Pemerintah Rayu Toyota Bangun Pabrik Etanol

Achmad Fauzi

Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:18 WIB
Pemerintah Rayu Toyota Bangun Pabrik Etanol
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Pemerintah membujuk Toyota membangun industri bioetanol di Indonesia.

  • Toyota tertarik karena kendaraannya mendukung bahan bakar bioetanol E100.

  • Pemerintah dekati Lampung amankan pasokan bahan baku singkong dan sorgum.

Suara.com - Pemerintah tengah mempersiapkan pengembangan industri bioetanol di dalam negeri. Salah satunya, merayu beberapa investor dalam negeri maupun asing untuk mengembangkan Bioetanol.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, menjelaskan pemerintah telah meyakinkan Toyota untuk membangun pabrik etanol di dalam negeri.

"Toyota pun hasil pembicaraan kita dengan Toyota dan meyakinkan Toyota mereka untuk mengamankan feedstock upstreamnya mereka. Feedstock untuk suplai bahan bakunya maka mereka juga serius untuk masuk pada plan etanol. Mudah-mudahan ini prosesnya bisa smooth, bisa segera realisasi," ujarnya saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Ilustrasi Toyota Avanza menenggak bensin Etanol (Suara x Gemini)
Ilustrasi Toyota Avanza menenggak bensin Etanol (Suara x Gemini)

Menurut Todotua, pemerintah merayu Toyota, karena memiliki produk kendaraan yang bahan bakarnya berbasis hydrogen dan bioetanol. Bahkan, beberapa kendaraannya bisa menampung bahan bakar minyak dengan kandungan etanol 100 persen (E100).

"Toyota punya line up dalam otomotif yang menggunakan hydrogen dengan bioetanol. Bahkan produk Toyota itu sebenarnya sudah ada yang mampu sampai kalau saya nggak salah mereka 100 persen pakai E100, 100% pakai E100, 100 persen pakai etanol," ucapnya.

"Ya Bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang interest, di luar itu ada beberapa lagi," sambungnya.

Dari sisi dalam bahan baku, Todotua mengaku telah mendekati Pemerintah Provinsi Lampung untuk menanam bahan baku produksi etanol. Ia bilang, untuk memproduksi etanol dibutuhkan bahan baku dari singkong, sorgum, jagung.

Apalagi, untuk mencapai implementasi E10, pemerintah butuh pasokan 4 juta etanol.

Provinsi Lampung salah satu provinsi yang kita lihat punya ketahanan terhadap suplai tebu, singkong, jagung, sorghum. Dan area disana developmentnya total existing ada sekitar 900 ribuan hampir 1 juta dan ada penambahan sekitar 200 ribu yang nanti coba kita," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Mau Nyontek Penerapan BBM Campur Etanol dari Brasil

Bahlil Mau Nyontek Penerapan BBM Campur Etanol dari Brasil

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:49 WIB

Pemerintah Wajibkan BBM dengan Campuran E10 Mulai 2027

Pemerintah Wajibkan BBM dengan Campuran E10 Mulai 2027

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 12:28 WIB

Mandatori E10 Ditargetkan 2028, ESDM Jawab Kekhawatiran soal Dampak Etanol ke Mesin Kendaraan!

Mandatori E10 Ditargetkan 2028, ESDM Jawab Kekhawatiran soal Dampak Etanol ke Mesin Kendaraan!

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:39 WIB

Terkini

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DI Yogyakarta Hari Ini

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DI Yogyakarta Hari Ini

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:25 WIB

KPK Periksa Kepala Bapenda dan ASN Dinas PUPR Kuansing

KPK Periksa Kepala Bapenda dan ASN Dinas PUPR Kuansing

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali

Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali

Bali | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100, Bos BI Terus Pantau Pergerakan Pasar

Rupiah Tembus Rp18.100, Bos BI Terus Pantau Pergerakan Pasar

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Apa Manfaat Masker Viva Bengkoang? Ini Khasiat dan Cara Pakainya

Apa Manfaat Masker Viva Bengkoang? Ini Khasiat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Alasan Polda Sulsel Borgol dan Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang

Alasan Polda Sulsel Borgol dan Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Kemenhub Pastikan Tak Ada Bandara Ditutup Imbas Karhutla

Kemenhub Pastikan Tak Ada Bandara Ditutup Imbas Karhutla

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home

Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

×