Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Harga Emas Stabil di US$ 4.000, Apakah Bisa Tembus Level US$ 5.000?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 09 November 2025 | 08:45 WIB
Harga Emas Stabil di US$ 4.000, Apakah Bisa Tembus Level US$ 5.000?
Emas (Unsplash)
  • Harga emas berjangka stabil di dekat level US$4.000 setelah terkoreksi 9% dari puncak tertingginya (di atas US$4.350).

  • Analis Macquarie menduga harga sudah mencapai puncak, namun UBS dan Goldman Sachs memprediksi kenaikan lebih lanjut, dengan target setinggi US$4.900.

  • Kenaikan harga emas didukung oleh aksi borong bank sentral.

Suara.com - Harga emas berjangka global menutup pekan di dekat level US$4.000 per ons troi pada hari Jumat (7/11/2025) lalu. Harga logam mulia ini menunjukkan stabilitas relatif setelah sempat mengalami anjlok tajam pada bulan sebelumnya.

Lantas, apakah harga emas telah mencapai puncaknya, ataukah masih akan melanjutkan tren bullish yang fenomenal?

Emas, si 'logam kuning' yang tidak memberikan imbal hasil bunga ini, hingga kini masih berada di jalur untuk mencetak rekor tahunan terbaiknya sejak 1979.

Kenaikan fantastis ini didorong oleh tiga pilar utama: aksi borong yang masif oleh bank-bank sentral global, masuknya dana dalam volume besar ke dalam ETF (Exchange-Traded Funds) berbasis emas, serta peningkatan signifikan dalam pembelian koin dan batangan emas ritel.

Meskipun demikian, emas telah terkoreksi sekitar 9% dari harga puncaknya sepanjang masa, yang sempat melampaui US$4.350 bulan lalu.

Perdebatan mengenai apakah harga emas sudah mencapai puncak terbagi di kalangan analis ternama:

Sisi Koreksi (Macquarie Group): Analis dari Macquarie Group menduga bahwa harga emas kemungkinan besar sudah mencapai puncaknya. Alasan utama mereka adalah karena beberapa bank sentral di berbagai negara sudah mulai memotong suku bunga lebih dulu, mendahului Federal Reserve (The Fed) AS. Biasanya, pemotongan suku bunga membuat emas lebih menarik dibandingkan aset berbunga lainnya, namun momentum The Fed yang masih belum jelas menjadi faktor penekan.

Sisi Kenaikan (UBS & Goldman Sachs): Bertentangan dengan pandangan tersebut, analis dari UBS dan Goldman Sachs masih melihat potensi kenaikan yang signifikan.

Para analis Macquarie memprediksi bahwa penurunan harga emas ke depan akan berlangsung lebih lambat dibandingkan setelah puncak-puncak harga sebelumnya, dengan harga yang diperkirakan akan tetap jauh di atas level akhir 2023 sepanjang masa jabatan Presiden AS saat ini.

Sebagai perbandingan, harga emas berada di kisaran US$2.000 per ons troi sekitar dua tahun lalu.

Analis secara umum sepakat bahwa risiko masih ada. Harga emas dapat melambung lebih tinggi jika ketegangan geopolitik global kembali memanas, atau jika kekhawatiran tentang besarnya utang pemerintah AS kembali muncul ke permukaan.

Laporan dari World Gold Council menyebutkan bahwa penguatan dolar Amerika merupakan pemicu utama di balik fluktuasi harga emas dari rekor tertingginya baru-baru ini.

Prediksi harga dari institusi besar menunjukkan optimisme jangka panjang:

UBS menargetkan harga emas di level US$4.200 per ons dalam 12 bulan ke depan. Mereka juga menetapkan target atas yang lebih agresif di US$4.700 per ons jika risiko politik dan pasar finansial meningkat.

Goldman Sachs bahkan lebih bullish, memprediksi emas akan mencapai US$4.900 per troi ons pada akhir tahun depan (2026). Mereka meyakini koreksi baru-baru ini disebabkan oleh spekulasi opsi beli, namun pembelian struktural yang persisten akan terus berlanjut, didorong oleh meningkatnya minat pada emas sebagai diversifikasi portofolio strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Makin Mahal di Akhir Pekan Ini, Capai Hampir Rp 2,3 Juta per Gram

Emas Antam Makin Mahal di Akhir Pekan Ini, Capai Hampir Rp 2,3 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 08 November 2025 | 10:24 WIB

Saat Kujang Emas: Batara Jayarasa Menyulut Fantasi-Aksi Perfilman Indonesia

Saat Kujang Emas: Batara Jayarasa Menyulut Fantasi-Aksi Perfilman Indonesia

Your Say | Jum'at, 07 November 2025 | 14:13 WIB

Peta Medali SEA Games 2025: Indonesia Kehilangan 41 Potensi Emas

Peta Medali SEA Games 2025: Indonesia Kehilangan 41 Potensi Emas

Sport | Jum'at, 07 November 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB