Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?

Bangun Santoso

Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:13 WIB
Menkeu Purbaya Masuk Bursa Cawapres Terkuat Kalahkan Dedi Mulyadi, PAN Malah Ragu Ajak Gabung?
Menkeu Purbaya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. [kolase]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati urutan pertama dalam survei cawapres potensial oleh IndexPolitica dengan 28,65 persen, mengungguli Dedi Mulyadi dan AHY
  • Meskipun mengakui elektabilitas Purbaya yang tinggi, Waketum PAN Eddy Soeparno ragu Menkeu mau terjun ke politik dan direkrut oleh partainya
  • Popularitas Purbaya dinilai sebagai modal sosial besar yang harus dibuktikan dengan kemampuan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028 sesuai arahan Presiden

Suara.com - Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan meroket ke puncak bursa calon wakil presiden (cawapres) potensial, mengalahkan tokoh-tokoh politik kawakan. Namun, di tengah elektabilitasnya yang menjulang, Partai Amanat Nasional (PAN) justru menunjukkan sikap hati-hati dan tidak yakin sang teknokrat mau banting setir ke dunia politik.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno, mengakui popularitas Purbaya yang kini melesat tinggi. Namun, ia memandang Purbaya sebagai seorang profesional murni di bidang keuangan yang kini mengabdi di birokrasi, bukan sebagai figur yang berambisi politik.

"Apakah kemudian Pak Purbaya itu menjadi salah satu calon besutan dari PAN untuk kita tarik ke PAN? Ya, belum tentu Pak Purbaya-nya juga mau," kata Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Berdasarkan data lembaga survei IndexPolitica, Purbaya berhasil menyalip Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sebelumnya langganan menjadi media darling.

Purbaya menduduki peringkat pertama sebagai cawapres potensial dengan elektabilitas 28,65 persen, disusul Dedi Mulyadi dengan 20,15 persen. Di bawah mereka ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (15,75 persen) dan Gibran Rakabuming Raka (12,35 persen).

Meski demikian, Eddy Soeparno mengingatkan bahwa popularitas tinggi ini harus diimbangi dengan kinerja nyata. Menurutnya, publik kini menanti gebrakan Purbaya untuk merealisasikan target ambisius Presiden Prabowo Subianto, yakni membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada tahun 2028.

"Jadi, saya pikir Pak Purbaya manfaatkanlah waktu dan support masyarakat yang begitu besar untuk menuai hasil yang optimal," tegas Wakil Ketua MPR RI itu sebagaimana dilansir Antara.

Survei IndexPolitica juga mencatat temuan menarik lainnya, di mana 83,5 persen masyarakat merasa puas atas kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam setahun terakhir.

Tingkat kepuasan yang sangat tinggi ini diyakini menjadi salah satu faktor yang memberikan eksposur positif bagi para menteri di kabinetnya, termasuk Purbaya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Wanti-wanti Himbara Soal Penyaluran Dana Rp200 T: Jangan ke Konglomerat!

Purbaya Wanti-wanti Himbara Soal Penyaluran Dana Rp200 T: Jangan ke Konglomerat!

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:16 WIB

Yudo Sadewa Anak Menkeu Purbaya Kembali, Bawa Ramalan 'Ngeri': Dunia Dihantam Krisis Besar 2027-2032

Yudo Sadewa Anak Menkeu Purbaya Kembali, Bawa Ramalan 'Ngeri': Dunia Dihantam Krisis Besar 2027-2032

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:57 WIB

Tak Mau Ceplas-ceplos Lagi! Menkeu Purbaya: Nanti Saya Dimarahin!

Tak Mau Ceplas-ceplos Lagi! Menkeu Purbaya: Nanti Saya Dimarahin!

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:54 WIB

Menkeu Purbaya Yakin IHSG 9.000 Akhir 2025, 10 Tahun Lagi 32.000

Menkeu Purbaya Yakin IHSG 9.000 Akhir 2025, 10 Tahun Lagi 32.000

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:46 WIB

Utang RI Tembus Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Minta Jangan Panik

Utang RI Tembus Rp 9.138 Triliun, Menkeu Purbaya Minta Jangan Panik

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Buka-bukaan Purbaya Sebelum Dilantik Menkeu: Ekonomi Diperlambat Kebijakan, Semua Kena Pajak

Buka-bukaan Purbaya Sebelum Dilantik Menkeu: Ekonomi Diperlambat Kebijakan, Semua Kena Pajak

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:44 WIB

Menkeu Purbaya Tanggapi Tudingan Menteri "Berbahaya"

Menkeu Purbaya Tanggapi Tudingan Menteri "Berbahaya"

Video | Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:32 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×