Ada Rentetan Demo, Kemenko Ekonomi: Yang Penting Damai, Jangan Sampai Bikin Investor Kabur

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 15:07 WIB
Ada Rentetan Demo, Kemenko Ekonomi: Yang Penting Damai, Jangan Sampai Bikin Investor Kabur
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa situasi yang kondusif dan damai menjadi kunci utama agar gejolak sosial ini tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor. Foto Suara.com
Baca 10 detik
  • Kemenko Perekonomian menyebut situasi yang kondusif dan damai menjadi kunci utama
  • Aspirasi masyarakat sudah dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah.
  • Fundamental ekonomi Indonesia, menurutnya, masih sangat kuat.

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa situasi yang kondusif dan damai menjadi kunci utama agar gejolak sosial ini tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.

Hal itu dikatakan Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso merespons rentetan demo yang terjadi di Jakarta sepanjang pekan ini.

Susi panggilan akrabnya berharap rangkaian demo yang terjadi dapat segera berakhir. Ia menyebut, aspirasi masyarakat sudah dicatat dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta masyarakat tetap tenang menjadi landasan bagi pemerintah untuk memastikan situasi terkendali.

Aksi massa yang belakangan terjadi sempat membuat pasar keuangan merespons negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terpantau melemah. Susiwijono mengakui pergerakan ini wajar, namun ia menilai itu hanya respons jangka pendek. Fundamental ekonomi Indonesia, menurutnya, masih sangat kuat.

"Kita berharap kondisi bisa segera membaik agar stimulus ekonomi yang sudah digelontorkan dapat memberi dampak positif terhadap pertumbuhan kuartal III-2025. Target kita kuartal ini harus lebih tinggi, waktunya tinggal sebulan lagi," jelas Susiwijono.

Pemerintah berjanji akan terus memastikan berbagai program ekonomi berjalan sesuai rencana, terlepas dari gejolak yang terjadi di lapangan. Stimulus fiskal, belanja negara, hingga program prioritas akan tetap digulirkan agar target pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 tercapai.

Susiwijono menegaskan, pemerintah tidak ingin gejolak sosial ini berlarut-larut hingga mengganggu roda perekonomian nasional yang sudah mulai membaik. Stabilitas politik dan keamanan menjadi modal utama agar program-program ekonomi dapat berjalan efektif, dan pada akhirnya, mendatangkan manfaat bagi seluruh masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?