Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mengenal Ronkb: Platform Trading Terbaru, Klaim Arsitektur Responsif

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 12 September 2025 | 06:20 WIB
Mengenal Ronkb: Platform Trading Terbaru, Klaim Arsitektur Responsif
Ronkb
Baca 10 detik
  • Ronkb mengimplementasikan arsitektur trading responsif generasi baru.
  • Sistem ini mampu mengatasi masalah teknis seperti keterlambatan transaksi.
  • Arsitektur baru ini mengandalkan tiga mekanisme utama untuk stabilitas.

Suara.com - Belakangan ini, banyak platform trading aset digital mengalami masalah teknis, seperti keterlambatan pencocokan transaksi dan kemacetan sistem.

Menyikapi tantangan tersebut, Ronkb, sebuah exchange yang berfokus pada teknologi, mengumumkan implementasi arsitektur trading responsif generasi baru.

Menurut Aditya Pratama, Public Relations Officer Ronkb Block Exchange Inc, sistem inovatif ini telah berhasil mempertahankan respons dalam hitungan milidetik, bahkan saat diuji coba di bawah tekanan pasar ekstrem.

Keunggulan ini memberikan dukungan sistem yang sangat stabil bagi para pengguna.

Tiga Pilar Arsitektur Responsif Ronkb

Arsitektur trading responsif ini merupakan hasil rekonstruksi total dari sistem tradisional. Sistem ini mengandalkan tiga mekanisme inti yang bekerja secara sinergis:

Berbasis Peristiwa (Event-based): Sistem ini mampu mendeteksi pergerakan harga, pengiriman order masif, hingga volatilitas aset secara real-time.

Setiap permintaan transaksi diperlakukan sebagai peristiwa independen dan didistribusikan ke modul-modul terpisah (pencocokan transaksi, kliring, manajemen risiko) melalui event stream bus.

Dengan demikian, tidak ada penumpukan data yang menyebabkan keterlambatan, sehingga penjadwalan dinamis dapat berjalan optimal.

Jalur Paralel: Mekanisme ini memungkinkan proses inti dipecah menjadi beberapa jalur yang terpisah, mendukung eksekusi multi-thread secara bersamaan.

Baik transaksi frekuensi tinggi oleh investor ritel maupun order besar dari institusi dapat diproses secara simultan, meningkatkan kapasitas throughput sambil tetap menjaga keadilan dalam pencocokan transaksi.

Umpan Balik Asinkron: Komponen ini memisahkan konfirmasi permintaan dari umpan balik hasil, memungkinkan pemrosesan order berjalan lebih cepat dan efisien.

Mekanisme ini juga menghindari risiko hambatan tunggal dan mendukung fitur rollback untuk percobaan ulang yang tertunda, memberikan perlindungan mendasar bagi keamanan sistem. 

Aditya menegaskan bahwa inovasi ini sukses mengatasi masalah skalabilitas dan keterlambatan respons yang selama ini menjadi tantangan di industri.

Dengan pasar global yang terhubung dan likuiditas aset yang dapat berubah seketika, kemampuan sistem untuk merespons dengan cepat menjadi tolok ukur utama bagi sebuah platform trading.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Kerja Apa? Pernah Pamer Untung Rp13 M di Usia Muda

Yudo Anak Purbaya Yudhi Sadewa Kerja Apa? Pernah Pamer Untung Rp13 M di Usia Muda

Lifestyle | Selasa, 09 September 2025 | 19:18 WIB

Literasi Keuangan Jadi Tantangan Trading Forex di Tengah Peningkatan Jumlah Investor

Literasi Keuangan Jadi Tantangan Trading Forex di Tengah Peningkatan Jumlah Investor

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 09:38 WIB

Tanggal 18 Agustus 2025 Perdagangan Saham Libur? Ini Kata BEI

Tanggal 18 Agustus 2025 Perdagangan Saham Libur? Ini Kata BEI

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 17:25 WIB

Apa Itu Trading Forex? Kenali Risikonya Sebelum Tergoda Keuntungan Cepat

Apa Itu Trading Forex? Kenali Risikonya Sebelum Tergoda Keuntungan Cepat

Bisnis | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 17:59 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB