Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Purbaya Sebut Ekonomi RI Lambat 8 Bulan Pertama 2025 karena Salah Urus, Sindir Sri Mulyani?

Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 27 November 2025 | 16:52 WIB
Purbaya Sebut Ekonomi RI Lambat 8 Bulan Pertama 2025 karena Salah Urus, Sindir Sri Mulyani?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menerima memori jabatan dari pejabat lama Sri Mulyani Indrawati saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Menteri Keuangan Purbaya menyatakan perlambatan ekonomi delapan bulan pertama 2025 disebabkan kesalahan domestik, bukan tekanan pasar global.
  • Neraca perdagangan Indonesia tetap surplus kumulatif $33,48 Miliar, menunjukkan ketahanan ekspor meski terjadi gejolak perekonomian dunia.
  • Pemerintah menyuntikkan dana Rp200 triliun ke Himbara untuk merangsang likuiditas yang sebelumnya sangat kering dan melambat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau ekonomi Indonesia melambat selama delapan bulan pertama 2025, atau periode Januari-Agustus, bukan karena tekanan pasar global.

Ia menyebut kalau ekonomi lambat kala itu karena salah Pemerintah itu sendiri dalam mengurus ekonomi domestik, yang mana kala itu jabatan Menteri Keuangan masih dipegang Sri Mulyani sebelum Purbaya dilantik pada 8 September 2025.

"Kalau dilihat dari sini sih perlambatan ekonomi kita di sepanjang delapan bulan pertama tahun ini bukan karena global saja. Mungkin bukan karena global, mungkin karena salah urus di dalam, yang sudah kita perbaiki," ungkap Purbaya saat Rapat Kerja di Komisi XI DPR RI yang disiarkan daring, Kamis (27/11/2025).

Purbaya sempat memaparkan data Neraca Perdagangan Indonesia periode Januari 2024 hingga September 2025. Menurutnya, surplus neraca perdagangan Indonesia masih terjaga dengan nilai kumulatif 33,48 miliar Dolar AS, tumbuh sekitar 50,9 persen year over year (YoY atau dari tahun sebelumnya) dari 22,18 miliar Dolar AS dari tahun lalu. Adapun surplus bulanan pada September 2025 mencapai 4,34 miliar Dolar AS.

"Jadi kalau dilihat dari sini, walaupun perekonomian dunia mengalami gejolak yang tidak menentu, kelihatannya pengaruh ke ekspor kita dan trade balance kita tidak signifikan, malah cenderung positif. Ini terlihat dari pertumbuhan trade balance yang 50,09 persen tadi," papar dia.

Sementara itu ekspor tumbuh 11,4 persen dan impor naik 7,2 persen secara YoY. Purbaya menerangkan kalau ini menunjukkan aktivitas industri dalam negeri makin aktif di tengan permintaan global yang masih kuat.

Penempatan dana Pemerintah Rp 200 triliun

Selain itu, Purbaya juga memaparkan soal kebijakan penempatan dana Pemerintah di Himpunan Bank Negara (Himbara) Rp 200 triliun. Sebelum ada kebijakan ini, ia menyebut kalau pertumbuhan uang dasar (M0) hampir 0.

"Sebelum kita inject uang ke sistem di bulan Agustus, itu hampir 0 pertumbuhannya, bahkan sebelum sebelumnya hampir nol," lanjut dia.

Bahkan Purbaya mengakui kalau kala itu ekonomi Indonesia amat kering dan diperlambat habis-habisan.

"Sebelum kita inject uang ke sistem, di ekonomi tuh kering sekali. Jadi ekonominya melambat. Boleh kita bilang ekonomi sepanjang ini diperlambat habis habisan," imbuhnya.

Sebelum menempatkan dana Rp 200 triliun, Purbaya bercerita kalau dirinya sudah meminta izin ke Presiden RI Prabowo Subianto serta Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun.

Setelah menempatkan uang, Purbaya mengakui kalau pertumbuhan uang menurun ke level 7,8 persen pada Oktober 2025. Berangkat dari sana, dia kembali menyuntikkan dana Rp 76 triliun ke sistem untuk menjaga momentum.

"Cuma di bulan oktober, turun sedikit lagi ke 7,8. Jadi agak kurang minyaknya. Jadi saya sudah dorong lagi ke sistem, tambah Rp 76 triliun. Jadi ini harusnya naik lagi ke atas. Jadi ini yang meminyaki ekonomi yang sebelumnya melambat," kata dia.

Lebih lanjut dirinya menegaskan kalau strategi itu murni pengelolaan uang negara dan bukan ekspansi fiskal karena tidak mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Itu hanya memindahkan uang saya dari BI ke perbankan, yang akibatnya uangnya seperti ini sistem. Itu masyarakat bisa memanfaatkan ini untuk ekspansi bisnis," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Hangat Prabowo dan Ratu Maxima dalam Diplomasi Ekonomi di Jakarta

Momen Hangat Prabowo dan Ratu Maxima dalam Diplomasi Ekonomi di Jakarta

Foto | Kamis, 27 November 2025 | 16:50 WIB

Menkeu Purbaya Mau Bekukan Peran Bea Cukai dan Ganti dengan Perusahaan Asal Swiss

Menkeu Purbaya Mau Bekukan Peran Bea Cukai dan Ganti dengan Perusahaan Asal Swiss

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 15:30 WIB

Menkeu Purbaya Pangkas Kuota Produksi Kawasan Berikat Jadi 25%, Akui Banyak Barang Bocor

Menkeu Purbaya Pangkas Kuota Produksi Kawasan Berikat Jadi 25%, Akui Banyak Barang Bocor

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 13:03 WIB

Menkeu Purbaya Mau Tarik Bea Keluar Batu Bara Tahun Depan

Menkeu Purbaya Mau Tarik Bea Keluar Batu Bara Tahun Depan

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 12:36 WIB

IHSG To The Moon, Menkeu Purbaya Ungkap Rahasianya

IHSG To The Moon, Menkeu Purbaya Ungkap Rahasianya

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 11:49 WIB

Perusahaan Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah 2027, Purbaya Klaim Tak Ada Masalah

Perusahaan Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah 2027, Purbaya Klaim Tak Ada Masalah

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB