Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Unilever Akan Copot Puluhan Petinggi, Bagian dari Perombakan Besar-besaran

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 September 2025 | 14:28 WIB
Unilever Akan Copot Puluhan Petinggi, Bagian dari Perombakan Besar-besaran
Unilever akan memangkas puluhan petingginya sebagai bagian dari perombakan perusahaan. Foto: Logo Unilever. [Unilever.co.id]
Baca 10 detik
  • Unilever akan pangkas 25 persen dari petingginya yang dinilai punya performa medioker.
  • Unilever akan lebih fokus ke produk kencantikan dan perawatan.
  • Akan fokus ke Amerika Serikat dan India.

Suara.com - Bos Unilever Fernando Fernandez berencana mencopot sekitar 200 manajer top di perusahaan itu, setelah ia menilai produsen barang konsumsi itu sudah kehilangan fokus.

Fernandez, yang mulai menjabat sebagai CEO Unilever pada Februari lalu, mengatakan pihaknya sedang mengevaluasi para manajer satu per satu dan sekitar 50 di antaranya akan diganti.

Dalam pidatonya di acara Barclays Global Consumer Staples Conference di Boston, Amerika Serikat pada pekan ini, Fernandez bilang para manajer yang akan dicopot dan diganti itu memiliki kualitas "medioker".

"Apa mereka cukup bagus? Apa kinerja mereka sudah di level yang layak didapatkan oleh Unilever?" kata Fernandez yang menilai bahwa kinerja Unilever belakangan tidak konsisten, setelah fokus terganggu akibat upaya akuisisi oleh Kraft Heinz pada 2017 silam.

"Kami melenceng dari fokus seharusnya, yakni pertumbuhan volume," terang dia dilansir dari Financial Times.

Fernandez disebut berencana menggeser fokus Unilever ke produk kecantikan dan perawatan, dari tadinya lebih banyak di sektor makanan.

Termasuk dalam rencana ini membentuk perusahaan baru untuk menaungi bisnis es krim Unilever, yang membawahi Magnum dan Ben & Jerry's. 

Merek yang disebut terakhir itu sedang menjadi batu sandungan sendiri bagi Unilever, karena para pendiri serta petingginya mendukung perjuangan bangsa Palestina dari kekejaman Israel. Unilever sendiri dituding mendukung zionis Israel dan banyak diboikot di Indonesia.

Rencana pencopotan para manajer Unilever oleh Fernandez ini dinilai masih bagian dari perombakan besar-besaran di perusahaan multinasional tersebut.

Pada awal tahun ini, Unilever sudah melakukan PHK terhadap 7500 karyawan di seluruh dunia. Sementara Fernandez mengungkapkan, 18 persen dari pekerja level menengah ke atas sudah dipangkas dalam 18 bulan terakhir.

Selain itu Fernandez memastikan bahwa perusahaan tidak akan mengeluarkan sepeser pun uang untuk merger atau akuisisi, kecuali di dunia negara yakni AS dan India. Dua negara ini merupakan mesin pertumbuhan utama Unilever saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yahya Minta Maaf! PBNU Kecolongan Undang Akademisi Pro-Zionis Israel

Gus Yahya Minta Maaf! PBNU Kecolongan Undang Akademisi Pro-Zionis Israel

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:12 WIB

Unilever Copot Bos Es Krim Pendukung Gaza, Pangkas Sumbangan untuk Palestina

Unilever Copot Bos Es Krim Pendukung Gaza, Pangkas Sumbangan untuk Palestina

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 21:14 WIB

Bentuk Komitmen pada Pemegang Saham, Unilever Indonesia Bagi Dividen Penuh 99,7%

Bentuk Komitmen pada Pemegang Saham, Unilever Indonesia Bagi Dividen Penuh 99,7%

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:52 WIB

Unilever Indonesia Rombak Bisnis dan Pertajam Fokus di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap

Unilever Indonesia Rombak Bisnis dan Pertajam Fokus di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2025 | 14:37 WIB

Belum Termasuk PPN, Unilever Jual Bisnis Es Krim Rp7 Triliun ke Magnum Indonesia

Belum Termasuk PPN, Unilever Jual Bisnis Es Krim Rp7 Triliun ke Magnum Indonesia

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB