Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gimana Kabar Rencana Ubah Perum Jadi BUMN? Pemerintah Mau Tarik Dividen

Achmad Fauzi

Senin, 25 Agustus 2025 | 12:52 WIB
Gimana Kabar Rencana Ubah Perum Jadi BUMN? Pemerintah Mau Tarik Dividen
Wamen BUMN Tiko Kartika Wirjoatmodjo (tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Suara.com - Kementerian BUMN tengah berencana mengubah status perum menjadi BUMN. Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa menarik dividen dari perusahaan yang masih berstatus Perum.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, rencana pengubahan status menjadi perum itu masih berjalan. Ia menargetkan, rencana ini mulai berlangsung sebulan ke depan.

"Lagi berjalan, lagi berjalan perum, nanti mungkin sebulan lagi ktia selesaikan perum-perum termasuk Antara nanti," ujarnya saat ditemui di Antara Heritage Center, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Logo BUMN (Wikipedia)
Logo BUMN (Wikipedia)

Pria yang akrab disapa Tiko ini melanjutkan, pemerintah juga tengah mengkaji dasar hukum Perum yang telah berganti status menjadi BUMN untuk masuk dalam pengelolaan BPI Danantara.

 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengupayakan dividen BUMN yang berlabel perusahaan umum (perum) untuk menjadi pendapatan negara.

Menurutnya, upaya ini imbas dari dividen pelat merah yang akan dikelola dan diinvestasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

"Kita lagi coba hitung kembali, kan tadi yang saya sampaikan. Bahwa kalau Danantara sudah punya dividen dikelola untuk investasi masa depan, ya kebetulan masih ada sisa (dividen Perum) di kita ya tidak ada salahnya kan kita kontribusi kepada keuangan negara. Kalau nanti tiba-tiba kita bisa sumbang Rp 1 triliun," ujarnya.

Namun sayangnya, Erick tidak menyebut berapa potensi yang didapat pemerintah dari dividen perum. Akan tetapi, upaya ini untuk menambal pos pendapatan negara dari dividen BUMN yang telah beralih ke Danantara.

"Nah, jadi kurang lebih kalau misalnya nanti ada dividen Rp 900 miliar, tadi penggunaan kita Rp 600 miliar, nanti Rp 300 miliar kita dividenkan kepada pemerintah. Belum, indikasi yang kita lihat juga kemungkinan perum-perum ini juga memberikan dividen. Nah, artinya nanti kita berikan juga ke pemerintah," imbuh dia.

baca juga

Dividen itu, bilang Erick, baru akan dikoleksi oleh pemerintah mulai tahun 2026 mendatang. Namun, diperkirakan nominal yang bisa ditarik mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kayaknya 2025 ini belum ya. Nah, ini kan nanti mungkin di tahun depan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dongkrak Ekonomi Pesisir, BUMN Ini Genjot Konservasi Mangrove dengan Libatkan Ratusan Petani Lokal

Dongkrak Ekonomi Pesisir, BUMN Ini Genjot Konservasi Mangrove dengan Libatkan Ratusan Petani Lokal

Bisnis | Senin, 25 Agustus 2025 | 11:33 WIB

Sidak Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog

Sidak Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:27 WIB

Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton

Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:16 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB