Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Peralatan Konstruksi Tambang di Indonesia Terus Alami Peningkatan

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 24 September 2025 | 16:26 WIB
Pasar Peralatan Konstruksi Tambang di Indonesia Terus Alami Peningkatan
Ilustrasi alat kontruksi tambang. [Ist].
  •    Pasar alat konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan signifikan

  •    Indonesia menguasai 39,53% pangsa pasar ASEAN

  •    Tiga perusahaan Indonesia masuk 50 Perusahaan Angkat Berat Asia

Suara.com - Pasar peralatan konstruksi tambang di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring pesatnya pertumbuhan sektor infrastruktur, energi, listrik, urbanisasi, dan pertambangan nasional.

Hal itu terungkap dalam ajang T50 Summit Asian Forum 2025 yang resmi dibuka di Hotel Shangri-La, Jakarta, pekan kemarin, bersamaan dengan pameran Mining Indonesia.

Menurut proyeksi PERTAABI (Asosiasi Pakar Alat Berat Indonesia) yang dipresentasikan di forum tersebut, ukuran pasar peralatan konstruksi di Tanah Air diperkirakan mencapai 25.430 unit pada 2030.

Pada 2024, Indonesia bahkan sudah menguasai 39,53 persen pangsa pasar peralatan konstruksi ASEAN, menjadikannya pasar terbesar di kawasan.

Ilustarsi - Siapa Saja Pemegang Saham Terbesar PT Merdeka Gold Resources Tbk /freepik
Ilustrasi alat berat pertambangan /freepik

Sekretaris Jenderal T50 Asian Forum, Jack Zhang, menilai daftar peringkat dan data yang diumumkan dalam forum ini menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan industri alat berat, termasuk di Indonesia.

"Daftar ini dianggap sebagai barometer perubahan industri heavy lift dan penyewaan crane di kawasan Asia maupun masing-masing negara-negara," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Lebih jauh, Jack Zhang menambahkan bahwa produk-produk unggulan yang masuk daftar dinilai menonjol dalam beberapa aspek penting.
“Kelima produk ini dipuji karena kepemimpinan pangsa pasar, keunggulan dalam inovasi, keberlanjutan, dan nilai bagi pelanggan,” tambahnya.

T50 Summit Asian Forum 2025 juga mengumumkan peringkat 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar Dunia 2025, yang menempatkan Caterpillar dan Komatsu di posisi teratas, diikuti Sandvik, Epiroc, Metso, dan Hitachi Construction Machinery.

Menariknya, tiga perusahaan asal Indonesia juga masuk dalam daftar 50 Perusahaan Angkat Berat Terbesar se-Asia 2025, membuktikan kapasitas nasional dalam mendukung rantai industri pertambangan dan konstruksi global.

Ke depan, T50 Summit Asian Forum akan kembali digelar di Jakarta pada 2026. Pada kesempatan itu, panitia berencana meluncurkan daftar baru seperti 10 Perusahaan Angkat Berat Terbesar Indonesia & Asia Tenggara, serta 10 Kontraktor & Penyedia Jasa Tambang Terbesar, sekaligus membuka pendaftaran penghargaan Asia Product of the Year 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Izin Usaha Pertambangan Dibekukan Sementara, Begini Kata ESDM

Ratusan Izin Usaha Pertambangan Dibekukan Sementara, Begini Kata ESDM

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 08:45 WIB

Anak Usaha Astra Beli Tambang Emas di Sulut

Anak Usaha Astra Beli Tambang Emas di Sulut

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 17:39 WIB

Tambang Ilegal Ditertibkan, Ratusan Hektare Lahan Kembali ke Negara

Tambang Ilegal Ditertibkan, Ratusan Hektare Lahan Kembali ke Negara

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 09:04 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB