Menkeu Purbaya Pede IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun, Bos BEI: Sebuah Keniscayaan!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:24 WIB
Menkeu Purbaya Pede IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun, Bos BEI: Sebuah Keniscayaan!
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
baca 10 detik
  • IHSG menjadi topik hangat di kalangan otoritas keuangan setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan proyeksi yang sangat ambisius.
  • Purbaya yakin IHSG dapat mencapai level 9.000 di akhir tahun 2025, bahkan melesat hingga 32.000 dalam kurun waktu 10 tahun.
  • irektur Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengaku tidak terfokus pada target angka spesifik, namun mengakui bahwa capaian IHSG saat ini adalah sebuah keniscayaan yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi topik hangat di kalangan otoritas keuangan setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan proyeksi yang sangat ambisius.

Purbaya yakin IHSG dapat mencapai level 9.000 di akhir tahun 2025, bahkan melesat hingga 32.000 dalam kurun waktu 10 tahun.

Optimisme ini didasarkan pada perhitungan Purbaya mengenai pola historis dan siklus ekonomi, di mana pasar saham biasanya naik empat hingga lima kali lipat dari titik terendahnya. "Akhir tahun ini berapa? 9.000. (Dalam) 10 tahun lagi ke depan berapa? 32.000," ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Selasa (28/10/2025).

Menanggapi pernyataan sang Bendahara Negara, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengaku tidak terfokus pada target angka spesifik, namun mengakui bahwa capaian IHSG saat ini adalah sebuah keniscayaan yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

"Kita bicara terus terang 8.000 masih keniscayaan. Kita nggak bayangin 8.000 bisa tercapai di tahun ini. Bahkan lebih cepat dari target," ungkap Iman dalam acara RUPSLB secara virtual, Rabu (29/10/2025).

Iman Rachman menegaskan, level IHSG merupakan hasil dari upaya kolektif, bukan sekadar target angka semata. Bagi BEI, yang terpenting adalah upaya fundamental yang dilakukan untuk membangun pasar modal.

“IHSG menurut saya adalah hasil. Karena IHSG itu tidak hanya bicara mengenai angka, apakah 32.000 atau 8.000, 10.000, tapi bagaimana upaya mencapai hasil tersebut,” tambahnya.

Direktur BEI menjelaskan bahwa IHSG adalah cerminan dari berbagai faktor, mulai dari fundamental perusahaan, sentimen global, hingga kondisi domestik. Pasar modal tidak bisa hanya mengandalkan ramainya transaksi (trading); fundamental emiten yang kuatlah yang akan menopang kenaikan nilai kapitalisasi pasar (market cap).

Purbaya sendiri meyakini kebijakannya yang terukur akan dinilai positif oleh pasar, dan pelaku pasar akan mengimplementasikannya dalam portofolio mereka. Ia menilai, di tengah noise saham-saham "gorengan", emiten-emiten besar dengan fundamental kuat tetap menjadi penopang utama kenaikan indeks.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BEI: Dalam 2 Tahun Tak Ada BUMN Maupun Anak Usaha yang IPO

Bos BEI: Dalam 2 Tahun Tak Ada BUMN Maupun Anak Usaha yang IPO

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:14 WIB

Menkeu Purbaya Setuju Jokowi: Whoosh Bukan Cari Cuan, Tapi Ada 'PR' Besar!

Menkeu Purbaya Setuju Jokowi: Whoosh Bukan Cari Cuan, Tapi Ada 'PR' Besar!

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:52 WIB

Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?

Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:13 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×