Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gudang Beku Mulai Beroperasi, BEEF Mau Impor 16.000 Sapi Tahun Depan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 14 November 2025 | 19:41 WIB
Gudang Beku Mulai Beroperasi, BEEF Mau Impor 16.000 Sapi Tahun Depan
BEFF meresmikan fasilitas gudang beku dingin atau cold storage di Subang, Jawa Barat.
  • BEEF mulai mengoperasikan gudang beku atau cold storage guna meningkatkan kinerja.
  • Direkur Utama BEEF mengatakan gudang dingin ini juga mendukung program MBG.
  • Pengoperasian gudang beku ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam pemasaran produk perseroan.

Suara.com - PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mulai mengoperasikan gudang beku atau cold storage guna meningkatkan kinerja dan mendukung pemerintah terkait pemenuhan gizi masyarakat.

Hal itu ditandai dengan peresmian cold storage berkapasitas 30 ribu di Subang, Jawa Barat pada pagi ini, Jumat (14/11/2025).

Direkur Utama BEEF, Imam Subowo mengatakan gudang dingin ini akan menjadi fasilitas perseroan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan ikut menopang program MBG (Makan Bergizi Gratis).

"Langkah ini wujud nyata dari misi perseroan menjadi salah satu perusahaan makanan beku dan rantai dingin terbesar di Indonesia,” kata Imam.

Ia melanjutkan pengoperasian gudang beku ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam pemasaran produk perseroan hingga merambah pasar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu didukun oleh lokasinya yang strategis sehingga meningkatkan efisiensi dalam distribusi.

“Sementara ini, kapasitas cold storage hanya 25 ribu ton dengan 17 ruangan.2 ruangan diantara dise sewakan juga kepada perusahaan lain,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Imam menyampaikan sepanjang tahun 2025 perseroan mengimpor 12.300 sapi untuk digemukan ditambah 120 sapi indukan.

“Tahun depan kami telah mendapat ijin teknis dari Kementerian Pertanian mengimpor 16.000 ekor sapi. Rencananya setiap 1 bulan akan datang 1500 ekor sapi. Jumlah itu sesuai dengan target penjualan kami perbulannya,” jelas dia.
Rencana itu pun telah mendapat dukungan dari pihak perbankan. Jelasnya, BEEF mendapat tambahan fasilitas kredit senilai Rp1,6 Triliun dari Bank Mandiri dan Bank Central Asia.

Hal itu tertuang dalam perjanjian ulang kredit antara manajemen BEEF dan Bank Mandiri yang diteken pada tanggal 29 Oktober 2025. Dalam perjanjian tersebut, Bank Mandiri memberikan kredit modal kerja transaksional sebesar Rp400 miliar dan Fasilitas kredit Investasi 2-3 senilai Rp450 miliar.Sebelumnya BEEF meraih fasilitas kredit dari Bank Mandiri senilai Rp400 miliar berdasarkan perjanjian kredit pada 29 Februari 2024.

Secara bersamaan, BEEF juga meneken perjanjian kredit ulang dengan Bank Central Asia (BCA). Dalam perjanjian itu, BCA menambah fasilitas time loan revolving hingga sebesar Rp650 miliar dan fasilitas kredit lokal Rp100 miliar. Adapun perjanjian awal tertanggal 15 Mei 2024, BCA menyediakan fasilitas time loan revolving hingga Rp415 miliar dan fasilitas kredit lokal dengan plafond Rp85 miliar

Imam Subowo merinci fasilitas kredit dari Bank Mandiri ini akan dipergunakan untuk tambahan modal kerja dan menambah dana pengembangan lini usaha baru yakni sapi perah dan produk turunanya, penggemukan kerbau serta pengembangan rantai gudang pendingin.

"Tambahan fasilitas kredit kami nilai sebagai bentuk kepercayaan atas pertumbuhan kinerja perseroan belakangan ini," terang dia.

Ia melanjutkan pengunaan fasilitas kredit tersebut sejalan dengan rencana Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada tanggal 24 November 2025 guna meminta restu pemodal terkait penambahan lini usaha sesuai dengan KLBI.

"Kami akan menambah KBLI untuk usaha sapi perah tujuanya penghasil susu sebagai sumber makanan bergizi.Kedua, KBLI untuk usaha pengemukan kerbau dan Pengembangan rantai gudang pendingin sehingga dapat mendukung program pemerintah terkait MBG ( Makan Bergizi Gratis),” tutur Iman.

Iman menjelaskan untuk merambah 3 lini usaha baru tersebut perseroan membutuhkan dana investasi senilai Rp319,7 miliar. Adapun sumber dananya, 60 persen dari total investasi berasal dari utang bank dan sisanya 40 persen merogoh kas internal perseroan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEEF Kantongi Fasilitas Kredit Rp850 Miliar dari Bank Mandiri

BEEF Kantongi Fasilitas Kredit Rp850 Miliar dari Bank Mandiri

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:00 WIB

Emiten BEEF Mau Datangkan 250 Sapi Perah untuk Swasembada Pangan dan MBG

Emiten BEEF Mau Datangkan 250 Sapi Perah untuk Swasembada Pangan dan MBG

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2025 | 10:07 WIB

Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor

Indonesia Tambah 184 Ribu Ekor Sapi Impor

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:29 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB