSG Nyaman di Zona Merah pada Perdagangan Hari Ini, 533 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 16:42 WIB

IHSG Makin Nyungsep pada Awal Perdangan Hingga ke Level 6.800

IHSG Makin Nyungsep pada Awal Perdangan Hingga ke Level 6.800

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 09:16 WIB

Terkini

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB