Menko Airlangga Ungkap Rekor Kenaikan Harga Emas Dunia Karena Ulah Freeport

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 November 2025 | 15:00 WIB
Menko Airlangga Ungkap Rekor Kenaikan Harga Emas Dunia Karena Ulah Freeport
Raksasa perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport McMoran. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Menko Airlangga mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mendongkrak harga logam mulia tersebut adalah gangguan serius pada produksi di tambang Freeport.
  • Menurut Airlangga, terganggunya operasi di salah satu tambang emas terbesar di dunia tersebut memicu ketidakseimbangan antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) di pasar global.
  • Sebagai informasi, PTFI sempat menghentikan seluruh aktivitas produksi bawah tanah (underground) di area Grasberg Block Cave (GBC) di Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyusul insiden longsor.

Suara.com - Kenaikan fantastis harga emas global yang sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) beberapa waktu lalu akhirnya mendapat penjelasan dari pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mendongkrak harga logam mulia tersebut adalah gangguan serius pada produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurut Airlangga, terganggunya operasi di salah satu tambang emas terbesar di dunia tersebut memicu ketidakseimbangan antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) di pasar global.

"Karena produksinya terganggu akibat daripada kolapsnya tambang di Freeport. Nah, ini yang men-drive salah satu harga emas naik all time high karena supply dan demand-nya tidak berimbang," jelas Airlangga di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Sebagai informasi, PTFI sempat menghentikan seluruh aktivitas produksi bawah tanah (underground) di area Grasberg Block Cave (GBC) di Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyusul insiden longsor. Penutupan sementara operasi vital ini secara signifikan memangkas pasokan emas global.

Airlangga menyampaikan bahwa meskipun kini produksi di tambang Freeport sudah mulai beroperasi kembali, tingginya harga emas telah meninggalkan jejak pada inflasi domestik.

"Saya monitor sudah mulai produksi harapannya bisa lebih baik," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Oktober 2025 tercatat sebesar 0,28%, dengan inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,86%. Salah satu komponen yang ikut mendorong kenaikan inflasi ini adalah tingginya harga beli emas.

Namun, alih-alih khawatir, Airlangga justru menilai tren ini sebagai sinyal positif. Meningkatnya pembelian emas oleh masyarakat menunjukkan adanya pergeseran perilaku investasi ke aset yang lebih berkualitas dan terjamin.

baca juga

"Jika lihat inflasi 2,86%, memang salah satu yang naik adalah terkait dengan pembelian emas. Jadi, ini suatu hal relatif positif karena masyarakat sudah bisa mencari aset-aset berkualitas, dan ini tentu efek dari pembentukan Bullion Bank," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Waspada! Inflasi Oktober Meroket: Harga Emas, Cabai, dan Beras Jadi Biang Kerok?

Jakarta Waspada! Inflasi Oktober Meroket: Harga Emas, Cabai, dan Beras Jadi Biang Kerok?

News | Selasa, 04 November 2025 | 14:31 WIB

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Ditanya Angka Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025, Menko Airlangga: Tunggu Besok!

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 14:26 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.286.000 per Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.286.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 09:43 WIB

Terkini

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

×