Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 22:06 WIB
Industri Petrokimia Dinilai Punya Peluang Besar Berkembang di Indonesia
Ilustrasi industri petrokimia. (Dok. Ist)
  • Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang semakin strategis dalam mendukung hilirisasi dan berbagai sektor ekonomi, termasuk energi baru dan terbarukan.
  • Penguatan kerja sama antar pelaku industri menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pasokan, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperluas manfaat ekonomi hingga ke sektor turunan.
  • Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, industri petrokimia diharapkan mampu tumbuh sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Suara.com - Industri petrokimia dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia, seiring perannya yang kian strategis dalam menopang berbagai sektor, termasuk energi baru dan terbarukan. Potensi tersebut turut didorong oleh upaya hilirisasi yang konsisten dilakukan pelaku industri nasional.

Komitmen penguatan industri petrokimia itu salah satunya ditunjukkan melalui perpanjangan kerja sama jual beli produk petrokimia antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem).

Penandatanganan perpanjangan kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta dan dihadiri jajaran direksi serta manajemen kedua perusahaan, bersama sejumlah mitra strategis sektor petrokimia dalam negeri, Jumat (19/12).

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Grup dalam mendorong hilirisasi petrokimia yang menjadi agenda strategis pemerintah.

“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional dan mendukung agenda hilirisasi industri,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, rantai hilirisasi petrokimia tidak berhenti di tingkat perusahaan, melainkan diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi industri turunan hingga masyarakat.

Kerja sama KPI dan Pertachem sendiri telah terjalin sejak 2021. Dalam perpanjangan kali ini, kedua perusahaan menandatangani tiga perjanjian penting yang mencakup perpanjangan jual beli produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta penandatanganan perjanjian baru untuk penjualan produk special chemical.

VP Commercial & Sales KPI, Aji Danardono, menilai industri petrokimia memiliki prospek cerah di Indonesia, salah satunya karena perannya dalam mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan.

“Industri petrokimia memiliki peluang besar di Indonesia, termasuk dalam menopang pengembangan renewable energy. Dengan fondasi yang kuat ini, kami berharap kerja sama KPI dan Pertachem dapat menjadi motor penggerak industri petrokimia nasional,” ujar Aji.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci agar produk petrokimia dalam negeri dapat terserap optimal oleh industri pengguna.

“Tujuan kita agar produk-produk yang dihasilkan bisa dimanfaatkan oleh industri, sehingga pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertachem, Aribawa, menegaskan bahwa Pertamina Grup—khususnya KPI dan Pertachem—memiliki peran signifikan dalam mendorong hilirisasi petrokimia di Indonesia. Kerja sama yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan dan mendukung pertumbuhan industri secara nasional.

“Kerja sama ini turut menjamin keberlanjutan pasokan petrokimia, sehingga industri petrokimia nasional dapat terus berkembang,” kata Aribawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

“Pertachem siap mendukung hilirisasi produk-produk petrokimia yang diproduksi kilang KPI guna meningkatkan nilai tambah, baik bagi Pertamina maupun industri petrokimia dalam negeri,” tuturnya.

Penandatanganan perjanjian tersebut diwakili oleh Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI Erwin Suryadi, Direktur Utama Pertachem Aribawa, VP Commercial & Sales KPI Aji Danardono, serta Direktur Pemasaran dan Penjualan Pertachem Arief Ibadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

METI: Transisi Energi Berkeadilan Tak Cukup dengan Target, Perlu Aksi Nyata

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:19 WIB

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Laporan CPI: Transisi Energi Berpotensi Tingkatkan Pendapatan Nelayan di Maluku

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:58 WIB

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:08 WIB

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:57 WIB

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB

HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan

HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram

Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:20 WIB

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:06 WIB