Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah

Dythia Novianty

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:25 WIB
Bencana Sumatera 2025 Tekan Ekonomi Nasional, Biaya Pemulihan Melonjak Puluhan Triliun Rupiah
Banjir Sumatra (Instagram/suaradotcom)
baca 10 detik
  • Bencana Sumatera 2025 diprediksi CORE Indonesia mengoreksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -0,02 persen akibat lumpuhnya aktivitas signifikan.
  • Dana pemulihan infrastruktur fisik diperkirakan mencapai Rp77,4 triliun, jauh melampaui biaya pencegahan tahunan yang minim.
  • CORE mendesak penetapan status bencana nasional agar membuka akses pendanaan tambahan untuk pemulihan wilayah terdampak.

Lebih dari itu, sekitar 63 persen daerah terdampak memiliki kapasitas fiskal rendah hingga sangat rendah, sehingga pembiayaan mandiri hampir mustahil dilakukan, bahkan dengan refocusing anggaran secara maksimal. 

Sejumlah personel Brimob membangun sumur bor untuk kebutuhan air bersih di Aceh Tamiang, setelah banjir melanda. [dokumentasi Polri]
Sejumlah personel Brimob membangun sumur bor untuk kebutuhan air bersih di Aceh Tamiang, setelah banjir melanda. [dokumentasi Polri]

Di sisi lain, keterbatasan ruang fiskal APBD dan APBN dinilai tidak cukup untuk menopang pembiayaan rehabilitasi secara menyeluruh.

Peningkatan status menjadi bencana nasional dinilai krusial untuk membuka akses pendanaan tambahan, termasuk bantuan internasional, guna mempercepat pemulihan ekonomi kawasan Sumatera.

Secara sektoral, CORE juga memperkirakan koreksi akan terjadi pada hampir seluruh sektor unggulan di tiga provinsi terdampak. 

Output sektor perkebunan dan industri kelapa sawit di Aceh diproyeksikan turun -0,08 persen, di Sumatera Barat -0,09 persen, dan di Sumatera Utara sekitar -0,01 persen.

Sektor konstruksi menjadi yang paling terpukul, dengan potensi kontraksi mencapai -2 persen di Aceh, -1,3 persen di Sumatera Barat, dan -0,8 persen di Sumatera Utara. 

Sektor lain seperti transportasi, jasa keuangan, dan komunikasi juga diperkirakan mengalami pelemahan signifikan.

Bagi CORE, rangkaian dampak ini menegaskan satu kesimpulan penting: pertumbuhan ekonomi tanpa fondasi keberlanjutan hanya akan menghasilkan “PDB semu.” 

Tanpa reformasi struktural dalam tata kelola kehutanan, pengelolaan ekonomi ekstraktif, dan kebijakan lingkungan, pertumbuhan tinggi hanya bersifat jangka pendek.

baca juga

Ketika bencana datang, biaya pemulihan yang harus ditanggung justru melonjak berkali lipat dan beban terberat kembali jatuh pada masyarakat yang paling rentan secara ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan

Liks | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:07 WIB

Suara Gen Z Ditanya Soal Pejabat Sibuk Pencitraan: Jujur Muak Banget!

Suara Gen Z Ditanya Soal Pejabat Sibuk Pencitraan: Jujur Muak Banget!

Video | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:04 WIB

Wamenkeu: Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Wamenkeu: Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 05:55 WIB

Pemerintah Didorong Kedepankan Kepentingan Ekonomi Nasional dalam Negosiasi dengan Apple

Pemerintah Didorong Kedepankan Kepentingan Ekonomi Nasional dalam Negosiasi dengan Apple

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2025 | 08:52 WIB

Neraca Dagang Surplus, BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Neraca Dagang Surplus, BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2024 | 15:01 WIB

Jaminan Sosial Pegang Peranan Penting Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jaminan Sosial Pegang Peranan Penting Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 29 November 2024 | 19:49 WIB

Terkini

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

5 Shio yang Disebut Paling Cepat Kaya dari Usaha Sampingan, Ada Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:35 WIB

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Heboh Tahanan Kasus Narkoba di Rutan Balige Meninggal, Apa Sebabnya?

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:32 WIB

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 14:31 WIB

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

Koleksi Tas Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triiyono Disorot, Capai Puluhan Juta!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:30 WIB

Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang

Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 14:28 WIB

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:25 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan

Sumut | Sabtu, 26 September 2026 | 14:24 WIB

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 14:23 WIB

×