Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Sarbumusi Usai Bertemu Dasco: Belum Ada Kesepakatan Soal Nasib Sopir, Kami Minta Komitmen Tertulis

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:31 WIB
Sarbumusi Usai Bertemu Dasco: Belum Ada Kesepakatan Soal Nasib Sopir, Kami Minta Komitmen Tertulis
Irham Ali Saifuddin, Presiden Sarbumusi (kanan) serta Ketua Umum RBPI Ika Rostianti di sela-sela pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Senin (4/8/2025). [dok Sarbumusi]

Suara.com - Sarbumusi NU mengungkap fakta bahwa sebenarnya belum ada kesepakatan dengan DPR mengenai nasib sopir truk, setelah pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Senin (4/8) awal pekan ini.

Dialog antara perwakilan pengemudi dengan DPR RI mengenai nasib para sopir di Indonesia, ternyata masih berjalan alot.

Sebelumnya, Dasco menuturkan bahwa tim bersama akan dibentuk guna pemenuhan aspirasi para sopir dan pengusaha logistik di tengah pelarangan truk ODOL berkendara di jalanan.

Presiden Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama atau Sarbumusi NU, Irham Ali Saifuddin, menegaskan belum ada satu pun kesepakatan yang tercapai seusai pertemuan pihaknya dengan Dasco.

Dia menuturkan, masih menunggu adanya komitmen hitam di atas putih dari pemerintah sebelum memutuskan untuk terlibat dalam tim perumus kebijakan yang akan mengatur sektor transportasi pengemudi.

Meskipun ada tawaran dan permintaan maaf dari pimpinan DPR, Sarbumusi memilih untuk menahan diri hingga ada kejelasan substansi yang akan diperjuangkan.

"Pak Dasco sempat meminta maaf ke kami dan menawarkan kami untuk masuk tim perumus kebijakan. Secara prinsip kami tidak keberatan. Tapi kami belum membuat kesepakatan apapun," kata Irham, Rabu (5/8/2025).

Sikap hati-hati ini bukan tanpa alasan. Irham menegaskan, pihaknya menginginkan jaminan hukum yang kuat serta perlindungan yang komprehensif bagi para sopir.

Dia mengatakan, perlindungan itu harus hitam di atas putih dan berkekuatan hukum tetap, baik itu dalam bentuk rancangan undang-undang (RUU), peraturan pemerintah (PP), maupun produk hukum lainnya. Hal ini menjadi syarat mutlak sebelum mereka melangkah lebih jauh.

"Sebelum masuk tim, kami ingin mendapatkan kesepakatan tertulis beberapa hal. Di antaranya, harus dipastikan bahwa RUU atau PP atau aturan apapun itu harus memastikan klausul perlindungan bagi sopir, jaminan sosial, dan inklusi hak-hak mereka sebagai pekerja," tegasnya.

Selain jaminan substansi, Irham juga menyoroti masalah representasi dalam tim perumus yang rencananya akan dibentuk oleh DPR dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ia meminta agar Federasi RBPI Sarbumusi NU, yang mengklaim mewakili suara mayoritas sopir yang turun ke jalan, diberi peran sentral untuk memimpin tim tersebut, bukan sekadar menjadi pelengkap.

"Karena kami adalah gerakan besar, kami ingin nge-lead tim ini. Bukan kelompok sopir yang diundang di pagi hari. Karena kami mendapatkan masukan dari kawan-kawan sopir di seluruh Indonesia yang ikut aksi beberapa waktu lalu bahwa organisasi sopir yang diundang DPR dan Menhub pagi hari kemarin tidak mewakili mereka," ujarnya.

Kekecewaan ini muncul setelah DPR dan Kemenhub menggelar pertemuan dengan kelompok sopir lain tanpa melibatkan perwakilan dari Federasi RBPI Sarbumusi NU, yang selama ini aktif mengorganisir aksi massa.

"Kami ungkapkan kekecewaan karena DPR dan Kemenhub membuat pertemuan dengan sopir truk tapi tidak ada di antara kami. Padahal pihak pengemudi yang diundang tidak pernah ikut aksi," tegas Irham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Herman Khaeron: Pengibaran Bendera Anime Tak Relevan di Bulan Agustus

Herman Khaeron: Pengibaran Bendera Anime Tak Relevan di Bulan Agustus

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:04 WIB

Wamendag Sanggah Bendera 'One Piece' Ganggu Omzet Pedagang

Wamendag Sanggah Bendera 'One Piece' Ganggu Omzet Pedagang

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:56 WIB

Aparat Copot Bendera One Piece di Jaksel, Picu Debat Panas Soal Aturan dan Kebebasan Berekspresi

Aparat Copot Bendera One Piece di Jaksel, Picu Debat Panas Soal Aturan dan Kebebasan Berekspresi

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:51 WIB

Komnas HAM Buka Suara Soal Bendera One Piece: Bagian Kebebasan Berekspresi, Negara Harus Menjamin

Komnas HAM Buka Suara Soal Bendera One Piece: Bagian Kebebasan Berekspresi, Negara Harus Menjamin

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:37 WIB

Bukan One Piece, Ini 5 Bendera yang Dilarang Berkibar di Indonesia

Bukan One Piece, Ini 5 Bendera yang Dilarang Berkibar di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:58 WIB

Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT RI, Saat Budaya Pop Jadi Simbol Perlawanan dan Kritik Sosial

Bendera One Piece Berkibar Jelang HUT RI, Saat Budaya Pop Jadi Simbol Perlawanan dan Kritik Sosial

Your Say | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:42 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Fokus Jualan Pulsa Hingga Token Listrik, Bukalapak PHK 594 Karyawan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:46 WIB

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Aliansi Strategis Pertamina Dorong Teknologi dan Efisiensi Operasi Hulu Migas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:37 WIB

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:32 WIB

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:10 WIB

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:05 WIB