Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Konglomerasi Terbesar RI Borong Saham Rumah Sakit Hermina Rp1 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 13:41 WIB
Konglomerasi Terbesar RI Borong Saham Rumah Sakit Hermina Rp1 Triliun
Ilustrasi Rumah Sakit Hermina.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Grup Djarum, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia yang terafiliasi dengan orang terkaya di Tanah Air, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. 

Melalui entitas perusahaannya, PT Dwimuria Investama Andalan, mereka baru saja mengakuisisi saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), pemilik jaringan Rumah Sakit Hermina, senilai lebih dari Rp1 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/6/2025l aksi korporasi jumbo ini terjadi pada 25 Juni 2025, di mana Dwimuria Investama Andalan memborong sebanyak 559,18 juta lembar saham HEAL. 

Pembelian ini dilakukan sebagai bagian dari hasil penjualan saham dari program buyback yang sebelumnya dilakukan oleh HEAL.

Dengan harga pembelian Rp1.875 per lembar saham, Dwimuria Investama Andalan harus menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp1,04 triliun. Akuisisi ini secara otomatis menjadikan saldo saham treasury Medikaloka Hermina menjadi nol per tanggal 25 Juni 2025. 

Pihak manajemen HEAL juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara perseroan dengan Dwimuria Investama Andalan.

Sebagai informasi, PT Dwimuria Investama Andalan merupakan tulang punggung investasi Grup Djarum yang juga menaungi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono adalah pemegang saham pengendali BCA dengan kepemilikan 54,94%.

Kekayaan duo Hartono tidak hanya bersumber dari sektor perbankan, tetapi juga dari investasi di emiten sektor telekomunikasi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui PT Sapta Adhikari Investama yang juga dimiliki oleh keluarga Hartono. Kepemilikan ini menjadikan mereka pengendali utama TOWR dengan porsi 54,42%.

Asal tahu saja Duo Hartono menempati posisi ketiga dan keempat sebagai orang terkaya versi Forbes pada bulan Juni 2025 ini. Kakak beradik pemilik Grup Djarum ini mendapatkan sebagian besar kekayaan dari hasil investasi mereka di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Budi tercatat memiliki harta kekayaan sebesar US$21,8 miliar. Sementara itu Michael memiliki kekayaan senilai US$20,8 miliar. Keluarga ini awalnya menjadi kaya raya berkat tembakau yang hingga saat ini perusahaannya masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Kontribusi kekayaan duo Hartono dari investasi juga berasal dari kepemilikan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang mengelola e-commerce Blibli. Dua Hartono investasi di BELI melalui PT Global Investama Andalan yang merupakan entitas induk langsung perusahaan. PT Global Investama Andalan memiliki sekitar 83,68 persen saham BELI.

Selain berbisnis rokok, keluarga Hartono juga memperluas ekspansi bisnis ke berbagai sektor antara lain properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia.

Langkah strategis Grup Djarum untuk memperkuat portofolio investasinya di sektor kesehatan ini tentu menarik perhatian, mengingat potensi pertumbuhan industri rumah sakit yang terus meningkat di Indonesia.

Dari sisi kinerja sebetulnya HEAL tidak begitu menggembirakan pada awal tahun ini. Dimana laba bersih kuartal I 2025 anjlok 34,7% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 124,72 miliar.

Volume pasien rawat inap tercatat turun 5% YoY menjadi 496 ribu hari, sementara kunjungan rawat jalan merosot 4,9% YoY ke 2,1 juta kunjungan. Penurunan paling tajam terjadi pada pasien privat, yang anjlok masing-masing 22,6% (rawat inap) dan 16,7% (rawat jalan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Raya Buyback Saham Rp 20 Miliar

Bank Raya Buyback Saham Rp 20 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 12:01 WIB

IHSG Beralih Menguat di Kamis Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Beralih Menguat di Kamis Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 09:35 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Jelang Libur Panjang, Investor Waspadai Ketidakpastian Global

IHSG Diproyeksi Melemah Jelang Libur Panjang, Investor Waspadai Ketidakpastian Global

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:32 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB