China Beri Rp 24 Juta Bagi yang Mau Melahirkan Anak

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 29 Juli 2025 | 14:44 WIB
China Beri Rp 24 Juta Bagi yang Mau Melahirkan Anak
Ilustrasi melahirkan bayi (Freepik/rawpixel.com)

Suara.com - Pemerintah terus meningkatkan angka kelahiran di China. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di negara tersebut menurun pada tahun lalu.

Adapun, orang tua di Tiongkok ditawari 1.500 dolar AS atau sekitar Rp24 juta per tahun untuk setiap anak mereka yang berusia di bawah tiga tahun. Hal ini merupakan program subsidi nasional pertama pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan angka kelahiran.

Dilansir BBC, bantuan tersebut akan membantu sekitar 20 juta keluarga dengan biaya membesarkan anak-anak.

Beberapa provinsi di seluruh Tiongkok telah menguji coba beberapa bentuk pembayaran untuk mendorong orang memiliki lebih banyak anak karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu menghadapi krisis demografi yang membayangi.

Skema tersebut, yang diumumkan pada hari Senin, akan menawarkan kepada orang tua total hingga 10.800 yuan per anak. Kebijakan ini akan diterapkan secara retroaktif sejak awal tahun ini.

Keluarga dengan anak-anak yang lahir antara tahun 2022 dan 2024 juga dapat mengajukan subsidi sebagian. Langkah ini menyusul upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan angka kelahiran di Tiongkok.

Pada bulan Maret, Hohhot—sebuah kota di wilayah utara Tiongkok—mulai menawarkan warganya hingga 100.000 yuan per bayi untuk pasangan dengan setidaknya tiga anak.

Sedangkan Shenyang yang merupaka. sebuah kota di timur laut Beijing, menawarkan 500 yuan per bulan kepada keluarga setempat dengan anak ketiga di bawah usia tiga tahun.

Pekan lalu, Beijing juga mendesak pemerintah daerah untuk menyusun rencana penerapan pendidikan prasekolah gratis.

baca juga

Tiongkok termasuk di antara tempat termahal di dunia untuk memiliki anak, secara relatif. Menurut sebuah studi oleh YuWa Population Research Institute yang berbasis di Tiongkok membesarkan anak hingga usia 17 tahun di Tiongkok menghabiskan biaya rata-rata 75.700 dolar AS.

Pada bulan Januari, angka resmi menunjukkan bahwa populasi Tiongkok turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024. Tiongkok mencatat 9,54 juta bayi lahir pada tahun 2024, menurut Biro Statistik Nasional.

Hal ini menandai sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya, tetapi populasi negara secara keseluruhan terus menyusut. Populasi negara yang berjumlah 1,4 miliar jiwa juga menua dengan cepat, menambah kekhawatiran demografi Beijing.

Sementara itu, setiap tahun anak mereka yang berusia di bawah tiga tahun dalam subsidi nasional pertama pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan angka kelahiran.

Angka kelahiran negara itu telah menurun, bahkan setelah Partai Komunis yang berkuasa menghapuskan kebijakan satu anak yang kontroversial hampir satu dekade lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukti QRIS Made In Indonesia Makin Kuat di Dunia, Mastercard Cs Bisa Lewat

Bukti QRIS Made In Indonesia Makin Kuat di Dunia, Mastercard Cs Bisa Lewat

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 18:57 WIB

Merah Putih Berkibar! Kalahkan Wakil Malaysia, Fajar/Fikri Juara China Open 2025

Merah Putih Berkibar! Kalahkan Wakil Malaysia, Fajar/Fikri Juara China Open 2025

Sport | Minggu, 27 Juli 2025 | 18:02 WIB

Kisah Unik Reinkarnasi di Novel Life and Death are Wearing Me Out

Kisah Unik Reinkarnasi di Novel Life and Death are Wearing Me Out

Your Say | Minggu, 27 Juli 2025 | 08:32 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×