Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Bank Mega Syariah Tumbuh 25% Saat Kredit Nasional Melambat ke 7,36%

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 25 November 2025 | 08:25 WIB
Bank Mega Syariah Tumbuh 25% Saat Kredit Nasional Melambat ke 7,36%
Ilustrasi Bank Mega Syariah. [Ist]
  • Pertumbuhan kredit perbankan nasional melambat menjadi 7,36% (YoY) karena penahanan ekspansi dan suku bunga tinggi.
  • Bank Mega Syariah mencapai pertumbuhan pembiayaan 25,8% (YoY) per 31 Oktober 2025, didorong Syariah Card 114%.
  • Kinerja Bank Mega Syariah solid, ditandai DPK tumbuh 16,9% dan peningkatan profitabilitas ROA serta ROE.

Suara.com - Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan secara nasional mencapai 7,36 persen (year on year / YoY), melambat dari 7,7 persen pada bulan sebelumnya.

Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sikap pelaku usaha yang cenderung menahan ekspansi, hingga suku bunga kredit yang masih relatif tinggi.

Di tengah tantangan tersebut, Bank Mega Syariah justru menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Per 31 Oktober 2025, total pembiayaan Bank Mega Syariah meningkat menjadi lebih dari Rp 9,185 triliun.

Secara tahunan, pembiayaan perseroan tumbuh 25,8 persen (YoY), jauh melampaui laju pertumbuhan industri yang berada di kisaran 7,36 persen.

Kontributor terbesar terhadap peningkatan pembiayaan Bank Mega Syariah berasal dari segmen Syariah Card yang mencatat pertumbuhan tahunan mencapai 114 persen (YoY).

Selain itu, Multifinance juga menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 37 persen.

Pada lini multifinance, komposisi pembiayaan didominasi motor yang mencapai porsi sekitar 87 persen.

Ilustrasi pembiayaan kendaraan bermotor. (Freepik)
Ilustrasi pembiayaan kendaraan bermotor. (Freepik)

Kemudian, sebanyak 10 persen merupakan pembiayaan mobil dan sisanya untuk pembiayaan barang elektronik. Lalu, pembiayaan konsumer juga naik 33 persen (YoY).

Pertumbuhan portofolio konsumer terutama ditopang oleh peningkatan pembiayaan Flexi Home, yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan outstanding dengan pertumbuhan sekitar 37,51 persen (YoY).

Selain itu, pertumbuhan signifikan juga datang dari produk pembiayaan FLPP (Flexi Sejahtera) yang meningkat 57,63 persen YoY, serta pembiayaan multiguna (Flexi Multiguna) dan pembiayaan haji khusus (Flexi Mitra Mabur) yang masing-masing tumbuh 362,26 persen (YoY) dan 244,37 persen (YoY).

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan, kinerja ini merupakan hasil komitmen perseroan dalam memperluas akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

“Perseroan akan terus memperkuat fondasi bisnis, menjaga kualitas pembiayaan, serta menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan inklusif agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan manfaat pembiayaan syariah yang aman, mudah,” jelas Hanie dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Pertumbuhan pembiayaan yang terus menunjukkan tren positif turut dibarengi dengan kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang semakin kuat.

Hingga periode terbaru, DPK Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp 12,28 triliun atau tumbuh sekitar 16,9 persen.

Peningkatan ini didorong oleh beragam inovasi produk serta optimalisasi layanan digital yang semakin memudahkan nasabah dalam bertransaksi dan menabung, sehingga memperkuat likuiditas bank.

Sejak Januari hingga Oktober 2025, Bank Mega Syariah menunjukkan performa profitabilitas yang solid melalui tren positif pada return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

ROA bergerak naik di kisaran 1,0 persen-1,4 persen (Januari - November), mencerminkan kemampuan bank dalam menjaga efisiensi pengelolaan aset meski kondisi industri perbankan masih menantang.

Adapun ROE meningkat dari 5,81 persen pada Januari menjadi 7,10 persen pada Oktober 2025, menandakan penguatan kinerja modal yang mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi kepada pemegang saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Tembus Rp 7.092 Triliun

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Tembus Rp 7.092 Triliun

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 12:00 WIB

Waduh, Aliran Modal Asing Indonesia yang Kabur Tembus Rp 3,79 Triliun

Waduh, Aliran Modal Asing Indonesia yang Kabur Tembus Rp 3,79 Triliun

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:43 WIB

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 09:50 WIB

Adira Finance Dapet Dana Jumbo USD 100 Juta dari MUFG Singapura, Buat Apa?

Adira Finance Dapet Dana Jumbo USD 100 Juta dari MUFG Singapura, Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 13:50 WIB

Bank Mega Syariah Optimistis Raih Kinerja Positif Hingga Akhir Tahun

Bank Mega Syariah Optimistis Raih Kinerja Positif Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 07:52 WIB

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 07:42 WIB

Terkini

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB