Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Ekonomi Sirkular: Limbah Rumah Tangga Kini Bisa Diolah Pupuk Organik Cair

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 01 September 2025 | 09:30 WIB
Ekonomi Sirkular: Limbah Rumah Tangga Kini Bisa Diolah Pupuk Organik Cair
Ilustrasi sampah rumah tangga / sampah dapur / sampah organik

Suara.com - Limbah sampah rumah tangga kini tidak lagi hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui program MESATUA BALI (Mengelola Sampah untuk Alam Bali Lestari), PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Bali PLTG Gilimanuk berhasil mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai guna, termasuk pupuk organik cair multiguna.

Dalam implementasinya, limbah organik seperti sampah rumah tangga dan industri rumahan diolah menjadi pupuk organik cair.

Sementara itu, limbah anorganik berupa diapers dimanfaatkan sebagai media tanam untuk pembibitan buah dan sayur.

Pupuk organik cair hasil produksi kelompok petani KUB Sarimulyo, Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy Adrikni Sadikin)
Pupuk organik cair hasil produksi kelompok petani KUB Sarimulyo, Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy Adrikni Sadikin)

Kedua proses ini memanfaatkan sisa produksi perusahaan berupa air reject demineralisasi, yang menjadikan program ini sebagai terobosan pertama di Kabupaten Jembrana.

"Kami di PLN Indonesia Power percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun masa depan bersama, dari desa hingga dunia," ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta seperti dikutip, Senin (1/9/2025).

Program ini telah melibatkan 13 anggota kelompok Suketeki, memberikan manfaat bagi 65 petani dari 5 Gapoktan, serta membuka lapangan kerja bagi 34 pemuda lokal.

Dukungan pemerintah daerah pun terwujud lewat Pararem Desa Adat Nomor 1 Tahun 2025 yang memperkuat kebijakan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Selain memberi manfaat ekonomi, MESATUA BALI juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran lewat modul edukasi 'Zero Waste Komunitas' serta kunjungan dari sekolah dan akademisi.

Program ini bahkan berkolaborasi dengan TPA Ash-Shiddiqiyyah di Bali melalui inisiatif TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang fokus pada edukasi gizi seimbang, penanaman buah dan sayur dengan media tanam diapers, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Organik Dinilai Bisa Tingkatkan Produktivitas Pagi Hingga Lestarikan Lingkungan

Pupuk Organik Dinilai Bisa Tingkatkan Produktivitas Pagi Hingga Lestarikan Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 21:07 WIB

Pupuk Organik Turrima dari Sragen Suburkan Bumi Kamerun

Pupuk Organik Turrima dari Sragen Suburkan Bumi Kamerun

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2024 | 17:33 WIB

Himpo Jamin Ketersediaan Satu Juta Ton Pupuk Organik Bersubsidi di 2024

Himpo Jamin Ketersediaan Satu Juta Ton Pupuk Organik Bersubsidi di 2024

Bisnis | Kamis, 07 Desember 2023 | 14:11 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

Bank Jago Perkuat Aplikasi, Fitur Kantong dan Investasi Terintegrasi Makin Lengkap

Bank Jago Perkuat Aplikasi, Fitur Kantong dan Investasi Terintegrasi Makin Lengkap

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:58 WIB

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 07:29 WIB