Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jamkrindo Kucurkan Penjaminan Kredit Rp 186,76 Triliun Hingga September 2025

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 03 November 2025 | 09:24 WIB
Jamkrindo Kucurkan Penjaminan Kredit Rp 186,76 Triliun Hingga September 2025
PT Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo.
  • Jamkrindo jamin Rp 186,76 triliun, bantu 4,4 juta pelaku UMKM.

  • Penjaminan kredit UMKM inklusif adalah fokus utama Jamkrindo saat ini.

  • Jamkrindo lakukan transformasi digital, didukung jaringan kantor luas.

Suara.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui layanan penjaminan kredit yang makin inklusif.

Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, Jamkrindo berperan penting membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang layak (feasible) namun belum bankable.

Hingga September 2025, Jamkrindo mencatat volume penjaminan sebesar Rp 186,76 triliun. Angka ini terdiri dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 116,54 triliun dan penjaminan non-KUR Rp 70,21 triliun.

Lewat skema tersebut, Jamkrindo telah membantu lebih dari 4,4 juta pelaku UMKM serta mendukung penyerapan 11,69 juta tenaga kerja di berbagai sektor.

Plt Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari, [ist].
Plt Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari, [ist].

Plt Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif bagi UMKM.

"Sebagai lembaga penjaminan yang memiliki mandat besar dalam mendukung perekonomian nasional, Jamkrindo berupaya terus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang feasible namun belum bankable. Dengan penjaminan yang kuat dan tata kelola yang prudent, kami ingin berperan aktif menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," ujar Abdul Bari seperti dikutip, Senin (3/11/2025).

Selain penjaminan, Jamkrindo juga aktif melaksanakan berbagai program pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, seperti Roadshow Literasi Keuangan dan Digital Marketing di 10 kota dan kelas bisnis Kriyativepreneur di Bantul, Yogyakarta. Program ini ditujukan agar UMKM dapat lebih adaptif di era digital.

Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Jamkrindo, Ivan Soeparno, menambahkan perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis melalui transformasi digital dan pengembangan produk penjaminan yang fleksibel.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi nasional. Keberhasilan UMKM adalah keberhasilan Jamkrindo, dan keberhasilan Jamkrindo adalah keberhasilan Indonesia," jelasnya.

Dengan jaringan 9 kantor wilayah, 54 kantor cabang, dan 15 unit layanan di seluruh Indonesia, Jamkrindo memastikan layanan penjaminan dapat diakses hingga ke daerah terpencil, memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.

Sementara, Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai industri penjaminan memiliki peran strategis dalam mendorong pelaku usaha kecil naik kelas.

Menurutnya, keberhasilan lembaga penjaminan tidak hanya diukur dari profit, tetapi dari kontribusi dalam memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kapasitas UMKM.

Terkait transformasi BUMN, ia menilai kehadiran Danantara Asset Management sebagai langkah memperkuat tata kelola dan optimalisasi nilai aset BUMN. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kinerja finansial dan mandat pelayanan publik agar dampak ekonomi yang dihasilkan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks itu, Toto menegaskan peran PT Jamkrindo sebagai BUMN penjaminan untuk terus memperkuat inovasi dan program yang mendukung UMKM naik kelas.

"Fungsi Jamkrindo ke depan bukan hanya soal profit, tetapi memberikan dampak yang semakin besar dan signifikan bagi sektor UMKM," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK Jadi Penggerak Ekonomi Wong Cilik Lewat PNM

Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK Jadi Penggerak Ekonomi Wong Cilik Lewat PNM

Bisnis | Minggu, 02 November 2025 | 11:01 WIB

Inovasi Keuangan Berkelanjutan PNM Mendapatkan Apresiasi Berharga

Inovasi Keuangan Berkelanjutan PNM Mendapatkan Apresiasi Berharga

Bisnis | Minggu, 02 November 2025 | 06:41 WIB

Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai

Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:48 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB