Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Terungkap Alasan Mengejutkan di Balik Kerugian Maskapai China

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:36 WIB
Terungkap Alasan Mengejutkan di Balik Kerugian Maskapai China
Pesawat terbang Air China. [Shutterstock]

Suara.com - Dua maskapai penerbangan terbesar China mengalami kerugian besar dan hal itu terjadi pada laporan keuangan pada semester pertama yang merugi.

Rinciannya, maskapai penerbangan utama Air China melaporkan kerugian bersih sebesar 252 juta dolar AS.

Angka ini 35 persen lebih rendah dibandingkan kerugian sebesar 2,78 miliar yuan pada tahun sebelumnya.

Dilansir CNN International, Jumat (29/8/2025), China Southern Airlines yang berbasis di Guangzhou juga mencatat kerugian sebesar 1,5 miliar yuan.

Adapun nilainya 64 persen lebih rendah dari kerugian 4,21 miliar yuan pada periode yang sama pada tahun 2024.

Sementara itu, maskapai penerbangan tersebut menyalahkan kerugian tersebut pada ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Kereta api - ilustrasi aturan perjalanan di libur natal dan tahun baru sesuai inmendagri terbaru. (Pixabay/shutterbug)
Ilustrasi kereta api. (Pixabay/shutterbug)

Apalagi, semakin banyaknya wisatawan yang sensitif terhadap harga dan persaingan dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi China yang terus berkembang.

Lalu, ketidakpastian geopolitik dan pemulihan yang lambat dalam lalu lintas internasional premium juga telah merugikan pendapatan.

Padahal, musim panas biasanya menawarkan kelegaan bagi maskapai penerbangan.

Sekolah memulai liburan pada awal Juli, mengawali musim puncak yang sering kali menghasilkan penjualan yang melimpah selama dua bulan.

Namun, per 24 Agustus, tarif rata-rata untuk tiket domestik dengan tanggal keberangkatan pada bulan Juli dan Agustus adalah 788 yuan, atau sekitar 110, dolar AD turun 3,7 persdn dari tahun lalu dan 10,6 persen di bawah level tahun 2019.

Lalu, kapasitas internasional telah kembali ke 93 persen dari tingkat sebelum COVID, tetapi analis mengatakan imbal hasil masih rendah.

Dalam hal ini, Li Hanming, analis penerbangan independen yang berbasis di AS, mengatakan paruh kedua tahun ini akan tetap menantang bagi tiga maskapai besar China.

"Masalah yang mendasarinya masih belum terselesaikan. Karena tidak adanya penerbangan antarbenua jarak jauh, sebagian besar ke Amerika Utara. Padahal, China menghadapi kelebihan pasokan yang signifikan dan persaingan yang ketat pada penerbangan domestik dan internasional jarak pendek intra-APAC," katanya.

Sementara maskapai global telah kembali meraih profitabilitas, tiga maskapai besar China masih merugi. Sehingga mereka menjadi yang tertinggal dalam pemulihan pasca-COVID.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Perang Dagang, Maskapai Asal China Mulai Kembalikan Pesawat Boeing 737 MAX

Imbas Perang Dagang, Maskapai Asal China Mulai Kembalikan Pesawat Boeing 737 MAX

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 16:04 WIB

Indonesia Air Belum Dapat Lampu Hijau Kemenhub, Menhub: Surat Pengajuan Belum Ada!

Indonesia Air Belum Dapat Lampu Hijau Kemenhub, Menhub: Surat Pengajuan Belum Ada!

Bisnis | Jum'at, 14 Maret 2025 | 14:17 WIB

Baru Seumur Jagung! BBN Airlines Tutup Semua Rute Penerbangan Domestik di Indonesia

Baru Seumur Jagung! BBN Airlines Tutup Semua Rute Penerbangan Domestik di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 08 Maret 2025 | 11:33 WIB

InJourney Airport Ikut Turunkan Tarif yang Dibebankan ke Penumpang-Maskapai 50 Persen

InJourney Airport Ikut Turunkan Tarif yang Dibebankan ke Penumpang-Maskapai 50 Persen

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 08:45 WIB

Begini Strategi Emiten GIAA Menuju Maskapai Hijau

Begini Strategi Emiten GIAA Menuju Maskapai Hijau

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2025 | 08:46 WIB

Sampai Gebrak Meja! Mantan Bos Garuda Ungkap Maskapai Tidak Peduli Penumpang Meski Penerbangan Delay

Sampai Gebrak Meja! Mantan Bos Garuda Ungkap Maskapai Tidak Peduli Penumpang Meski Penerbangan Delay

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?

Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:29 WIB

Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme

Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berlabel BUMN

Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berlabel BUMN

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:54 WIB

Mendag Tegaskan Izin Ekspor Masih di Kemendag, Bukan Wewenang Danantara

Mendag Tegaskan Izin Ekspor Masih di Kemendag, Bukan Wewenang Danantara

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:44 WIB

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:37 WIB

Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!

Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 14:05 WIB

BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026

BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:49 WIB

PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM

PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:37 WIB

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB