Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

CORE Ungkap Gencatan Senjata Iran-Israel Bakal Buntu? Ekonomi RI dalam Ancaman Serius!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 19:38 WIB
CORE Ungkap Gencatan Senjata Iran-Israel Bakal Buntu? Ekonomi RI dalam Ancaman Serius!
Ilustrasi konflik Timur Tengah.

Suara.com - Meski gencatan senjata sudah disepakati sejak 24 Juni 2025, awan kelabu masih menyelimuti prospek konflik Israel-Iran. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah ini masih sangat sulit diprediksi dan berpotensi kembali memanas, bahkan bisa mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.

Eskalasi signifikan terlihat dari keterlibatan langsung Amerika Serikat (AS) dalam serangan 22 Juni lalu ke tiga pusat pengembangan nuklir Iran.

Dalam laporan COREinsight terbaru bertajuk ‘Meredam Guncangan Ekonomi Dari Gejolak Timur Tengah’, Kamis (3/7/2025), CORE Indonesia menyoroti narasi penggulingan rezim Ali Khamenei yang dikembangkan oleh Israel dan AS. Hal ini, menurut CORE, dapat mempersulit jalur diplomasi dan memicu eskalasi ulang yang lebih serius.

CORE Indonesia memperkirakan, jika diplomasi buntu dan terjadi eskalasi kembali, konflik Israel-Iran tidak akan berlangsung berlarut-larut seperti konflik Ukraina-Rusia. Tekanan dari berbagai negara yang menginginkan stabilitas ekonomi global akan memangkas durasi konflik fisik. Ini termasuk mencegah Iran untuk menutup Selat Hormuz yang sangat vital bagi 25 persen suplai minyak mentah global.

Namun, dari perspektif ekonomi, ketidakpastian yang disebabkan konflik ini meningkatkan volatilitas di pasar energi dan keuangan global. Meskipun gencatan senjata memberikan jeda, risiko gangguan terhadap rantai pasok energi global tetap tinggi selama akar masalah belum terselesaikan. Kondisi ini tentu saja menguatkan tekanan pada harga minyak dan menciptakan ketidakpastian bagi perencanaan ekonomi dalam jangka menengah.

Untuk memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia, CORE Indonesia mengungkapkan perlu adanya kebijakan responsif:

1. Membangun Kebijakan Fiskal Adaptif dan Responsif:

Pemerintah harus merancang kerangka kebijakan fiskal yang dapat merespons secara dinamis guncangan eksternal, khususnya volatilitas harga minyak. Jika harga minyak dunia melampaui asumsi ICP dalam APBN (US$82 per barel), pemerintah wajib mengaktifkan mekanisme penyesuaian otomatis. Ini mencakup rekalibrasi subsidi energi yang terukur, alokasi tambahan untuk BBM non-subsidi agar tetap pada level keekonomian, dan implementasi skema BLT darurat bagi kelompok rentan yang terdampak eskalasi harga energi.

2. Konsolidasi Kebijakan Moneter Proaktif dan Antisipatif:

Bank Indonesia (BI) harus mengimplementasikan strategi moneter yang preventif untuk menghadapi tekanan aliran modal keluar saat investor global menggeser preferensi ke aset yang lebih aman. Kebijakan suku bunga acuan perlu dikalibrasi secara forward-looking untuk memitigasi inflasi yang diimpor dari kenaikan harga minyak, yang dapat menransmisikan tekanan inflasi pada sektor energi dan transportasi. Stabilisasi nilai tukar melalui intervensi valuta asing yang strategis dan optimalisasi operasi moneter menjadi instrumen krusial.

3. Transformasi Krisis Menjadi Akselerasi Transisi Energi:

Di tengah ketidakpastian harga energi global yang tinggi, pemerintah perlu memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi portofolio energi menuju sumber-sumber terbarukan yang dapat dikembangkan secara domestik. Transisi menuju energi terbarukan seperti tenaga surya menjadi semakin strategis, bukan hanya demi menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga untuk membangun kemandirian energi dan menciptakan ruang fiskal yang berkelanjutan di masa depan.

Proyeksi CORE Indonesia menunjukkan adanya peluang yang sangat positif dari transisi energi di Indonesia. Potensi pendapatan dari sektor energi terbarukan seperti PLTS dan rantai pasok manufakturnya dapat mencapai hingga Rp491 triliun per tahun. Di sisi lain, subsidi listrik akan berkurang secara drastis dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koperasi Desa Merah Putih Rawan Nepotisme? Dana Desa Rp 3 Miliar Bakal Jadi Rebutan

Koperasi Desa Merah Putih Rawan Nepotisme? Dana Desa Rp 3 Miliar Bakal Jadi Rebutan

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 19:02 WIB

Kedutaan Iran di Jakarta Gelar Acara Duka Cita, Warga Tunjukkan Dukungan

Kedutaan Iran di Jakarta Gelar Acara Duka Cita, Warga Tunjukkan Dukungan

Foto | Kamis, 03 Juli 2025 | 18:58 WIB

Pemerintahan Prabowo Ambisius Bidik Investasi Hingga Rp 13.000 Triliun

Pemerintahan Prabowo Ambisius Bidik Investasi Hingga Rp 13.000 Triliun

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 15:36 WIB

Terkini

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:27 WIB

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:08 WIB

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:52 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:41 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:14 WIB

Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing

Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:05 WIB

Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal

Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:02 WIB