Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kunci "3M" dari Bank Indonesia Agar Gen Z Jadi Miliarder Masa Depan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 26 November 2025 | 11:17 WIB
Kunci "3M" dari Bank Indonesia Agar Gen Z Jadi Miliarder Masa Depan
Ilustrasi menjadi miliarder. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mendorong literasi keuangan generasi muda sebagai fondasi penting berinvestasi dengan bijak dan memahami risiko.
  • Destry Damayanti menggarisbawahi tiga kunci pengelolaan keuangan cerdas, yaitu memahami profil risiko, perencanaan keuangan sejak dini, dan investasi jangka panjang.
  • Berbagai otoritas menekankan pentingnya perencanaan dana darurat, diversifikasi instrumen, dan memastikan legalitas investasi melalui pengawasan OJK.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong Literasi keuangan yang kuat menjadi fondasi utama bagi generasi muda untuk berinvestasi cerdas. 

Apalagi, generasi muda perlu menerapkan prinsip-prinsip investasi bijak.

Salah satunya memahami peluang dan risiko serta cermat memilih instrumen investasi. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan tiga kunci utama menjadi cerdas mengelola keuangan, yaitu 3M.  

Pertama, harus memahami dengan baik profil risiko sebelum menempatkan dana untuk berinvestasi serta memprioritaskan instrumen yang resmi dan berizin. 

Kedua, merencanakan keuangan sejak dini dalam membangun kebiasaan positif mengatur pendapatan dan pengeluaran yang dapat dimulai dari menyisihkan dana darurat, menghindari utang konsumtif, serta membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi. 

Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

"Ketiga, bersikap seperti pelari Marathon bukan sprint karena dalam berinvestasi tidak ada yang instan, hasil investasi yang besar didapatkan dalam jangka panjang, sehingga jangan tergoda dengan imbal hasil investasi yang besar dengan waktu yang singkat," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Farid Azhar Nasution menyampaikan, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan dan keberlangsungan keuangan. 

Pada saat mendapatkan penghasilan, mulailah menyisihkan, bukan menyisakan untuk menyiapkan dana cadangan dalam bentuk simpanan.

baca juga

Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan operasional beberapa bulan ke depan (3-6 bulan) dan kondisi darurat  (emergency fund). 

Setelah cadangan likuiditas cukup, investasikan dana surplus ke instrumen bisnis yang dipahami. 

Salah satunya mempelajari instrumen dan risikonya, serta memastikan legalitasnya.

" Bangun kebiasaan untuk menabung dan berinvestasi secara terdiversifikasi sejak dini," imbuhnya. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Masyita Crystallin, menyampaikan dalam melakukan investasi terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan. 

Hal pertama, yaitu profil risiko investor yakni risk averse, moderat, dan risk taker. 

Kedua, periode waktu dalam melakukan investasi baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Ketiga, perlunya diversifikasi risiko ke berbagai instrumen investasi. 

"Selain itu, bagi generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan, investasi dalam bidang pendidikan juga memegang peranan penting agar dapat menjadikan generasi yang cerdas dan memiliki masa depan yang gemilang," bebernya. 

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan, Irhamsah, menyampaikan dalam melakukan investasi keuangan, investor perlu memastikan produk investasi yang dituju telah memiliki izin dari otoritas berwenang di sektor keuangan. 

Terkait hal ini, OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Illegal (Satgas PASTI) bersama dengan otoritas, kementerian, dan lembaga terkait yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan dari aktivitas keuangan ilegal, di berbagai sektor yang dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat serta stabilitas keuangan.

"Melalui Satgas PASTI, berbagai tindakan pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Aliran Modal Asing Indonesia yang Kabur Tembus Rp 3,79 Triliun

Waduh, Aliran Modal Asing Indonesia yang Kabur Tembus Rp 3,79 Triliun

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:43 WIB

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 09:50 WIB

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 07:42 WIB

BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak

BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 15:15 WIB

Waduh, Potensi Kerugian Akibat Serangan Siber Tembus Rp 397,26 Kuadriliun

Waduh, Potensi Kerugian Akibat Serangan Siber Tembus Rp 397,26 Kuadriliun

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 09:04 WIB

Permintaan Naik, BI Prediksi Penjualan Eceran Kian Meningkat Akhir 2025

Permintaan Naik, BI Prediksi Penjualan Eceran Kian Meningkat Akhir 2025

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 07:55 WIB

Terkini

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

×