Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daftar Daerah yang PBB-nya Naik Berlipat-lipat, Tarifnya Bikin Ngelus Dada

Ruth Meliana | Suara.com

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:10 WIB
Daftar Daerah yang PBB-nya Naik Berlipat-lipat, Tarifnya Bikin Ngelus Dada
ilustrasi PBB (Freepik)

Suara.com - Pati ternyata bukan satu-satunya daerah yang mengalami kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Selama bulan ini saja, sudah ada beberapa daerah protes sebagai bentuk penolakan kenaikan PBB yang berkali-kali lipat.

Beberapa demo sudah ada yang menunjukkan hasil, tetapi tidak sedikit pula yang mendapat pengabaian. Lantas, daerah mana saja yang PBB-nya naik?

Selain itu, berapa besar persentase kenaikan PBB di sejumlah daerah? Simak ulasan berikut untuk jawabannya.

1. Pati

Anda mungkin telah mendengar tentang Demo Pati, Jawa Tengah. Nah, demo tersebut dipicu oleh kebijakan Bupati Pati Sudewo yang sempat menaikkan PBB hingga 250 persen.

Meski sudah dibatalkan, namun PBB naik 250 persen itu terlanjur memicu gelombang kemarahan massa.

Unjuk rasa besar pada 13 Agustus 2025. Kala itu, massa yang memadati Alun-Alun Pati diperkirakan mencapai antara 85.000 hingga 100.000 orang.

Konflik memuncak ketika pihak berwenang menembakkan gas air mata, aparat keamanan melepaskan water cannon, dan sempat terjadi kerusuhan serta kendaraan terbakar.

Akhirnya, kenaikan pajak itu dibatalkan. DPRD juga langsung membentuk Pansus hak angket pemakzulan Bupati Sudewo sebagai reaksi politik atas penolakan publik yang masif.

2. Cirebon

Fenomena serupa juga terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Pelangi Cirebon menolak keras kenaikan PBB hingga 1.000 persen yang diatur oleh Perda Nomor 1 Tahun 2024.

Mereka menuntut pembatalan kebijakan tersebut dengan menggelar demo.

Warga juga menyampaikan aspirasi kepada DPRD, bahkan menuju ke level nasional dengan melayangkan permohonan ke Presiden serta Kementerian Dalam Negeri.

3. Kabupaten Semarang

Tidak kalah ramai, di Kabupaten Semarang, beberapa warga terkejut ketika melihat kenaikan nilai PBB mencapai 400 persen, terutama di wilayah strategis dan berkembang.

Kepala BKUD setempat menjelaskan bahwa lonjakan itu sebenarnya merupakan penyesuaian NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang terkonsolidasi dalam satu SPPT, bukan kenaikan menyeluruh.

Dari total 775.009 NOP (Nomor Objek Pajak), hanya sekitar 45.000 yang mengalami kenaikan. Sisanya tetap atau bahkan lebih rendah.

Penetapan NJOP itu dilakukan bersama BPN berdasarkan transaksi riil di lapangan.

4. Kabupaten Jombang

Sementara itu, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masyarakat merespons lonjakan pajak secara dramatis dengan aksi kreatif.

Mereka melakukan aksi simbolis membayar PBB menggunakan ratusan koin, mulai dari pecahan Rp200 hingga Rp1.000.

Seorang warga bernama Joko Fattah Rochim menceritakan, tagihan pajaknya melonjak dari sekitar Rp300 ribu ke lebih dari Rp1,2 juta.

Merespons gelombang protes ini, Bupati Warsubi menyatakan tidak akan menaikkan PBB lagi hingga tahun 2027. Bupati juga berjanji akan merevisi Perda yang dianggap membebani rakyat.

5. Kabupaten Bone

Di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bone, reaksi terhadap kenaikan PBB-P2 memuncak dalam bentuk aksi mahasiswa. Apalagi, kenaikan PBB dikabarkan mencapai 300 persen di Bone.

Bapenda sendiri sempat mengklarifikasi jika kenaikan PBB sebenarnya hanya sekitar 65 persen, bukan 300 persen seperti yang beredar. Namun tetap saja, tarif itu memicu gelombang protes dan ketegangan yang tinggi.

Mahasiswa dari HMI melakukan unjuk rasa di depan DPRD. Peristiwa sempat ricuh ketika massa mencoba masuk ke gedung.

Sementara itu, Ketua DPRD Bone menyatakan bahwa kebijakan kenaikan PBB masih dalam tahap pembahasan, serta berkomitmen untuk mengawal proses peninjauan ulang.

Para demonstran akhirnya membubarkan diri setelah dijanjikan adanya revisi, namun tetap siap kembali jika tuntutan tidak dipenuhi.

6. Lombok Timur

Di Lombok Timur, NTB, ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk memprotes kenaikan PBB tahunan yang mereka nilai memberatkan masyarakat.

Meski angka spesifiknya tidak disebutkan, protes di kantor bupati menjadi sorotan tajam akan respons pemda terhadap beban pajak rakyat.

Mengenai kenaikan PBB yang berlipat-lipat di sejumlah daerah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sudah memberikan perintah. Ia mengimbau agar kepala daerah tidak menaikkan pajak secara drastis yang membebani rakyat.

Menteri Tito Karnavian menekankan pentingnya proses penyesuaian NJOP secara bertahap dan komunikatif demi menghindari potensi konflik sosial. 

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dendam Masa Lalu, Lia 3 Srigala Girang Bupati Pati Sudewo Dituntut Mundur

Dendam Masa Lalu, Lia 3 Srigala Girang Bupati Pati Sudewo Dituntut Mundur

Entertainment | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 11:25 WIB

Aksi 'Agak Laen' Mahasiswa Pati Dukung Kenaikan Pajak, Digeruduk Netizen: Sampah Masyarakat!

Aksi 'Agak Laen' Mahasiswa Pati Dukung Kenaikan Pajak, Digeruduk Netizen: Sampah Masyarakat!

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 10:15 WIB

Sudewo Makin Terjepit! 5 Fakta Terbaru Hak Angket Bupati Pati yang Bikin Geger Senayan

Sudewo Makin Terjepit! 5 Fakta Terbaru Hak Angket Bupati Pati yang Bikin Geger Senayan

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 10:09 WIB

Kursi Bupati Pati Makin Panas: Dasco Kasih Kode, Gerindra Siap Evaluasi Sudewo?

Kursi Bupati Pati Makin Panas: Dasco Kasih Kode, Gerindra Siap Evaluasi Sudewo?

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 09:59 WIB

Terkini

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:59 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:41 WIB