Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Orang RI Mulai Ketagihan Pakai Pindar Karena Lebih Cepat Cair

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 10 Desember 2025 | 08:53 WIB
Orang RI Mulai Ketagihan Pakai Pindar Karena Lebih Cepat Cair
Ilustrasi Pinjol. [Ist]
baca 10 detik
  • Penggunaan fintech meningkat, terutama di kalangan anak muda berpenghasilan rendah karena proses pinjaman yang cepat dan mudah.
  • Bunga pinjaman bukan prioritas utama; banyak peminjam menerima skema cicilan berat di awal karena kebutuhan mendesak.
  • Meski bunganya tinggi, layanan pinjaman online tetap diminati, sementara bank dan pegadaian dianggap menawarkan bunga lebih ringan

Suara.com - Segara Institute melaporkan hasil riset terbaru mengenai perkembangan industri fintench di Indonesia.

Dalam laporannya penggunaan industri fintech terus meningkat di kalangan masyarakat.

Executive Director Segara Institute, Piter Abdullah, menjelaskan, survei ini dilakukan di 20 daerah dengan total 2.119 responden dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan.

Laporan itu mencatatkan bahwa masyarakat memilih menggunakan fintech seperti pinjaman online untuk berhutang terutama kelompok berpenghasilan rendah.

"Sekitar 73,5 persen responden memilih meminjam ke pindar dikarenakan faktor kecepatan pencairan dana," katanya dalam paparannya di Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, responden lain memilih untuk meminjam dari perusahaan tempat bekerja (62,5 persen) pegadaian (59,1 persen) dan rentenir (45,0 persen) dengan pertimbangan kemudahan persyaratan.

Piter menerangkan bahwa mayoritas responden adalah anak muda berusia 21–30 tahun yang belum menikah.

Kelompok ini juga berasal dari beragam jenis pekerjaan, mulai dari karyawan, pengelola UMKM, hingga pekerja mandiri seperti ojek, sopir, dan pembuat konten.

“Itu memang dari sembarang usia sekitar 21 sampai 30 dan usia responden melayu-layu kakas muda yang berstatus belum kawin, tidak atau belum kawin itu 53 persen,” bebernya.

baca juga

Selain itu, dalam laporan ini mencatat bahwa ecepatan dan kemudahan menjadi pertimbangan utama mengindikasikan adanya kebutuhan dana yang mendesak di masyarakat.

Sehingga, besarnya suku bunga atau biaya pinjaman tidak menjadi sesuatu yang penting.

Temuan utama lainnya adalah adanya responden yang mendapati dan mengalami skema pembayaran cicilan yang lebih besar di awal dan kemudian semakin mengecil pada periode berikutnya (skema pembayaran tadpole).

Dalam beberapa kasus, porsi terbesar di awal tersebut tidak hanya terjadi dari sisi jumlah pembayaran, tetapi juga frekuensi pembayaran yang lebih sering, sehingga tekanan cicilan lebih berat pada awal tenor.

"Hasil in-depth interview menunjukkan bahwa responden yang mengalami skema pembayaran tadpole adalah mereka yang benar-benar dalam posisi terdesak, membutuhkan uang segera untuk menutup kebutuhan darurat seperti keluarga sakit atau biaya pendidikan anak," bebernya.

Sementara itu, survei juga mengungkap temuan penting lainnya terkait suku bunga.

Lebih dari separuh responden (51,08 persen) merasa bunga pinjaman yang mereka bayarkan tergolong cukup rendah dan tidak memberatkan.

Ilustrasi karyawan sedang meeting (pexels/fauxels)
Ilustrasi karyawan sedang meeting (pexels/fauxels)

Menurut Piter, temuan ini agak bertentangan dengan asumsi awal, tetapi fakta hasil survei menunjukkan hal tersebut.

Temuan ini sesungguhnya menegaskan temuan sebelumnya terkait pertimbangan pemilihan sumber pembiayaan, di mana faktor suku bunga tidak menjadi pertimbangan utama.

Sumber pembiayaan seperti bank, perusahaan atau koperasi pegawai, atau pegadaian/LKBB secara umum dipersepsikan memiliki bunga yang rendah.

Mayoritas responden dari ketiga sumber ini menyatakan bunga yang dikenakan cukup rendah, dengan persentase masing-masing 65,52 persen untuk bank, 64 persen untuk perusahaan, dan 77,42 persen untuk pegadaian.

Namun, hasil berbeda didapatkan untuk Rentenir dan Pindar. Mayoritas peminjam dari rentenir dan pindar merasa bahwa suku bunga yang mereka bayarkan tinggi dan membebani (masing-masing 60,87 persen dan 56,17 persen)

"Meskipun bunga pindar dipersepsikan tinggi dan membebani, masyarakat tetap memilih Pindar dan sebagian besar menyatakan puas atas layanan pindar," tegas Piter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal GrabModal Narik: Pinjaman untuk Driver yang Bisa Jeda Cicilan, Ini Syaratnya

Mengenal GrabModal Narik: Pinjaman untuk Driver yang Bisa Jeda Cicilan, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 18:35 WIB

OJK Kejar 8 Pinjol Nakal: Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Selain Crowde?

OJK Kejar 8 Pinjol Nakal: Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Selain Crowde?

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 18:21 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Pinjaman PT Crowde Membangun Bangsa

OJK Cabut Izin Usaha Pinjaman PT Crowde Membangun Bangsa

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 08:12 WIB

Utang Pinjol Tembus Rp 90,99 Triliun, Yang Gagal Bayar Semakin Banyak

Utang Pinjol Tembus Rp 90,99 Triliun, Yang Gagal Bayar Semakin Banyak

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 12:55 WIB

Industri Pindar Lokal Cari Pendanaan Investor ke Hong Kong

Industri Pindar Lokal Cari Pendanaan Investor ke Hong Kong

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 13:22 WIB

AFPI: Pemberantasan Pinjol Ilegal Masih Menjadi Tantangan Dulu dan Sekarang

AFPI: Pemberantasan Pinjol Ilegal Masih Menjadi Tantangan Dulu dan Sekarang

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 07:44 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×