Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Youth Economic Summit 2025: Peluang Industri Manufaktur Bisa Jadi Penggerak Motor Ekonomi Indonesia

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 15 November 2025 | 16:43 WIB
Youth Economic Summit 2025: Peluang Industri Manufaktur Bisa Jadi Penggerak Motor Ekonomi Indonesia
Strategic Research Assitant CORE Indonesia Azhar Syahida di Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025). [Suara.com/Rina]
  • Industri manufaktur diprediksi tumbuh lebih tinggi pada 2026 berkat perbaikan kinerja dan adopsi teknologi digital serta energi hijau.
  • Pemerintah perlu mendorong produktivitas, investasi hijau, dan kolaborasi antara industri besar dan kecil untuk memperkuat daya saing.
  • Bonus demografi dan hilirisasi dinilai sebagai modal kuat untuk mendorong Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi lebih tinggi

Suara.com - Sektor industri punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Apalagi, pemerintah saat ini mendorong sektor industri untuk mengadopsi teknologi mutakhir, guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global.

Dalam hal ini, Strategic Research Assitant CORE Indonesia Azhar Syahida meramal  bahwa tahun 2026 kinerja industri akan meroket. 

Hal ini disumbang dengan kinerja industri manufaktur di tahun ini sudah menunjukkan perbaikan.

"Nah, kalau kita lihat data tahun 2024 juga, itu pertumbuhannya 4,4 persen artinya di tahun 2025, kita memang ada potensi industri manufaktur ini akan tumbuh ya relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2024," katanya di Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).

Untuk menaikkan kinerja sektor manufaktur, maka dia meminta pemerintah juga berperan aktif dalam mendorong produktivitas. 

Salah satunya, transisi energi hijau yang bisa menggairahkan produktivitas manufaktur

"Industri manufaktur di tahun 2026 ini akan tumbuh lebih tinggi. Saya kira ada dua karakter yang bisa kita baca menjadi penyebutan. Yang pertama adalah potensi adanya green manufacturing industry," ujar dia.

Dengan menerapkan energi ramah lingkungan di sektor manufaktur membuat investasi bisa meroket. 

Apalagi, memanfaatkan potensi digital juga menunjukkan daya saing Indonesia dalam mendapatkan investor.

"Kemudian, ekosistem investasi hijau ini saya kira di tahun 2026 akan

sangat berpotensi mendorong ekonomi Indonesia. Kedua itu adalah adanya potensi digital manufacturing industry," bebernya.

Azhar Syahida mencontohkan dalam mendongkrak kinerja industri manufaktur, perusahaan besar dan kecil perlu berkoloborasi. 

Hal ini untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan bisa 8 persen.

"Kalau  pemerintah bisa menstimulasi ya, lahirnya industri-industri kecil di daerah, untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerah masing-masing, saya kira itu juga menjadi potensi yang besar, kalau kita ingin membalikkan ya, grafiknya tadi kan menurun ya. Kalau  kita ingin menaikkan kembali share dari industri manufaktur, saya kira itu hal yang bisa kita lakukan," jelas Azhar Syahida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Proyek Jalan Trans Halmahera Disebut Hanya Untungkan Korporasi Tambang?

Kenapa Proyek Jalan Trans Halmahera Disebut Hanya Untungkan Korporasi Tambang?

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 23:17 WIB

EA Akui Risiko Penjualan Ratusan Triliun ke Arab Saudi, Pertahankan Kendali Kreatif

EA Akui Risiko Penjualan Ratusan Triliun ke Arab Saudi, Pertahankan Kendali Kreatif

Tekno | Selasa, 04 November 2025 | 15:34 WIB

Terungkap! Dua Modus Penipuan di Industri Keuangan Ini Sering Terjadi di Indonesia

Terungkap! Dua Modus Penipuan di Industri Keuangan Ini Sering Terjadi di Indonesia

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 08:23 WIB

Pengusaha Vaksin Dunia Kumpul di Bali, Bahas Strategi Jangka Panjang Industri Global

Pengusaha Vaksin Dunia Kumpul di Bali, Bahas Strategi Jangka Panjang Industri Global

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:19 WIB

Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai

Aceh Sedot Investasi Rp3,58 Triliun, Investor Lokal Merajai

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:48 WIB

Perjalanan Tanjungpinang ke Panggung Nasional, George Santos Bangun Solid Holding dari Nol

Perjalanan Tanjungpinang ke Panggung Nasional, George Santos Bangun Solid Holding dari Nol

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:35 WIB

Terkini

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:01 WIB