Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:21 WIB
Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Suara.com - Sebuah kabar menggembirakan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 mencapai angka impresif 5,12 persen secara tahunan.

Angka ini seolah menjadi oase di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, di balik angka optimisme itu, ada sebuah pemandangan ganjil yang memicu tanda tanya besar.

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang biasanya penuh senyum saat mengumumkan kabar baik ekonomi, justru tampil berbeda.

Wajahnya terlihat datar, bahkan cenderung menunduk, seolah tak ada sedikit pun kegembiraan yang terpancar. Gestur ini sangat kontras dengan pencapaian pertumbuhan di atas 5 persen yang biasanya disambut dengan penuh suka cita.

Sepanjang konferensi pers, Sri Mulyani tampak sibuk membaca berkas dan jarang sekali menatap ke arah kamera atau para wartawan. Ia berbicara dengan nada yang sangat normatif, jauh dari antusiasme seorang menteri yang sedang merayakan sebuah capaian penting. Gestur ini tentu saja memicu spekulasi dan pertanyaan besar: Ada apa dengan angka pertumbuhan 5,12 persen ini?

Biasanya, para pejabat tinggi ekonomi akan berlomba-lomba memaparkan detail dan optimisme. Namun kali ini, Menkeu hanya menjelaskan secara datar.

"Ini merupakan pertumbuhan... yang meskipun dalam situasi dinamika global yang masih memunculkan ketidakpastian. Dukungan utama dari konsumsi, aktivitas investasi serta ekspor," ujar Sri Mulyani, tanpa menunjukkan ekspresi bangga.

Dalam penjelasannya, Sri Mulyani memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi, investasi, dan ekspor. Ia juga menyebut aktivitas dunia usaha di sektor manufaktur, perdagangan, transportasi, serta akomodasi makan dan minum menunjukkan ekspansi yang baik.

Ia menekankan peran krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai 'jurus' pemerintah. "Pemerintah akan mengoptimalkan peranan APBN untuk terus mendukung perekonomian melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. APBN terus diandalkan untuk melakukan counter-cyclical terutama dalam jangka pendek untuk membuat optimisme," tegasnya.

baca juga

Menkeu juga menyoroti peran stimulus insentif pemerintah, khususnya diskon tarif PPN untuk transportasi saat libur Lebaran dan libur sekolah. Ia mengklaim kebijakan ini memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga daya beli masyarakat. "Tarif transportasi yang didiskon melalui PPN-nya yang diturunkan sehingga hari libur mampu menstimulus perekonomian dengan support APBN," pungkasnya.

Meskipun penjelasan Sri Mulyani terdengar lugas dan terstruktur, misteri di balik raut wajahnya yang 'datar' tetap menjadi pertanyaan. Apakah ada data lain yang tidak terlihat di permukaan, ataukah ada kekhawatiran tersembunyi yang membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya bersuka cita atas capaian pertumbuhan 5,12 persen ini? Publik menanti jawaban di balik ekspresi sang menteri.

Sebelumnya,

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025) mengatakan angka pertumbuhan ini melampaui ekspektasi banyak pihak dan menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.947 triliun. Atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 bila dibandingkan dengan triwulan II 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,12%," kata Edy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

Viral Lagi Video Sri Mulyani Soal Manfaat Dana Pajak, Netizen: Tidak Sesuai Realita

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:56 WIB

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:18 WIB

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Ulasan Buku Sindrom Penolong, Belajar Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah

Ulasan Buku Sindrom Penolong, Belajar Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

Polisi Malaysia Kirim Tim Investigasi Kejar Jaringan Narkoba Pilot KLIA di Jakarta

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren

Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Gokil dan Kreatif! 20 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian Dijamin Seru Abis!

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Tim 9 Bakal Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini di Rutan KPK

Tim 9 Bakal Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini di Rutan KPK

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:50 WIB

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Mengenal 5 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia

Mengenal 5 Tokoh Penting di Balik Lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:43 WIB

LBH Medan Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Mantan Istri Polisi

LBH Medan Minta Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Mantan Istri Polisi

Sumut | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:43 WIB

9 Sunscreen dengan Proteksi Blue Light untuk Pekerja Kantoran

9 Sunscreen dengan Proteksi Blue Light untuk Pekerja Kantoran

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:40 WIB

×