Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Geger Pasar Modal! Saham DADA Dilirik 'Raksasa' Investasi Global

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 11:44 WIB
Geger Pasar Modal! Saham DADA Dilirik 'Raksasa' Investasi Global
Ilustrasi pergerakan sahamkjjjj (Pexels/energepic.com)
  • Beredar rumor kuat di pasar modal Indonesia bahwa Vanguard Group melirik saham DADA.
  • Jika rumor ini terwujud, saham DADA diproyeksikan akan menuju harga fantastis.
  • Vanguard Group dikenal sangat disiplin dalam berinvestasi, dan pola yang mereka cari kini terlihat di DADA.

Suara.com - Saham emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mendadak menjadi sorotan global. Beredar rumor kuat di pasar modal Indonesia bahwa Vanguard Group, pengelola dana terbesar di dunia dengan portofolio setara 50 kali APBN RI, mulai melirik saham DADA sebagai target investasi jangka panjang.

Jika rumor ini terwujud, saham DADA diproyeksikan akan menuju harga fantastis.

Vanguard Group dikenal sangat disiplin dalam berinvestasi, dan pola yang mereka cari kini terlihat di DADA.

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa pengendali saham DADA telah sepakat menurunkan porsi kepemilikan mereka untuk membuka free float (saham publik) yang lebih besar.

Skema ini adalah jurus klasik yang disukai Vanguard dengan emastikan saham banyak beredar di publik dan institusi, selain itu tansaksi harian yang super ramai, membuat Vanguard bisa membeli atau menjual saham dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga secara ekstrem.

Vanguard melihat DADA sebagai tiket masuk ke aset properti premium di Segitiga Emas Jakarta (CBD Sudirman–Thamrin) yang dinilai masih undervalue dibandingkan kota-kota besar di Asia lainnya. Selain itu, momentum saat ini sangat didukung oleh insentif pajak dan gelontoran dana pemerintah untuk sektor riil.

Analis Pasar Modal, Rendy Yefta, menegaskan bahwa saham DADA bukanlah untuk para trader jangka pendek.

"Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, hal ini menjadi pintu masuk untuk mendapatkan saham bagger (naik berkali-kali lipat)," kata Rendy, Jumat (3/10/2025).

Ia mengingatkan, koreksi harian, bahkan suspensi oleh regulator, hampir pasti terjadi akibat kenaikan harga yang signifikan.

Strategi terbaik bagi pemegang saham DADA adalah hold (pegang erat). Momentum penting lain adalah pembagian dividen pada 10 Oktober 2025, yang setelahnya diharapkan saham DADA akan kembali normal dari pengawasan khusus (Full Call Auction/FCA).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Pastikan Investasi Saham Bukan Masuk Judi, Ini Faktanya

OJK Pastikan Investasi Saham Bukan Masuk Judi, Ini Faktanya

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 11:34 WIB

IHSG Hijau di Awal Sesi, Tapi Sentimen Trump Bisa Buat Anjlok

IHSG Hijau di Awal Sesi, Tapi Sentimen Trump Bisa Buat Anjlok

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 09:21 WIB

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 17:04 WIB

Terkini

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB