Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank Indonesia Bongkar Penyaluran Kredit Makin Seret, Apa Alasannya?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 23 Desember 2025 | 07:52 WIB
Bank Indonesia Bongkar Penyaluran Kredit Makin Seret, Apa Alasannya?
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan menurun karena lemahnya permintaan dari korporasi dan rumah tangga.
  • Dua penghambat utama pertumbuhan kredit adalah permintaan pembiayaan lesu dan tingginya biaya dana perbankan.
  • Ketidakpastian global memengaruhi korporasi dan rumah tangga untuk menahan diri dalam mengambil pembiayaan baru.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyaluran kredit di perbankan mengalami penurunan.

Beberapa, faktor yang membuat pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini tidak sekuat tahun sebelumnya.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro, mengatakan, alasan pertumbuhan kredit menurun dikarenakan berasal dari sisi permintaan (demand).

Salah satunya, pada korporasi maupun rumah tangga, meski likuiditas dan insentif pembiayaan dari bank sentral dinilai memadai.

"Jadi kalau kita lihat kreditnya memang, tidak sekuat tahun lalu gitu. Banyak faktor tentunya ya. Kalau kita bicara kredit, ekonominya memang mungkin masih memang perlu dorongan lagi,” ujar Solikin dalam taklimat media di kantor BI, Senin (22/12/2025).

Dia menyebutkan, ada dua faktor utama penghambat pertumbuhan kredit yang lesu.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro di kantor BI, Senin (22/12/2025). [Suara.com/Rina]
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro di kantor BI, Senin (22/12/2025). [Suara.com/Rina]

Pertama, disebabkan oleh permintaan pembiayaan yang belum kuat dan tingginya biaya dana perbankan (cost of loanable funds/CoLF).

Kedua, diakibatkan oleh ketidakpastian global, mulai dari perang tarif hingga risiko geopolitik, membuat korporasi dan rumah tangga cenderung menahan diri.

“Aspek politik, aspek perdagangan, hingga global policy uncertainty juga tinggi. Nah, ini yang memang benar-benar kita menghadapi situasi yang memang sangat-sangat menantang,” jelasnya.

baca juga

Saat ini, pertumbuhan kredit dapat menyentuh level 8 persen pada Desember, guna menjaga proyeksi pertumbuhan tahunan di kisaran 8–11 persen.

“Sekarang tumbuh per November 7,74 persen. Mudah-mudahan, insyaallah di Desember, akhir tahun bisa di atas 8 persen, sebagaimana target BI,” tandasnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

Hingga November 2025, kredit tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan nilai Rp8.196,4 triliun.

Meski meningkat dari Oktober yang sebesar 7 persen yoy. Angka ini masih jauh di bawah capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 10,79 persen yoy dan bahkan di bawah target 8–11 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:40 WIB

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:45 WIB

Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya

Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 10:48 WIB

Bank Indonesia Punya Cara Turunkan Harga Bawang, Begini Strateginya

Bank Indonesia Punya Cara Turunkan Harga Bawang, Begini Strateginya

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:26 WIB

Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?

Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 07:54 WIB

5 Kondisi Ini Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia di Tahun 2026

5 Kondisi Ini Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia di Tahun 2026

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 09:09 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×