Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Mineral Kritis dan Danantara jadi "Gula-gula" RI Dalam Negosiasi Tarif Trump

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 30 Juni 2025 | 14:52 WIB
Mineral Kritis dan Danantara jadi "Gula-gula" RI Dalam Negosiasi Tarif Trump
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa penawaran kedua ini telah diterima oleh AS.

Suara.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya keras untuk meloloskan diri dari ancaman tarif resiprokal yang akan diberlakukan Amerika Serikat (AS). 

Dengan tenggat waktu yang semakin mepet, yakni 8-9 Juli 2025, Indonesia telah mengajukan "penawaran kedua" (second offer) yang melibatkan investasi di sektor mineral kritis kepada AS. 

Dalam tawaran kedua itu, RI pun memberikan "gula-gula" bagi Presiden AS Donald Trump agar RI terhindar dari ancaman tarif resiprokal. 

Tim negosiasi Indonesia pun diklaim Airlangga sudah siaga penuh di Washington D.C. untuk merespons setiap perkembangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (30/6/2025) di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa penawaran kedua ini telah diterima oleh AS. 

"Kita sudah bicara juga dengan USTR (United States Trade Representative), Secretary of Commerce, dan Secretary of Treasury. Tim negosiasi Indonesia standby di Washington, jadi kalau ada perubahan, ada hal detail lagi yang diperlukan klarifikasi atau apa, kita bisa segera merespons," ujar Airlangga.

Salah satu poin kunci dalam penawaran Indonesia adalah kesempatan investasi bagi AS di ekosistem mineral kritis di Indonesia. Inisiatif ini turut melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

Mineral kritis yang dimaksud mencakup komoditas vital seperti tembaga (copper), nikel, dan mineral lain yang sangat dibutuhkan untuk industri strategis, mulai dari kendaraan listrik (EV), peralatan militer, elektronik, hingga antariksa.

Airlangga menekankan bahwa tawaran investasi ini bersifat brownfield, artinya fokus pada proyek-proyek yang sudah berjalan (eksisting) di Indonesia. Ia mencontohkan kehadiran Freeport yang telah lama beroperasi di Indonesia sejak 1967 sebagai produsen tembaga utama dunia, menunjukkan rekam jejak kolaborasi yang kuat. "Karena ke depan critical mineral kan untuk industri ekosistem elektronik, industri peralatan militer dan juga angkasa luar. Semuanya butuh kabel, semuanya butuh copper, kita sudah punya copper," terangnya.

Selain menawarkan investasi di sektor mineral kritis, Indonesia juga menegaskan komitmen untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi dan agrikultur dari AS.

Meski demikian, rincian spesifik proyek terkait investasi mineral kritis ini masih dirahasiakan karena terikat perjanjian non-disclosure dengan otoritas AS. "Ini bagi AS cukup menarik, tawaran Indonesia ini cukup menarik. Proyek spesifiknya nanti dalam pembicaraan dengan AS," pungkas Airlangga, optimis dengan peluang keberhasilan negosiasi ini.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan pendekatannya yang fleksibel dalam kebijakan perdagangan, khususnya terkait tenggat waktu pemberlakuan kembali tarif impor tinggi yang akan jatuh pada awal Juli.

Dikutip dari CNBC internasional, saat ditanya apakah tenggat 9 Juli bersifat final, Trump menjawab lugas, “Tidak, kami bisa lakukan apa saja. Bisa diperpanjang, bisa dipercepat,”. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih pada Jumat (27/6/2025) waktu setempat.

Tenggat tersebut awalnya ditetapkan untuk memberi waktu AS dan Uni Eropa merundingkan kesepakatan dagang, sebelum tarif impor sebesar 50% resmi diberlakukan atas produk-produk dari Eropa. Namun, komentar Trump juga merujuk pada 8 Juli, batas waktu berakhirnya jeda 90 hari atas tarif ‘resiprokal’ yang sebelumnya diumumkannya untuk berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Melalui perintah eksekutif tertanggal 9 April, Trump menurunkan tarif negara, spesifik menjadi 10% secara merata untuk periode tiga bulan. Jika tidak direvisi, maka tarif tinggi yang sempat mengganggu stabilitas perdagangan global pada awal April akan otomatis berlaku kembali dalam waktu kurang dari dua pekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Berencana Lebur 16 Asuransi BUMN, OJK Panggil IFG

Danantara Berencana Lebur 16 Asuransi BUMN, OJK Panggil IFG

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 14:49 WIB

10 Komoditas Ini Bebas Masuk RI Tanpa Izin Impor

10 Komoditas Ini Bebas Masuk RI Tanpa Izin Impor

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 14:21 WIB

Ada Evaluasi, Ini 52 BUMN yang Dilarang Danantara Rombak Jajaran Direksi

Ada Evaluasi, Ini 52 BUMN yang Dilarang Danantara Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB