Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bantuan Insentif Guru Non-ASN 2025 Cair Agustus-September, Honorer Bisa Klaim?

M Nurhadi

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 15:38 WIB
Bantuan Insentif Guru Non-ASN 2025 Cair Agustus-September, Honorer Bisa Klaim?
Ilustrasi guru non-ASN terima bantuan (Freepik)

Suara.com - Kabar gembira datang untuk para guru honorer atau non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali melanjutkan program bantuan insentif bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik pada tahun 2025. Namun, ada beberapa perubahan signifikan dalam aturan mainnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan ini mencakup kriteria penerima, mekanisme penyaluran, hingga besaran nominal yang akan diterima.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Bantuan Insentif 2025?

Bantuan insentif ini ditujukan khusus bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik, baik yang mengajar di sekolah formal maupun non-formal. Terdapat dua kategori utama penerima: guru formal (TK, SD, SMP, SMA, SMK) dan guru non-formal (KB dan TPA).

1. Untuk Guru Formal (TK hingga SMK)

Kriteria dasar bagi guru formal pada dasarnya tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Mereka harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Terdaftar di Dapodik: Pastikan data Anda sebagai guru sudah tercatat dengan benar dan valid dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ini adalah syarat mutlak.
  • Belum Bersertifikat Pendidik: Bantuan ini memang khusus diberikan bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikasi.
  • Kualifikasi Akademik: Wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal D4 atau S1.
  • Memiliki NUPTK: Guru harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Memenuhi Beban Kerja: Harus memenuhi beban kerja mengajar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Status Non-ASN: Tidak sedang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

2. Untuk Guru Non-Formal (KB dan TPA)

Kriteria bagi guru di Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA) juga memiliki beberapa persyaratan khusus:

  • Terdaftar di Dapodik: Sama seperti guru formal, data harus sudah tercatat di Dapodik.
  • Belum Bersertifikat Pendidik: Bantuan ini juga ditujukan bagi guru non-ASN yang belum bersertifikat.
  • Kualifikasi Akademik: Memiliki ijazah minimal SMA/SMK atau sederajat.
  • Bertugas di Bawah Dinas Pendidikan: Mengajar di KB atau TPA yang berada di bawah pembinaan dinas pendidikan setempat.
  • Memenuhi Beban Mengajar: Harus memenuhi beban mengajar sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Masa Kerja: Memiliki masa kerja yang cukup panjang, yaitu minimal 13 tahun berturut-turut. Hal ini harus dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan dari penyelenggara satuan pendidikan.

Perubahan Penting dalam Aturan Bantuan Insentif 2025

Ini adalah bagian paling krusial yang harus Anda perhatikan. Ada beberapa aturan baru yang membedakan program tahun 2025 dengan tahun-tahun sebelumnya:

baca juga

1. Penghapusan Syarat Masa Kerja
Berbeda dengan tahun sebelumnya, guru formal (TK hingga SMK) tidak lagi diwajibkan memiliki masa kerja minimal 17 tahun untuk bisa menjadi penerima bantuan. Ini adalah berita baik yang membuka peluang lebih luas bagi guru-guru honorer baru.

2. Larangan Menerima Bantuan Lain
Penerima bantuan insentif tidak boleh sedang menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan. Aturan ini bertujuan agar bantuan dapat disalurkan secara merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

3. Larangan Bertugas di Satuan Pendidikan Tertentu
Guru yang bertugas di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dan Satuan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri tidak termasuk dalam sasaran penerima bantuan ini.

4. Mekanisme Pengusulan Berubah
Ini adalah perubahan terbesar dalam proses administratif. Pada tahun-tahun sebelumnya, dinas pendidikan mengusulkan nama-nama calon penerima melalui aplikasi khusus (SIM-ANTUN). Untuk tahun 2025, mekanisme ini tidak lagi berlaku.

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) bersama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) akan melakukan sinkronisasi dan verifikasi data guru langsung dari Dapodik. Artinya, data yang ada di Dapodik menjadi satu-satunya acuan utama. Oleh karena itu, pastikan data Anda di Dapodik sudah valid dan ter-update.

Perbedaan Nominal dan Waktu Pencairan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Ini Kesempatan Terakhir Honorer Jalur Afirmasi Jadi PPPK, BKN Beri Ultimatum

Tahun Ini Kesempatan Terakhir Honorer Jalur Afirmasi Jadi PPPK, BKN Beri Ultimatum

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 12:18 WIB

R1, R2 dan R3 Jadi Prioritas Utama PPPK Paruh Waktu, BKN Ungkap Peluang R4 dan R5

R1, R2 dan R3 Jadi Prioritas Utama PPPK Paruh Waktu, BKN Ungkap Peluang R4 dan R5

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 10:34 WIB

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 2025, Pemerintah Perketat Validasi Data

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 2025, Pemerintah Perketat Validasi Data

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 06:49 WIB

Danantara Hapus Insentif Buat Direksi dan Bonus Komisaris BUMN

Danantara Hapus Insentif Buat Direksi dan Bonus Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 18:45 WIB

Jadi Komisaris dan Direksi BUMN Kini Tak Lagi Berdompet Tebal

Jadi Komisaris dan Direksi BUMN Kini Tak Lagi Berdompet Tebal

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 18:34 WIB

Danantara Larang Komisaris BUMN dapat Insentif, Rosan: Sesuai dengan Kontribusinya

Danantara Larang Komisaris BUMN dapat Insentif, Rosan: Sesuai dengan Kontribusinya

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×