Harga Emas Antam Naik Lagi, Ada 'Sihir' Kebijakan The Fed di Balik Harganya

Chandra Iswinarno | Suara.com

Selasa, 23 September 2025 | 12:37 WIB
Harga Emas Antam Naik Lagi, Ada 'Sihir' Kebijakan The Fed di Balik Harganya
Ilustrasi harga emas Antam. Pada perdagangan Selasa (23/9/2025) harga emas Antam naik tipis dibanding hari sebelumnya. [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU/pri]
  • Harga emas Antam pada 23 September 2025 naik tipis menjadi Rp2.213.000 per gram dari hari sebelumnya.
  • Kenaikan ini didorong oleh faktor eksternal seperti ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan pelemahan nilai tukar Dolar AS.
  • Ketidakpastian ekonomi global turut menjaga permintaan emas sebagai aset aman (safe haven).

Suara.com - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini. 

Kenaikan tipis ini menandakan minat investor terhadap logam mulia masih terjaga kuat, terutama di tengah ekspektasi pasar global terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Pada Selasa (23/9/2025), harga satu gram emas Antam berada di level Rp2.213.000. 

Angka ini naik sebesar Rp1.000 dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya, Senin (22/9/2025), yang berada di angka Rp2.212.000 per gram.

Analisis: 'Sihir' The Fed dan Pelemahan Dolar

Faktor utama di balik kilaunya harga emas saat ini berasal dari sentimen pasar global. 

Pelaku pasar berekspektasi tinggi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan segera memangkas suku bunga acuannya.

Mengapa ini penting?

Hal ini karena rendahnya suku bunga, sehingga berinvestasi emas  menjadi menarik.

Sebab, ketika suku bunga turun, imbal hasil dari aset seperti obligasi menjadi kurang menarik.

Investor pun cenderung mengalihkan dananya ke emas, yang dianggap lebih prospektif di lingkungan suku bunga rendah.

Selain itu, melemahnya Dolar AS juga menjadi pertimbangan lainnya.

Prospek penurunan suku bunga secara langsung menekan nilai tukar dolar AS.

Kondisi tersebut terjadi harga emas global diperdagangkan dalam dolar, pelemahan mata uang ini membuat emas menjadi lebih murah bagi investor di luar AS, sehingga permintaan global meningkat.

Kenaikan harga emas internasional inilah yang kemudian terefleksi langsung pada harga emas Antam di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Harganya Paling Mahal Hari Ini Tembus Rp 2.164.000 per Gram

Emas Antam Harganya Paling Mahal Hari Ini Tembus Rp 2.164.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 09:37 WIB

Didorong Keputusan The Fed, Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Didorong Keputusan The Fed, Harga Emas Antam Kembali Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 20:02 WIB

Emas Antam Harganya Masih Tinggi Dibanderol Rp 2.123.000 per Gram

Emas Antam Harganya Masih Tinggi Dibanderol Rp 2.123.000 per Gram

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 08:46 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB