Pemerintah Bobol Soal Beras Oplosan, Pengawasan Kurang?

Achmad Fauzi

Selasa, 15 Juli 2025 | 18:57 WIB
Pemerintah Bobol Soal Beras Oplosan, Pengawasan Kurang?
Bulog Lampung menyerap gabah komersil petani untuk mengatasi kekosongan beras premium di pasaran. [ANTARA]

Suara.com - Pemerintah dinilai telah kecolongan soal pengawasan industri pangan, khususnya beras. Pasalnya, pelaku usaha diam-diam melakukan beras oplosan yang kekinian beredar di masyarakat.

Beras oplosan yang dimaksud, di mana pelaku usaha memberi label beras premium, padahal kualitas beras yag dikemas adalah medium.

Lantas, bagaimana sebenarnya pengawasan industri beras di dalam negeri, kok bisa pemerintah bobol dengan adanya aksi tersebut?

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan pengawasan pangan, termasuk beras sebenarnya berada di ranah Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri.

Penyebab inflasi tinggi di Lampung pada Juni 2025. [ANTARA]
Penyebab inflasi tinggi di Lampung pada Juni 2025. [ANTARA]

Menurutnya, Bapanas tidak memiliki kewenangan untuk memantau pelaku usaha pangan, termasuk beras.

"Nah kalau pengawasan ada Satgas Pangan, Iya dong. Kan bagi-bagi tugas kalau Badan Pangan ikut masuk sampai ke situ kan enggak,” ujar Arief saat ditemui di gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Ia menjelaskan, Bapanas hanya mengurusi kebijakan soal ketersedian pangan, membuat regulasi soal beras, serta pengadaan beras melalui cadangan pangan pemerintah (CBP).

"Badan Pangan itu meregulasi beras premium seperti apa, beras medium seperti apa ya kan, spek itu yang harus di deliver pada saat penggiling padi atau teman-teman di Perpadi gitu ya, itu menyiapkan," imbuhnya.

Sebelumnya, Arief menjelaskan sebenarnya pencampuran beras dalam aturan hal yang lazim. Karena, jelas dia, memang dalam peraturan tertuang beras premium boleh dicampur dengan beras pecah atau broken maksimal 15 persen.

baca juga

Hal termaktub dalam, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 53/Permentan/KR.040/12/2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

"Bukan hal yang biasa. Jadi ya memang beras itu ya ada tingkatannya atau grader. Maksudnya grader itu dia yang mengukur berapa persen broken-nya. Misalnya nih broken-nya 15 persen, pasti beras pecah dicampur ke beras kepala (premium)," katanya.

Menurutnya, kata oplosan itu memang selalu indentik dengan konotasi negatif. Padahal, dalam aturan jelas, beras dikatakan kualitas premium jika menenuhi syarat kadar air dan broken yang sesuai.

Adapun, dalam beras premium, kadar air beras premium yang dianjurkan maksimal 15 persen. Jika lewat dari nilai itu, maka beras itu tidak layak dilabeli beras premium.

"Jadi oplos itu biasanya konotasinya negatif. Neras itu yang nggak boleh kalau sudah beras premium itu 15 persen maksimum, broken-nya 30 persen itu nggak boleh Jangan di labelin beras premium," ucapnya.  

"Saya ulangi, beras premium, produk speknya adalah kadar air 14 persen, broken maksimum 15 persen Kalau kadar air-airnya 16 persen boleh nggak? Nggak boleh Karena maksimum 14 persen, Kalau 13 persen boleh nggak kadar airnya? Boleh Kan lebih kering," sambung Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Niat Curang, Perpadi Beberkan Biang Kerok Maraknya Beras Oplosan

Bukan Niat Curang, Perpadi Beberkan Biang Kerok Maraknya Beras Oplosan

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 18:08 WIB

Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:17 WIB

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:49 WIB

Terkini

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026

BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026

Batam | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang

Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:47 WIB

BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office

BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office

Bogor | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Pramono Anung Perintahkan Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga Akhir Pekan demi JRF

Pramono Anung Perintahkan Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga Akhir Pekan demi JRF

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:45 WIB

×