RI Siap Jadi Raksasa Tambang Cerdas, Penggunaan AI Dongkrak Efisiensi Hingga 20 Persen

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:47 WIB
RI Siap Jadi Raksasa Tambang Cerdas, Penggunaan AI Dongkrak Efisiensi Hingga 20 Persen
Ilustrasi investasi sektor pertambangan di Kaltim. [Ist]
baca 10 detik
  • Artificial Intelligence (AI) dorong transformasi besar sektor pertambangan Indonesia.

  • AI solusi nyata tingkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja tambang.

  • Penerapan AI terbukti mampu tingkatkan throughput 5–15 persen dan recovery rate.

Suara.com - Sektor pertambangan Indonesia tengah mengalami transformasi besar. Salah satu, transformasi itu karena pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kehadiran disebut menjadi momentum strategis bagi industri untuk berbenah dan melompat lebih jauh.

"Industri pertambangan Indonesia sedang memasuki era baru, era dengan kecerdasan buatan. AI bukan sekadar teknologi efisiensi, tapi akan menjadi penentu arah transformasi industri nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset menjadi sangat penting," ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang ESDM, Aryo Djojohadikusumo, dalam Energy Insights Forum bertajuk “Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier”, di Hotel Fairmont, Jakarta, yang dikutip Rabu (15/10/2025).

Ilustrasi sektor tambang. [Ist]
Ilustrasi sektor tambang. [Ist]

Ia menilai, kehadiran AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi solusi nyata dalam menghadapi tantangan klasik sektor tambang seperti efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja.

"AI menjadi solusi abad ke-21 agar pelaku usaha dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia," imbuh Aryo.

Ia menambahkan, penerapan AI juga berperan dalam memperkuat tata kelola dan keamanan industri tambang, termasuk dalam upaya pencegahan praktik pertambangan ilegal.

Dengan langkah ini, Aryo optimistis dunia pertambangan Indonesia dapat menjadi salah satu yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi canggih di tingkat global.

Dalam forum yang sama, Partner dan Co-Leader of McKinsey and Company’s Metals and Mining Practice in Asia, Sergey Alyabyev dan Hidayat Liu, mengungkapkan bahwa penerapan AI telah terbukti membawa dampak signifikan terhadap efisiensi operasional tambang di berbagai negara.

Berdasarkan data McKinsey, optimalisasi pabrik pengolahan berbasis AI mampu meningkatkan throughput sebesar 5–15 persen dan recovery rate sebesar 1–2 poin persentase. Sementara teknologi AI-enabled drill and blast dapat menurunkan biaya operasional hingga 10 persen, serta meningkatkan produktivitas alat berat (shovel) sebesar 10–20 persen.

baca juga

Tak hanya itu, penggunaan GenAI copilots mampu menaikkan produktivitas tenaga kerja hingga 5–10 persen, sekaligus menekan biaya operasional di tingkat yang sama. Bahkan, sistem agentic AI kini mampu mengoptimalkan pemrosesan logam dengan menganalisis jutaan data secara real time.

"Kami melihat Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk mengintegrasikan AI dalam ekosistem pertambangan, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pengolahan. AI bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga membantu industri mencapai target dekarbonisasi dan keberlanjutan," kata Hidayat.

Sementara itu, Senior Director Business III Danantara, Luke Mahony, mengingatkan bahwa AI bukan lagi masa depan, melainkan kenyataan yang tengah membentuk arah baru industri global.

"Teknologi tidak akan menggantikan manusia. Ia akan memperluas kemampuan manusia. Dengan menggabungkan kecepatan komputasi dan empati manusia, kita dapat menciptakan industri yang tidak hanya lebih produktif, tapi juga lebih bermakna. Indonesia tidak hanya akan kaya sumber daya, tapi juga kaya kecerdasan dan inovasi," beber Luke.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi nasional antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset untuk menciptakan ekosistem pertambangan cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.

Energy Insights Forum merupakan forum diskusi bulanan hasil kolaborasi KADIN Bidang ESDM dan Katadata Insight Center untuk mendorong ekosistem investasi energi Indonesia yang transparan, berdaya saing, dan berorientasi ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Sebut Pasokan Bahan Baku Emas Terganggu Atas Insiden Freeport

Bahlil Sebut Pasokan Bahan Baku Emas Terganggu Atas Insiden Freeport

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:38 WIB

Bahlil Tunggu Laporan Tim Investigasi Tentukan Nasib Evaluasi IMIP

Bahlil Tunggu Laporan Tim Investigasi Tentukan Nasib Evaluasi IMIP

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:03 WIB

Pemerintahan Prabowo Tengah 'Reset' Tata Kelola Sektor Tambang

Pemerintahan Prabowo Tengah 'Reset' Tata Kelola Sektor Tambang

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:36 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×