Menteri Transmigrasi Tebar Janji Manis Tuntaskan Masalah Lahan

Iwan Supriyatna, Lilis Varwati

Rabu, 02 Juli 2025 | 13:12 WIB
Menteri Transmigrasi Tebar Janji Manis Tuntaskan Masalah Lahan
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto: Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Kementerian Transmigrasi luncurkan program Trans Tuntas sebagai solusi percepatan penyelesaian konflik lahan transmigrasi yang tumpang tindih dengan kawasan hutan.

Program itu diharapkan mampu merespons cepat berbagai laporan masyarakat transmigran yang kesulitan mendapatkan sertifikat tanah.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa sejak 12 Desember 1950 hingga Desember 2024, Kementerian Transmigrasi telah mengelola sekitar 3,1 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi.

"Dari total itu, masih ada sekitar 129.553 bidang tanah yang belum bersertifikat, dan sekitar 13,63 persen atau 17.655 bidang di antaranya masih di dalam kawasan hutan,” kata Iftitah dalam keterangannya kepada media, Selasa (1/7/2025).

Data yang sama juga telah disampaikan Iftitah saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI pada Senin (30/6) lalu.

Menurut dia, tumpang tindih lahan transmigrasi dengan kawasan hutan terjadi dalam dua bentuk utama. Pertama, lahan yang sudah bersertifikat atas nama transmigran, namun kemudian ditetapkan sebagai kawasan hutan melalui SK Menteri Kehutanan. Salah satu kasus terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kedua akibat lahan yang awalnya berstatus kawasan hutan, namun telah memperoleh izin pelepasan. Meskipun demikian, proses pelepasan tersebut belum sepenuhnya selesai, sehingga status lahannya belum dinyatakan tuntas. Conto kasus seperti itu terjadi di Natuna, Riau.

Iftitah menekankan kalau pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mencari solusi bersama. Ia menyebut, selain kawasan hutan, banyak lahan transmigrasi yang tumpang tindih dengan HGU (Hak Guna Usaha) ataupun dikuasai kelompok lain.

"Persoalan lahan ini menjadi prioritas utama kami. Selain kawasan hutan, banyak lahan transmigrasi yang tumpang tindih dengan HGU maupun dikuasai kelompok lain," ujarnya.

baca juga

Untuk menampung laporan masyarakat, Kementerian Transmigrasi akan menyediakan aplikasi atau website pelaporan pengaduan. Semua aduan terkait kendala sertifikasi lahan akan ditindaklanjuti melalui program Trans Tuntas.

Di luar itu, kementerian juga mengembangkan program unggulan bernama Trans Patriot yang ditujukan untuk menggali potensi sumber daya alam di kawasan transmigrasi.

Sebanyak 2.000 personel dari kampus-kampus terbaik akan diberangkatkan dalam Tim Ekspedisi Patriot pada Agustus 2025.

"Mereka akan meneliti potensi ekonomi, pertanian, dan sumber daya lainnya di kawasan transmigrasi. Bahkan, kami membuka peluang keterlibatan peneliti luar negeri," ujar Iftitah.

Kementerian Transmigrasi menargetkan kawasan transmigrasi ke depan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Lokasi Parkir Resmi di Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Ini Lokasinya

9 Lokasi Parkir Resmi di Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Ini Lokasinya

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 07:53 WIB

Dibalik Romantisme Bandung: Konflik Lahan yang Merenggut Kebahagiaan Warga

Dibalik Romantisme Bandung: Konflik Lahan yang Merenggut Kebahagiaan Warga

Video | Selasa, 01 Juli 2025 | 09:00 WIB

Pangkas Lahan Basah: Ketika Rawa Dihancurkan Demi Pembangunan

Pangkas Lahan Basah: Ketika Rawa Dihancurkan Demi Pembangunan

Your Say | Minggu, 29 Juni 2025 | 12:47 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×