Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tarif Trump Berlaku 7 Agustus 2025, IHSG Borpotensi Merana Hingga Akhir Tahun

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 04 Agustus 2025 | 14:59 WIB
Tarif Trump Berlaku 7 Agustus 2025, IHSG Borpotensi Merana Hingga Akhir Tahun
Kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) yang mulai berlaku pada 7 Agustus 2025 diprediksi akan menjadi sentimen negatif utama yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menghadapi tantangan berat di sisa tahun 2025. Kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) yang mulai berlaku pada 7 Agustus 2025 diprediksi akan menjadi sentimen negatif utama yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Mirae Asset Sekuritas Indonesia bahkan memproyeksikan IHSG dapat terperosok hingga level 6.900 di akhir tahun.

Menurut Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, kondisi makroekonomi dan pasar modal di semester II/2025 akan sangat menantang. Faktor utamanya adalah penerapan kembali kebijakan tarif dagang oleh Presiden AS, Donald Trump, yang diperkirakan akan memengaruhi signifikan aktivitas perdagangan global, termasuk Indonesia.

Namun, di tengah awan mendung sentimen negatif tersebut, Rully melihat adanya beberapa titik terang. Ia menyebutkan bahwa situasi saat ini bersifat "mixed" atau berimbang. 

Beberapa sentimen positif yang mampu menahan laju penurunan lebih dalam antara lain:

1. Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global: Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% untuk tahun 2025 dan 2026.

2. Penguatan Rupiah: Pelemahan dolar AS membuat nilai tukar rupiah menguat, memberikan kestabilan bagi perekonomian domestik.

3. Ruang Pemangkasan Suku Bunga: Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% lagi.

Rully memprediksi bahwa pemangkasan suku bunga ini akan berdampak positif pada beberapa sektor. Sektor emas dan perbankan akan menjadi dua sektor yang paling diuntungkan. Penurunan suku bunga acuan akan segera diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan, yang berpotensi mendorong kredit dan laba bank. Selain itu, instrumen obligasi juga akan menikmati angin segar karena pemangkasan suku bunga akan menekan imbal hasil (yield) dan mendorong kenaikan harga surat utang.

baca juga

Dengan sentimen yang saling berhadapan ini, Mirae Asset Sekuritas Indonesia tetap realistis dalam memproyeksikan IHSG. Meskipun ada sentimen positif yang menahan laju penurunan, dampak tarif dagang AS diperkirakan tetap dominan.

"Kami prediksi berlakunya tarif oleh Presiden AS Donald Trump akan membuat aktivitas perdagangan dunia akan terpengaruh signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Rully dalam paparannya di Jakarta, Senin (4/8/2025).

Perekonomian Indonesia, yang sempat menikmati surplus perdagangan tinggi berkat strategi front loading (mendorong aktivitas ekspor-impor di awal) untuk mengantisipasi tarif ini, diperkirakan akan merasakan imbasnya. Pada Mei dan Juni 2025, Indonesia mencatat surplus perdagangan masing-masing sebesar USD4,3 miliar dan USD4,1 miliar.

Meskipun demikian, dengan sentimen yang berimbang tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan menutup tahun 2025 di level 6.900. Angka ini mencerminkan optimisme yang berhati-hati di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan tarif dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat sebesar 19 persen berlaku mulai 7 Agustus 2025. Tarif tersebut juga telah diumumkan bersamaan dengan 92 negara lainnya.

“Sudah diumumkan (tarif) 92 negara, dan Indonesia kan seperti kita ketahui sudah selesai (sepakat) dan berlaku tanggal 7 (Agustus),” ujar Airlangga kepada wartawan, Senin (4/8/2025).

Menurutnya, tarif 19 persen yang didapatkan Indonesia merupakan salah satu yang terendah di kawasan Asia Tenggara, kecuali Singapura yang mendapat tarif hanya 10 persen dari AS.

“Seluruh negara ASEAN hampir selesai (negosiasi) dan negara-negara ASEAN,” kata dia.

Dengan besaran tarif tersebut, lanjut Airlangga, Indonesia masih memiliki peluang di pasar ekspor ke Amerika Serikat terutama dengan negara-negara kompetitor seperti Thailand dan India.

“Selama ini juga sama, punya competitiveness terhadap Thailand maupun Malaysia dan sektornya agak mirip tapi ada perbedaan juga, yang penting india agak tinggi sedikit,” jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo 'Takut' Trump? Pengamat Ungkap Alasan Indonesia 'Kalah' Soal Tarif Dagang AS

Prabowo 'Takut' Trump? Pengamat Ungkap Alasan Indonesia 'Kalah' Soal Tarif Dagang AS

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 11:43 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Saham COIN Jadi Primadona

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Saham COIN Jadi Primadona

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 09:19 WIB

Perdagangan IHSG Terjun 0,08 Persen Selama Sepekan Ini

Perdagangan IHSG Terjun 0,08 Persen Selama Sepekan Ini

Bisnis | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 12:26 WIB

Terkini

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

×