Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:49 WIB
Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Pasar Rau, Kota Serang, Banten. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Bappanas (Badan Pangan Nasional) Arief Prasetyo Adi Pemerintah Kota Serang, dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan ke Pasar Rau, Kota Serang, Banten. Kunjungan ini bertujuan memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan optimal serta memastikan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, tetap stabil.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa Pasar Rau merupakan salah satu barometer harga pangan di Serang. Ia menegaskan, hasil pantauan langsung menunjukkan harga sejumlah komoditas pokok relatif stabil.

"Kalau kita lihat tadi, harga bawang merah dan cabai yang dulu sempat melonjak tinggi kini stabil. Begitu juga dengan harga beras yang relatif stabil. Tadi mereka juga menyampaikan bahwa salah satu yang membuat harga beras stabil karena adanya intervensi beras SPHP dari Bulog. Ada paket 5 kg dengan harga Rp60.000 yang artinya Rp12.500 per kilogram, yang membuat harganya masih bisa (di bawah) Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Tito.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa Bulog memastikan distribusi beras SPHP berjalan masif dan lancar di seluruh Indonesia. Hal ini sesuai arahan Bappanas dan Rakortas dalam menjaga stabilitas harga beras.

"Bulog menyalurkan beras SPHP melalui tujuh jalur, mulai dari pedagang pengecer di pasar, koperasi Desa Merah Putih, instansi pemerintah termasuk TNI/Polri, ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, Hypermart, hingga kerja sama dengan BUMN dan pemerintah daerah melalui BUMD," jelas Ahmad Rizal.

Hingga 20 Agustus 2025, Bulog telah menyalurkan sekitar 45.000 ton beras SPHP, dengan rata-rata distribusi 6.000-7.000 ton per hari. Untuk menjamin kualitas, Bulog secara rutin melakukan fumigasi, pemeliharaan gudang, hingga pengawasan ketat agar beras yang disalurkan tetap bersih, sehat, dan aman dikonsumsi.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal memastikan stok cadangan beras nasional sangat aman.

"Stok (beras SPHP)  yang menjadi tanggung jawab Bulog mencapai 1,3 juta ton. Selain itu, kita juga memiliki cadangan beras nasional 3,9 juta ton. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog akan menyalurkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

Dalam penyaluran, Bulog juga menerapkan sistem pengendalian melalui aplikasi Klik SPHP agar distribusi beras tepat sasaran dan mencegah praktik penimbunan. Sinergi bersama pemerintah daerah melalui BUMD juga terus diperkuat untuk memperlancar distribusi hingga tingkat lokal.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah bersama Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar, khususnya di tengah belum mulainya masa panen.

Sebagai informasi, Perum Bulog kembali mendapatkan penugasan penyaluran beras SPHP untuk menjaga gejolak harga beras di pasar. Penugasan ini tertuang dalam Surat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025.

Adapun program beras SPHP sendiri berlangsung dari Juli hingga Desember 2025, dengan target total 1,3 juta ton dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke seluruh wilayah Indonesia.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:52 WIB

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:10 WIB

Kemendagri Desak Bulog Segera Salurkan Beras ke Mayarakat, Jangan Disimpan di Gudang Terus!

Kemendagri Desak Bulog Segera Salurkan Beras ke Mayarakat, Jangan Disimpan di Gudang Terus!

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Gerakan Pangan Murah, Mendagri Tito Apresiasi Sinergi Bulog dan Polri

Gerakan Pangan Murah, Mendagri Tito Apresiasi Sinergi Bulog dan Polri

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Beras Murah Masih Minim Disalurkan, Pedagang Pasar Tak Bisa Pakai Aplikasi Jadi Biang Kerok?

Beras Murah Masih Minim Disalurkan, Pedagang Pasar Tak Bisa Pakai Aplikasi Jadi Biang Kerok?

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:37 WIB

Terkini

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:55 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB