Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rendahnya Utilitas vs Banjir Impor: Menperin Ungkap Tantangan Industri Keramik Nasional

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 14 Desember 2025 | 22:16 WIB
Rendahnya Utilitas vs Banjir Impor: Menperin Ungkap Tantangan Industri Keramik Nasional
Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian menyoroti utilisasi rendah industri keramik tableware (52%) dan glassware (51%) akibat serbuan produk impor.
  • Industri tableware dan glassware nasional dinilai memiliki struktur kuat berbasis lokal, meskipun menghadapi tantangan penetrasi produk asing.
  • Kemenperin menyiapkan kebijakan seperti SNI wajib dan HGBT untuk penguatan daya saing industri keramik dan kaca domestik.

Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyoroti tantangan krusial yang masih membelit industri keramik nasional, khususnya pada subsektor tableware (peralatan makan) dan glassware (barang pecah belah atau kemasan kaca).

Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat utilisasi produksi, yang secara langsung dipengaruhi oleh derasnya gempuran produk impor di pasar domestik.

Menurut Agus, kondisi utilisasi yang jauh dari optimal ini menjadi pekerjaan rumah mendesak yang harus segera diatasi melalui penguatan daya saing dan penyiapan langkah-langkah strategis.

Hal ini penting agar kapasitas produksi industri nasional dapat dimaksimalkan, sekaligus menjamin keberlanjutan usaha para pelaku industri.

"Kedua subsektor industri ini, menurut pandangan kami, memiliki struktur industri yang kuat, berbasis sumber daya lokal, dan memiliki potensi pasar yang terus berkembang,” kata Agus kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).

Utilitas di Bawah 55% Akibat Serbuan Produk Asing

Menperin memaparkan data konkret terkait rendahnya pemanfaatan kapasitas produksi industri dalam negeri:

Industri Keramik Tableware: Sepanjang tahun 2024, industri ini memiliki kapasitas terpasang sekitar 250 ribu ton. Namun, tingkat utilitasnya baru mencapai kisaran 52 persen, sebuah angka yang dinilai jauh dari level optimal.

Industri Glassware: Subsektor kemasan kaca nasional memiliki kapasitas produksi sekitar 740 ribu ton per tahun. Tingkat utilitasnya berada di kisaran 51 persen.

baca juga

Agus menyebut, rendahnya utilitas ini tak terlepas dari masuknya produk keramik dan gelas kaca impor ke pasar domestik.

"Melihat Ketua ASAKI (Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia) yang terus mengangguk saat saya menyinggung banjir impor, saya dapat menyimpulkan bahwa rendahnya angka utilisasi ini karena memang gempuran dari produk-produk impor masih terasa mengganggu industri dalam negeri kita,” tuturnya.

Meskipun menghadapi tantangan impor, industri keramik tableware mencatat pangsa pasar domestik yang cukup baik, mencapai 78 persen.

Namun, tantangan tersembunyi lainnya adalah rendahnya tingkat konsumsi keramik per kapita di Indonesia, yang menunjukkan adanya ruang besar untuk memperluas penggunaan produk di dalam negeri.

Sementara itu, industri glassware memiliki pangsa pasar domestik sekitar 65 persen. Dari sisi ekspor, industri ini mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 97 juta atau sekitar 128 ribu ton sepanjang 2024, dengan tujuan utama Filipina, Brasil, dan Vietnam.

Menperin menyimpulkan bahwa meskipun peluang pengembangan industri keramik dan kaca nasional sangat prospektif, di saat yang sama harus waspada terhadap penetrasi bahkan lonjakan impor produk sejenis di waktu mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri

Menperin Andalkan Vokasi Jadi Investasi Sektor Industri

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 16:35 WIB

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Kemenperin Gaspol Transformasi Digital Manufaktur Lewat Making Indonesia 4.0

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 13:10 WIB

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 14:02 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×