Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Pertamina Mau Genjot Penggunaan SAF dari Minyak Jelantah

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 20 Oktober 2025 | 10:37 WIB
Pertamina Mau Genjot Penggunaan SAF dari Minyak Jelantah
Ilustrasi. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan memulai uji coba produksi bioavtur berbahan baku minyak jelantah (used cooking oil) pada kuartal II 2025.
  • PT Pertamina Patra Niaga semakin serius menancapkan posisinya sebagai pionir energi bersih di sektor penerbangan.
  • Pertamina menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai solusi utama dekarbonisasi industri pesawat terbang.
  • Indonesia berpotensi menjadi pemasok strategis SAF berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil - UCO). 

Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga semakin serius menancapkan posisinya sebagai pionir energi bersih di sektor penerbangan. Melalui Pertamina SAF Forum 2025 yang digelar pekan lalu di Jakarta, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai solusi utama dekarbonisasi industri pesawat terbang.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan forum ini merupakan ruang penting untuk menunjukkan kesiapan teknis Indonesia. “Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi dan menegaskan kesiapan teknis Indonesia dalam menghadirkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang kompetitif dan berstandar global,” terangnya dikutip Senin (20/10/2025).

Diskusi panel yang menghadirkan pakar dari Cathay Pacific, Boeing, Kemenhub, dan lembaga sertifikasi, menyoroti potensi besar Indonesia. Tony Sham, Country Manager Indonesia Cathay Pacific Airways, mengungkapkan target ambisius maskapainya menggunakan 10% SAF pada 2030, meskipun pada 2024 saja Cathay sudah menggunakan 6.884 KL SAF.

Sham menyebut, Indonesia berpotensi menjadi pemasok strategis SAF berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil - UCO). Senada, Malcom An dari Boeing menyoroti bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki sumber daya limbah pertanian dan minyak jelantah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan SAF sendiri, bahkan berpotensi untuk diekspor.

"Kawasan ini memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sendiri, bahkan berpotensi memproduksi lebih untuk diekspor,” ujar Malcom An.

Pemerintah bergerak cepat mendukung ambisi ini. Sokhib Al Rokhman, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, memastikan bahwa roadmap SAF, mekanisme MRV (Monitoring, Reporting, and Verification), serta regulasi penerapan skema CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation) telah disiapkan.

Di sisi kualitas global, Ryanza Prasetya dari Qualitas Sertifikasi Indonesia menekankan pentingnya sertifikasi ISCC (International Sustainability and Carbon Certification) CORSIA dalam menjaga integritas rantai pasok. Sertifikasi ini memastikan bahan baku (seperti minyak jelantah) hingga produksi SAF berjalan transparan dan sesuai standar internasional.

Pertamina Group sendiri telah mengintegrasikan ekosistem SAF, dari pengumpulan UCO, pengolahan, hingga distribusi. Upaya ini tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sirkular yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Tegas Langkah Pertamina, BYD Siapkan Mobil yang Aman Tenggak Etanol

Jawab Tegas Langkah Pertamina, BYD Siapkan Mobil yang Aman Tenggak Etanol

Otomotif | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:31 WIB

Dugaan 'Mafia' BBM Non-PSO di Tubuh Pertamina: Kualitas Merosot, Dirut PPN Terseret?

Dugaan 'Mafia' BBM Non-PSO di Tubuh Pertamina: Kualitas Merosot, Dirut PPN Terseret?

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:05 WIB

Kapan SPBU Swasta Bisa Jualan BBM Lagi? Keputusannya Diumumkan Malam Ini

Kapan SPBU Swasta Bisa Jualan BBM Lagi? Keputusannya Diumumkan Malam Ini

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:03 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB