Obat Kuat BI Ampuh, Rupiah 'Comeback' Setelah Sempat Tertekan

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:43 WIB
Obat Kuat BI Ampuh, Rupiah 'Comeback' Setelah Sempat Tertekan
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025) [Suara.com/ANTARA]
baca 10 detik
  • Berkat serangkaian langkah stabilisasi yang agresif, Rupiah berhasil bangkit setelah sempat melemah signifikan.
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, melaporkan bahwa nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per Dolar AS, menguat 0,45% (point-to-point) dibandingkan akhir September 2025.
  • Sebelumnya, Rupiah memang sempat tertekan pada September 2025, melemah 1,05% seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Berkat serangkaian langkah stabilisasi yang agresif, Rupiah berhasil bangkit setelah sempat melemah signifikan.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, melaporkan bahwa nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per Dolar AS, menguat 0,45% (point-to-point) dibandingkan akhir September 2025.

"Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan pasar NDF (Non-Deliverable Forward), baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder," kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) virtual, Rabu (22/10/2025).

Sebelumnya, Rupiah memang sempat tertekan pada September 2025, melemah 1,05% seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global. Namun, respons kebijakan BI yang cepat dan terukur terbukti efektif.

Perry menyebut, selain intervensi, penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga berperan penting. Peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir turut mendukung terkendalinya nilai tukar.

Secara harian, Rupiah spot ditutup pada level Rp16.585 per Dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (22/10/2025), menguat tipis 0,01% dari hari sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia, seperti Baht Thailand dan Won Korea.

"Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Perry,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Dana Pemprov yang 'Parkir':  Mengapa Jabar Bantah, DKI 'Jujur', dan BI Buka Data?

Polemik Dana Pemprov yang 'Parkir': Mengapa Jabar Bantah, DKI 'Jujur', dan BI Buka Data?

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:36 WIB

BI Buka Suara, Misteri Selisih Rp18,97 Triliun Dana Pemda di Bank, Uang Rakyat Mengendap?

BI Buka Suara, Misteri Selisih Rp18,97 Triliun Dana Pemda di Bank, Uang Rakyat Mengendap?

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:46 WIB

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:07 WIB

Terkini

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Rincian Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Libur Nataru

Rincian Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat untuk Libur Nataru

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bobotoh Persib 16 Tahun di Bogor

Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bobotoh Persib 16 Tahun di Bogor

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Peluru Nyasar? Polisi Selidiki Temuan Proyektil yang Bikin Kap Mobil di Cibubur Penyok

Peluru Nyasar? Polisi Selidiki Temuan Proyektil yang Bikin Kap Mobil di Cibubur Penyok

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:21 WIB

×