Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Unilever Copot Bos Es Krim Pendukung Gaza, Pangkas Sumbangan untuk Palestina

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 11 Juli 2025 | 21:14 WIB
Unilever Copot Bos Es Krim Pendukung Gaza, Pangkas Sumbangan untuk Palestina
Unilever mencopot Dave Stever dari jabatannya sebagai CEO Ben & Jerry's. Diduga karena mendukung Palestina. Foto: Kantor Unilever Indonesia, Grha Unilever, di kawasan BSD, Tangerang. [Unilever.co.id]

Suara.com - Unilever telah menunjuk Jochanan Senf sebagai CEO Ben & Jerry's, salah satu perusahaan es krim yang berada di bawah naungan multinasional yang bermarkas di Inggris tersebut.

Senf menggantikan Dave Stever, yang dikenal dengan perjuangannya membela warga Palestina di Gaza, yang kini sedang menghadapi genosida oleh rezim zionis Israel.

Pada saat yang sama, Unilever juga dilaporkan telah memangkas sumbangan untuk yayasan Ben & Jerry's senilai jutaan dolar AS. Unilver mengatakan pemangkasan itu karena yayasan tersebut menolak diaudit, tetapi sejumlah pihak mengatakan sumbangan dipangkas karena digunakan untuk membantu warga Gaza, Palestina.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (11/7/2025), Magnum Ice Cream Company - perusahaan yang kini menaungi bisnis es krim Unilever - kini sedang menghadapi gugatan dari Ben & Jerry's.

Ben & Jerry's menilai pencopotan Dave Stever merupakan buntut dari perjuangan sang CEO yang mendukung Palestina serta membela para pengungsi Gaza dari agresi rezim zionis Israel.

Dalam gugatannya Ben & Jerry's mengatakan Stever dicopot tanpa persetujuan dewan independen perusahaan dan karenanya melanggar kesepakatan antara kedua perusahaan terkait independensi merek es krim asal Amerika Serikat tersebut dalam aktivisme sosial.

Adapun Ben & Jerry's dibeli Unilever pada tahun 2000 silam. Sementara gugatan terhadap Unilever diajukan pada November 2024 lalu.

Pangkas Sumbangan untuk Yayasan

Sementara seperti diwartakan Semafor dan dilansir dari Yahoo News, Unilever pada awal Juli ini telah memangkas jutaan dolar sumbangan untuk yayasan Ben & Jerry’s.

Pemangkasan itu disebabkan karena yayasan tersebut menolak diaudit. Tetapi Ben & Jerry’s mengatakan pemangkasan itu karena perusahaan memberikan sumbangan ke Palesina dan Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Unilever mengatakan pemangkasan itu karena yayasan Ben & Jerry’s tidak mau sumbangan-sumbangannya diaudit.

Tapi pada April lalu diwartakan, Unilever mulai menyelidiki sumbangan-sumbangan Ben & Jerry’s ke organisasi-organisasi pendukung Palestina.

Kisruh soal Palestina antara Unilever dan Ben & Jerry’s dimulai pada 2021, ketika Ben & Jerry’s mengumumkan berhenti menjual produknya di wilayah Palestina yang dijajah Israel, demikian dilansir dari NPR.

Ben & Jerry’s mengatakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip perusahaan akan dilanggar jika terus menjual produk mereka di wilayah pendudukan Israel di Palestina.

Kebijakan Ben & Jerry’s disambut kecaman oleh Unilever, yang kemudian memutuskan untuk menjual lisensi Ben & Jerry’s di Palestina ke perusahaan asal Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fatamorgana Hukum Internasional: Kembalinya Hukum Rimba dan Genosida?

Fatamorgana Hukum Internasional: Kembalinya Hukum Rimba dan Genosida?

Your Say | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:25 WIB

Bentuk Komitmen pada Pemegang Saham, Unilever Indonesia Bagi Dividen Penuh 99,7%

Bentuk Komitmen pada Pemegang Saham, Unilever Indonesia Bagi Dividen Penuh 99,7%

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:52 WIB

Unilever Indonesia Rombak Bisnis dan Pertajam Fokus di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap

Unilever Indonesia Rombak Bisnis dan Pertajam Fokus di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:37 WIB

Belum Termasuk PPN, Unilever Jual Bisnis Es Krim Rp7 Triliun ke Magnum Indonesia

Belum Termasuk PPN, Unilever Jual Bisnis Es Krim Rp7 Triliun ke Magnum Indonesia

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:16 WIB

3.200 Karyawan Unilever Kena PHK Massal

3.200 Karyawan Unilever Kena PHK Massal

Bisnis | Senin, 15 Juli 2024 | 12:33 WIB

Terkini

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB