Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 24 November 2025 | 16:55 WIB
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Tim Penyelamat Freeport Temukan Dua Korban, Pencarian 5 Pekerja Masih Berlanjut [Istimewa]
  • PT Freeport Indonesia mempersiapkan operasi tambang bawah tanah Grassberg Block Caving menyusul penghentian akibat longsor menewaskan tujuh pekerja.
  • Target operasi bertahap tambang tersebut ditetapkan pada triwulan pertama tahun 2026, dengan pemulihan total tahun 2027.
  • Penghentian tambang ini berdampak signifikan karena menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi emas dan tembaga Freeport.

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai melakukan persiapan untuk mengoperasikan kembali tambang bawah tanah Grassberg Block Caving Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Operasional tambang tersebut sebelumnya diberhentikan imbas longsor yang menyebabkan 7 pekerja meninggal dunia.

Direktur Utama Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengakui butuh waktu yang panjang untuk bisa kembali mengoperasikan tambang bawah tanah tersebut. Diproyeksikan, Grassberg Block Caving bisa beroperasi di pada Maret 2026.

"Kita terus melakukan pemulihan tambang Grassberg Block Caving dengan target untuk dapat mulai mengoperasikan tambang ini pada 3 bulan pertama 2026," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Pekerja  menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]
Pekerja menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]

"Kalau dilihat dari timeline-nya, kejadian di tanggal 8 September, kita fokus pada pencarian karyawan yang terperangkap. Kemudian setelah ditemukan semuanya, di minggu pertama bulan Oktober kita melakukan proses investigasi bersama dengan main inspektur atau inspektur tambang, dengan kementerian SDM, dan beberapa ahli-ahli kita melakukan investigasi dan juga evaluasi," tambah Tony.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan, Freeport akan melakukan pembersiahan material longsor di Grassberg Block Caving pada bulan November-Desember.

Kemudian, Tony menuturkan, manajemen juga akan memperbaiki infrastruktur tambang bawah tanah yang rusak.

"Karena pada saat longsoran terjadi, banyak infrastrukturnya yang juga rusak, dan membutuhkan waktu sebelum kami bisa memulai operasional di tambang, tapi hanya sebagian besar karena sebagian kecil yang terkena dampak tersebut masih akan kita verifikasi secara bertahap untuk dapat memulainya kembali," ucapnya.

Namun begitu, Tony menyebut, meskipun telah beroperasi, tapi produksi tambang bawah tanah tersebut belum bisa maksimal. Dia menargetkan operasional bisa kembali normal pada tahun 2027.

"Jadi, maret 2026 secara betahap. Operasi full di tahun 2027," bebernya.

Jadi Penyumbang Produksi Terbesar

Menurut Tony, berhentinya tambang bawah tanah Grassberg Block Caving ini berdampak pada produksi Freeport. Pasalnya, tambang tersebut penyumbang terbesar dari nilai produksi emas maupun tembaga.

Dia memaparkan, kontribusi produksi dari tambang bawah tanah tersebut mencapai 70 persen dari total produksi Freeport.

"Grassberg Block Caving, ini yang paling besar, ini yang terdampak dengan luncuran material basah tersebut, ini memproduksi dari bijihnya sekitar 150 ribu ton per hari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 16:27 WIB

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 12:41 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB