Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:48 WIB
BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
  • Bank Indonesia membuka peluang penurunan suku bunga acuan karena inflasi 2025–2026 diperkirakan tetap rendah dan terkendali.

  • Kebijakan pelonggaran moneter ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.

  • Meski suku bunga saat ini dipertahankan di 4,75 persen, BI telah memangkas suku bunga lima kali sepanjang 2025 untuk memperkuat sektor riil

Suara.com - Bank Indonesia (BI) masih membuka peluang untuk penurunan suku bunga untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa masih membuka peluang penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depannya.

“Sebenarnya Dewan Gubernur masih memandang bahwa ruang penurunan suku bunga ke depan itu masih terbuka,” ujar Perry dalam Youtube BI, Kamis (23/10/2025).

Perry menjelaskan, potensi pemangkasan suku bunga tersebut mempertimbangkan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah di kisaran sasaran 2,5±1 persen.

“Karenanya dengan inflasi yang terkendali itu terbuka ruang penurunan suku bunga,” tambah Perry.

BI pun bersama dengan Kementerian Keuangan terus berupaya menambah kspansi fiskal guna mendorong sektor-sektor riil.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jiexpo Kemayoran, Rabu (8/10/2025). [Suara.com/Rina]
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Suara.com/Rina]

“Kami terus kemudian juga bersama pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi likuditas dan juga kebijakan insentif likuditas maupun digitalisasi. Sinergitas kebijakan fiskal dan moneter ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas,” bebernya..

Sebagai informasi, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada bulan Oktober ini menjadi 4,75 persen.

Adapun, bunga Deposit Facility dipertahankan di level 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility juga masih 5,5 persen.

Padahal, sebelumnya BI sudah lima kali menurunkan suku bunga di 2025.

Pertama, BI menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps dari level 6 persen menjadi ke level 5,75 persen pada Januari 2025.

Kedua, pemangkasan sebesar 25 bps dari level 5,75 persen menjadi level 5,5 persen pada Mei 2025.

Ketiga, pemangkasan sebesar 25 bps dari level 5,50 persen menjadi level 5,25 persen pada pertemuan Juli 2025.

Keempat, juga terjadi pada pertemuan Agustus sebesar 5 persen dan yang terakhir di bulan September yang sebesar 4,75 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap

Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:43 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pasar Repo, Nilai Transaksinya Tembus Rp 17,5 Triliun

Bank Indonesia Perkuat Pasar Repo, Nilai Transaksinya Tembus Rp 17,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 07:59 WIB

Uang Primer Tumbuh 18,6 Persen, Apa Penyebabnya?

Uang Primer Tumbuh 18,6 Persen, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 17:06 WIB

IHSG Sempat Cetak Rekor Level Tertinggi 8.200, Ternyata Ini Sentimennya

IHSG Sempat Cetak Rekor Level Tertinggi 8.200, Ternyata Ini Sentimennya

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:55 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Makin Menipis Tembus Rp 2.469 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Makin Menipis Tembus Rp 2.469 Triliun

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 13:09 WIB

Gubernur Bank Indonesia Sebut Tiga Pilar Bangun Ekonomi Syariah, Apa Saja?

Gubernur Bank Indonesia Sebut Tiga Pilar Bangun Ekonomi Syariah, Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:52 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB