Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Indonesia Kebanjiran Berkah Tarif Trump, Perusahaan Asal China Ramai-ramai Mau Bangun Pabrik

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:47 WIB
Indonesia Kebanjiran Berkah Tarif Trump, Perusahaan Asal China Ramai-ramai Mau Bangun Pabrik
Ilustrasi kawasan industri.

Suara.com - Perusahaan asal China berbondong-bondong akan datang membuka pabrik di Indonesia. Hal Ini untuk menghindari tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang tinggi mencapai 30 persen.

Seperti dinukil Reuters, rencana perusahaan negeri tirai bambu itu setelah, Pendiri perusahaan konsultan lahan industri, Gao Xiaoyu, kebanjiran pesanan lahan untuk ekspansi operasional di Indonesia.

Perusahaan asal China itu memandang Indonesia mendapatkan tarif trump yang sedikit lebih rendah dibanding negara Asia Tenggara lainnya.

Adapun, Indonesia hanya mendapatkan tarif Trump sebesar 19 persen, sama dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand. Namun, tarif itu di bawah dari Vietnam yang mendapatkan tarif impor 20 persen.

Ilustrasi Kawasan Industri Strategis di IKN. [Ist]
Ilustrasi Kawasan Industri Strategis. [Ist]

Indonesia juga memiliki keunggulan dibanding negara Asia Tenggara lainnya, seperti memiliki jumlah konsumen yang lebih banyak.

"Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi hingga malam. Kawasan industri juga sangat sibuk," ujar Gao dikutip, Kamis (14/8/2025).

Untuk diketahui, Gao mendirikan perusahaan PT Yard Zeal Indonesia pada tahun 2021 dengan empat karyawan dan kini beranggotakan lebih dari 40 orang.

Selain itu, Gao melihat, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 5,12 persen pada kuartal kedua.

"Jika Anda dapat membangun kehadiran bisnis yang kuat di Indonesia, Anda pada dasarnya telah menguasai separuh pasar Asia Tenggara," kata Zhang Chao, produsen Tiongkok yang menjual lampu depan sepeda motor di Indonesia, pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia.

Sebelum Indonesia, Vietnam dan Thailand sudah berkah dari perang dagang antara China dan AS, di mana perusahaan China ramai-ramai ekspansi.

"Selalu ada sinergi ... dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang percaya diri untuk mendirikan usaha dengan mudah di Indonesia," ujar Mira Arifin, Country Head Bank of America untuk Indonesia.

"Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar dengan demografi muda yang dinamis, yang mendorong investor asing untuk segera membangun skala di negara ini," sambungnya.

Adapun, Investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia naik 6,5 persen year-on-year menjadi USD 8,2 miliar di Semester I Tahun 2025. Total investasi asing yang masuk ke RI juga tumbuh 2,58 persen selama periode yang sama menjadi 432,6 triliun rupiah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi Bahlil Kunjungi China Mau Kembangkan LNG

Misi Bahlil Kunjungi China Mau Kembangkan LNG

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:37 WIB

BRI Jadi Sponsor Utama BFF 2025, Buka Peluang Bisnis Fashion dan Beauty

BRI Jadi Sponsor Utama BFF 2025, Buka Peluang Bisnis Fashion dan Beauty

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:09 WIB

Tren Baru, Pengangguran di China Habiskan Uang Buat Pura-Pura Kerja

Tren Baru, Pengangguran di China Habiskan Uang Buat Pura-Pura Kerja

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:52 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB