Krisis Pasokan Gas Murah Buat Industri Makin Resah

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 25 Agustus 2025 | 11:40 WIB
Krisis Pasokan Gas Murah Buat Industri Makin Resah
Ilustrasi. Keluhan industri soal kelangkaan pasokan gas murah dan kebijakan kuota yang memberatkan kini mendapat sorotan tajam dari para ahli. Foto ist.

Suara.com - Keluhan industri soal kelangkaan pasokan gas murah dan kebijakan kuota yang memberatkan kini mendapat sorotan tajam dari para ahli. Para ekonom dan mantan pejabat pemerintah sepakat bahwa masalah ini mengancam ketahanan industri nasional.

Mereka mendesak pemerintah untuk segera bertindak strategis, bukan hanya di level kebijakan, tetapi juga di tingkat operasional.

Ignatius Warsito, Staf Ahli Menteri Perindustrian periode 2021-2024, menegaskan bahwa Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sejak awal dirancang untuk memperkuat industri. Ia menyayangkan jika kebijakan ini terhenti hanya karena kendala pasokan. "RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) Gas Bumi untuk kebutuhan dalam negeri penting diperkuat dengan situasi global, perang dagang AS-Tiongkok dan konflik di Timur Tengah," tegasnya dikutip Senin (25/8/2025).

Menurut Warsito, kriteria penerima HGBT tak bisa hanya soal fiskal, namun juga harus mempertimbangkan produktivitas, jaminan pasokan, dan strategi hilirisasi.

Senada dengan Warsito, Michael Baskoro, mantan Direktur Pengusahaan Perusahaan Gas Negara (PGN), menguatkan pandangan bahwa akar masalah ada pada penurunan pasokan gas domestik.

"PGN hanya berperan sebagai wholesaler, bukan produsen gas. Jadi akar masalah sebenarnya ada pada declining supply gas domestik," serunya. Baskoro menambahkan, impor LNG adalah opsi realistis jangka pendek, meski harganya mahal, mencapai USD 14-16 per MMBTU.

Musthofa, mantan Tenaga Ahli Menteri ESDM, juga mengkritisi masalah pasokan yang menurun dan mendesak solusi berpihak pada industri nasional. Ia bahkan menyoroti alokasi gas. Menurutnya, gas dari Jawa Timur seharusnya bisa dialihkan untuk menutup kebutuhan besar di Jawa Barat. "Jangan dipakai untuk proyek Metanol di Jawa Timur... ini keputusan yang perlu dipertimbangkan kembali," pungkas Musthofa, menyoroti adanya ketidakselarasan dalam prioritas alokasi.

Para ahli sepakat, masalah ini hanya bisa diselesaikan di level tertinggi. Musthofa menekankan, solusi untuk masalah kekurangan gas adalah mengalihkan alokasi LNG yang diekspor untuk kebutuhan dalam negeri. "Solusinya hanya bisa dilakukan oleh high level pemerintah," tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII), Sripeni Inten Cahyani, mendukung langkah hilirisasi batubara menjadi metanol dan DME. Ia melihat ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi beban impor metanol yang besar dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

baca juga

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah berjanji akan mendalami persoalan ini.

"Nanti HGBT kita akan dalami lagi, karena tentu kita akan melihat suplai gas terhadap industri, ketersediaan suplai gas," kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Sabtu (23/8/2025).

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga sedang meninjau rencana tambahan produksi gas oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Blak-blakan WTO Dukung RI dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa

Menko Airlangga Blak-blakan WTO Dukung RI dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 16:26 WIB

Dinilai Serakahnomics, CHED ITB-AD Ungkap Praktik Eksploitasi Industri Rokok ke Kelompok Rentan

Dinilai Serakahnomics, CHED ITB-AD Ungkap Praktik Eksploitasi Industri Rokok ke Kelompok Rentan

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:57 WIB

Krisis Pasokan Gas Murah Hantam Industri, Menko Airlangga Buka Suara Usai Pelaku Usaha Teriak PHK!

Krisis Pasokan Gas Murah Hantam Industri, Menko Airlangga Buka Suara Usai Pelaku Usaha Teriak PHK!

Bisnis | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:52 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×